Komunikasi Efektif Untuk Sukses Hidup

Komunikasi Efektif Untuk Sukses Hidup

Kita tentu tahu salah satu kemampuan dasar manusia adalah kemampuan berbicara. Seorang bayi sudah dapat mulai mengeluarkan kata-kata pertamanya sejak usia kurang lebih sembilan bulan. Dan seorang anak sudah dapat berbicara dengan lancar sekitar usia dua tahun. Perkembangan berbicara seorang anak begitu pesat, dari tidak bisa sama sekali, sampai lancar berkata-kata dicapai dalam dua tahun. Dan tentu saja perkembangan pesat dalam hal berbicara ini pasti ada gunanya bagi kehidupan anak tersebut.Seorang bayi yang tidak bisa berbicara, masih menggunakan tangisan untuk menyampaikan keluhannya, karena memang kebutuhan dari bayi tidak banyak.Dan orang tua pun secara intuisi dapat mengerti yang dibutuhkan oleh bayinya tersebut. Tetapi seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, kebutuhan anak pun semakin meningkat. Oleh sebab itu seiring dengan meningkatnya kebutuhan yang dibutuhkan seorang anak, kemampuan anak pun perlu meningkat termasuk dalam hal berbicara.Mungkin waktu bayi, bayi tersebut hanya membutuhkan makanan untuk mengisi perutnya, dan apapun yang diberikan orang tuanya langsung dimakan, tapi setelah tumbuh menjadi seorang anak, anak tersebut mulai memilih makanan-makanan yang disukainya, dan dia mulai mampu mengutarakan keinginannya. Seiring dengan bertambahnya usia, bertambahnya kemampuan, kebutuhan untuk berbicara semakin meningkat.Seiring dengan kebutuhan berbicara yang semakin meningkat, kita harus berkaca dengan kondisi yang ada saat ini, di dalam diri kita, di dalam lingkungan kita, dan di dalam masyarakat kita. Apa yang terjadi saat ini ? Tentu saja Anda dan saya sudah tahu bahwa saat ini di dalam lingkungan dan masyarakat kita sudah banyak terjadi perubahan dalam bidang teknologi dan informasi.

Teknologi dan informasi semakin canggih.Pada lingkungananak-anak, sekarang banyak permainan-permainan elektronik, yang mengasyikan yang dapat dimainkan sendiri tanpa harus berinteraksi dengan orang lain. Orang tua pun saat ini tidak terlalu memikirkan interaksi anak dengan orang lain termasuk orang tuanya sendiri. Orang tua sering kali terlalu sibuk, jarang berbicara pada anak, dan anak selalu dituntut untuk belajar terus tanpa diimbangi dengan kegiatan sosial yang melakukan interaksi dengan orang lain.  Tidak jauh berbeda dengan lingkungan anak, orang dewasa pun sekarang pun terlalu sibuk untuk bekerja menghasilkan uang sehingga interaksi dengan keluarga ataupun teman semakin berkurang. Sekarang pun sudah banyak ditemukan media-media sosial yang mudah diakses melalui alat elektronik seperti telpon genggam ataupun laptop, sehingga pembicaraan dapat dilakukan tanpa harus berinteraksi dan bertatapan langsung dengan orang lain. Tapi apakah hal tersebut baik untuk kesehatan manusia? Apakah hal tersebut dapat mengganti interaksisecara langsung dengan orang lain ? Menurut penelitian yang dilakukan oleh Louann Brizendine seorang ahli neuropiskiatri dan juga penulis buku, mengatakan seorang wanita menggunakan kata sekitar 20000 kata perhari, dan pria menggunakan skitar 7000 kata perhari. Itu adalah rata-rata banyaknya kata yang sebaiknya dikeluarkan oleh orang. Pertanyaan di sini bukan tentang perbandingannya, tetapi apakah anda sudah berbicara sebanyak itu sehari-hari ? Jika belum, apakah baik untuk kesehatan Anda? Anda mungkin dapat menjawabnya sendiri. Namun saat ini Saya  mau memberikan sedikit pendapat. Seseorang dalam hidupnya sehari-hari mempunyai kebutuhan berkata-kata dan berinteraksi langsung dengan orang lain. Kebutuhan  ini ditekankan pada kebutuhan untuk berinteraksi secara langsung, bertatapan langsung dengan lawan bicara kita, saat anda berbicara dengan rekan Anda, keluarga Anda, atau Anak Anda.  Berbicara langsung sangat berbeda dengan berbicara menggunakan tulisan seperti  dalam media-media sosial yang kita punya saat ini. Komunikasi langsung tidak dapat digantikan oleh tulisan karena dengan komunikasi langsung, kita secara alami mengeluarkan emosi-emosi dan perasaan-perasaan yang ada di dalam pikiran kita. Emosi dan perasaan tersebut dapat tersalurkan secara langsung pada lawan bicara kita. Dan dengan adanya penyaluran emosi dan perasaan tersebut, tubuh dapat memproduksi hormon-hormon yang baik bagi pikiran dan tubuh, seperti dopamin, serotonin, endorfin dan hormon lainnya.

