Mitos Hynopsis

Mitos Hynopsis

Hipnosis atau dalam bahasa Inggris kita sebut dengan Hypnosis adalah suatu teknik komunikasi pada pikiran bawah sadar seseorang.Dan untuk berbicara atau berkomunikasi terhadap pikiran bawah sadar seseorang diperlukan sebuah keahlian. Dan orang yang mempunyai keahlian tersebut, dan mampu berbicara pada pikiran bawah sadar dirinya sendiri maupun orang lain disebut dengan seorang Hipnotis (Hypnotist).

Banyak mitos-mitos tentang hipnosis yang beredar di masyarakat sekarang ini. Ada yang positif, tetapi lebih banyak yang negatif. Dan mitos-mitos tersebut tidaklah benar Bahkan karena mitos-mitos tersebut seringkali hipnosis dikambinghitamkan dengan perbuatan-perbuatan kejahatan. Padahal sebenarnya cabang dari hipnosis banyak sekali yang bermanfaat untuk orang lain. Cabang-cabang dari hipnosis yang paling banyak terlihat atau dikenal oleh umum yaitustage hypnosis (hipnosis panggung), yaitu hipnosis yang dipergunakan untuk hiburan semata dan hypnotherapy (hipnoterapi), yaitu hipnosis yang digunakan untuk kesehatan, menyembuhkan orang lain dari penyakit pikiran bawah sadarnya. Hipnoterapi ini banyak sekali kegunaannya dan banyak orang yang terbantu dengan hipnoterapi. Tetapi, pada artikel ini saya akan membahas tentang beberapa mitos yang salah mengenai hipnosis, untuk pembahasan hipnoterapi, nantikan artikel saya berikutnya.

Proses hipnosis atau proses komunikasi pada pikiran bawah sadar ini pasti sudah pernah dialami oleh setiap orang. Namun, seringkali orang tidak sadar ataupun tidak tahu kalau pernah mengalami suatu peristiwa dan peristiwa tersebut adalah suatu bentuk dari hipnosis. Banyak orang yang mengartikan hipnosis itu sama dengan dengan tidur, dan pandangan tersebut tidaklah benar karena hipnosis sebenarnya tidak tidur. Mungkin seperti tidur karena seringkali hipnosis ditampilkan dengan cara mata tertutup. Padahal hipnosis pun dapat dilakukan pada orang dengan cara mata terbuka (sadar).

Saya berikan satu contoh orang yang sebenarnya sudah masuk ke dalam kondisi hipnosis, tetapi seringkali orang tersebut tidak menyadari kalau dia sudah terhipnotis. Dan kondisi orang tersebut sepenuh sadar. “Pernahkah Anda menonton Film baik di bioskop ataupun di rumah (sinetron) dan perasaan yang muncul di hati Anda mengikuti alur cerita film tersebut ?” Misalnya, Anda menonton film yang sedih, dan kemudian dari mata Anda tiba-tiba keluar air mata dan Anda menangis ? Atau ketika Anda menonton film dengan tokoh antagonis yang jahat, tiba-tiba perasaan Anda menjadi sangat kesal dan sangat marah pada aktor/aktris yang berperan jahat tersebut? Semua perasaan yang keluar dari diri Anda saat itu muncul karena Anda terhipnosis oleh film yang Anda tonton. Anda tahu dengan pasti dan sadar bahwa semua aktris dan aktor dalam film tersebut hanya Acting,dan bukan kenyataan yang sesungguhnya, tetapi Anda tetap dapat merasa sedih dan marah ketika menonton film.

Banyak juga yang berpikir orang dapat dengan mudah dihipnosis, cukup dengan beberapa kata tepukan, ataupun dipandangi matanya, setiap orang dapat langsung masuk ke dalam kondisi hipnosis. Sebenarnya pandangan inipun salah karena orang untuk dapat terhipnosis oleh suatu hal, baik itu orang, benda, suasana ataupun apapun juga, orang tersebut sudah menyetujui untuk terhipnosis, baik orang tersebut menyadari ataupun tidak. Persetujuan dari orang yang dihipnosis ini  merupakan syarat utama seseorang itu dapat dihipnosis. Seperti contoh saya di atas, jika seseorang terhipnosis dengan film yang dia tonton, dia dapat menangis, dia dapat tertawa, ataupun dia dapat marah, karena orang tersebut memang mau mengijinkan dirinya untuk terbawa (terhipnosis) oleh alur cerita film tersebut. Bagaimana jika dia tidak mengijinkan dirinya terhipnosis oleh film di televisi? Tentu saja film tersebut tidak berarti apa-apa untuknya, bahkan mungkin orang tersebut akan mengganti saluran televisinya ke saluran yang lain, yang lebih menarik.  Jadi, seseorang tidak begitu saja masuk ke dalam kondisi hipnosis, apabila orang tersebut tidak mengijinkan atau mau untuk dihipnosis, baik oleh seorang hipnotis handal sekalipun.

Mitos terakhir yang saya bahas pada artikel ini, yaitu : “Benarkah orang yang dihipnosis dapat menceritakan apapun juga dan melakukan apapun juga  yang diperintahkan oleh sang penghipnotis ?” Jawabannya adalah “Tidak”. Sesuai dengan contoh di atas, sebenarnya seseorang itu dapat masuk ke dalam kondisi hipnosis ketika orang tersebut setuju dan mau untuk masuk ke dalam kondisi hipnosis tersebut. Begitu juga dengan yang ditanyakan dan diperintahkan oleh seorang hipnotis memerlukan persetujuan dari orang yang dihipnosis. Apabila pertanyaan dan permintaan dari penghipnosis tersebut tidak sesuai dengan norma, kepercayaan, prinsip ataupun nilai dasar dari yang dihipnosis, maka orang yang dihipnosis tersebut dapat menolaknya, dan tidak menjawab ataupun melakukan yang diperintahkan oleh seorang hipnotis. Jadi, orang mau menceritakan dan melakukan yang diperintahkan oleh seorang hipnotis karena orang tersebut sudah setuju dan mau untuk melakukannya.

Mitos-mitos tersebut seringkali menyesatkan orang, mengkambinghitaman hipnosis dan membuat pandangan terhadap hipnosis negatif. Padahal kalau hipnosis digunakan dengan benar, banyak sekali manfaat yang didapat. Namun, meskipun seseorang tidak dengan mudah langsung dapat dihipnosis, tetapi Anda tetap perlu waspada. Karena tetap ada beberapa oknum yang mempunyai keahlian menghipnosis menggunakannya untuk tindakan kriminal. Anda perlu tetap waspada, jangan sampai Anda mengijinkan diri Anda, dan mau mengikuti keinginan dari oknum-oknum yang memanfaatkan hipnosis untuk kejahatan.

Blog

Leave a Reply

Leave a Reply