Hormon tersebut membantu dalam mengurangi stress dan kecemasan, memberikan rasa senang dan bahagia, dan membantu meningkatkan kekebalan tubuh.Jadi Anda dapat membayangkan apa yang terjadi apabila Anda terus-terusan hanya berkomunikasi dengan media-media sosial tanpa berinteraksi langsung dengan orang lain. Dan tentu saja Anda pun melewatkan keuntungan dari adanya hormon-hormon ini.  Boleh Anda buktikan sendiri bahwa orang yang lebih banyak mendapat stress fisik dan pikirannya adalah orang-orang yang selalu berkutat pada pekerjaannya, pada lingkungan yang terlalu sepi, jarang berinteraksi dengan orang lain dibandingkan dengan orang-orang yang pekerjaannya berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain. Tingkat stress pada kelompok yang pertama pasti lebih besar.

Setelah Anda mengetahui pentingnya berbicara langsung, dan melakukannya,  apakah masalah Anda sudah selesai ? Tentu saja belum tentu. Ada faktor lain yang juga sangat mempengaruhi stress pada pikiran manusia, yaitu sudah benar-benar tersampaikan atau belum pesan yangingin disampaikan oleh seseorang, dan yang kedua apakah orang yang diajak bicara memberikan respon positif pada Anda. Untuk masalah pertama, isi dari pembicaraan yang sampaikan merupakan hal yang penting. Seseorang yang bisa berbicara namun tidak dapat menyampaikan yang ingin dia bicarakan tentu saja akan menambah tingkat stress pikiran orang tersebut. Pertanyaannya, apakah Anda sudah menyampaikan pembicaraan yang sesuai dengan pikiran Anda ? Apabila belum, tentu saja pembicaraan  Anda menjadi tidak memuaskan. YangKedua, respon dari orang yang kita ajak bicara pun sangat penting. Orang yang melihat kita berbicara namun tidak mendengarkan kita tentu saja sangat berbeda dengan orang yang melihat kita, mendengarkan kita, dan memberikan respon yang sesuai dengan pembicaraan kita. Orang yang tidak mau mendengarkan orang lain saat berbicara dengannya tentu saja sungguh menyebalkan, dan justru malah meningkatkan stress pikiran kita. Apakah Anda sudah menemukan orang yang tepat untuk mendengarkan Anda? Apabila belum, tentu saja percuma Anda berbicara dengan orang tersebut, karena pesan yang Anda sampaikan tidak sampai pada orang yang Anda tuju. Dan untuk masalah yang kedua, bisa menjadi bahan introspeksi untuk diri kita sendiri, apakah kita orang yang mau mendengarkan dan memperhatikan orang lain saat ada yang berbicara dan menyampaikan pesan pada kita?Di jaman ini, karena kondisi yang ada memang lebih susah berkomunikasi dan bertatapan langsung dengan orang lain, lebih sulit menyampaikan pesan secara langsung, dan meyampaikannya dengan jujur dan terbuka. Dan tentu saja lebih jarang mendapatkan orang-orang yang benar-benar mau mendengarkan dan memperhatikan kita dengan baik. Namun dengan segala kesulitan itu, bukan tidak mungkin kita dapat memulainya dari diri sendiri di dalam lingkungan kita sendiri. Kita, Anda dan Saya dapat mulai belajar meningkatkan hubungan sosial dengan orang lain.

Mau menyiapkan waktu untuk bertemu dan berbicara secara langsung dengan orang-orang yang kita cintai, keluarga dan teman-teman dekat kita adalah salah satu awal yang baik untuk mulai berinteraksi dengan orang lain. Sangat baik bagi Anda untuk mengurangi kebosanan dan ketegangan dalam rutinitas kesibukan Anda. Begitu juga saat Anda berbicara, sampaikanlah pesan-pesan Anda secara nyata dan terbuka pada lawan bicara Anda. Dengan penyampaian yang baik dan halus Anda dapa mengungkapkan isi hati Anda, dan mungkin malah menghindari salah paham dalam komunikasi Anda. Dan tips yang terakhir, saat Anda berbicara, tentu saja Anda mau didengarkan oleh orang lain, jadi  carilah orang yang tepat untuk mendengar pesan Anda, baik itu curhatan Anda atau lainnya. Dan untuk tips yang terakhir, itupun dapat disampaikan pada Anda untuk menjadi seorang pendengar yang baik saat orang lain perlu berbicara pada Anda.

Jadi, mulailah dari diri sendiri untuk berinteraksi secara langsung dengan orang lain, mulailah dari hal yang kecil untuk jujur dan terbuka menyampaikan pesan yang ingin anda sampaikan, dan mulailah dari sekarang untuk mendengarkan dan memperhatikan orang lain yang sedang berbicara pada Anda.

Sebagai penutup saya ingin mengambil sebuh ‘Quote’ dari seorang biksu yang juga penulis buku yang pernah saya baca, yaitu “ORANG yang TERPENTING adalah orang yang SAAT INI sedang bersama dengan ANDA”.  Jadi, pakailah kesempatan Anda semaksimal mungkin untuk berbicara, mendengarkan dan memberikan perhatian pada setiap orang yang saat ini sedang berhadapan dan berbicara pada Anda, apabila Anda ingin diperlakukan yang sama.

Blog

Leave a Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *