Hidup Bahagia dengan Menghindari 5 Kebiasaan Buruk ini

Hidup Bahagia dengan Menghindari 5 Kebiasaan Buruk ini

Terkadang kita pernah merasa merasa lelah di dalam kehidupan kita. Perasaan tidak berguna muncul saat kita gagal mencapai target. Sakit hati dan kecewa pun timbul. Permasalahannya, apakah kita mau terus tenggelam dengan perasaan negatif tersebut atau tidak ?

Sebagai manusia yang ingin bahagia, tentunya Anda perlu memiliki kebiasaan-kebiasaan yang baik dalam hidup. Berikut ini adalah kebiasaan-kebiasaan buruk yang harus Anda hindari dalam hidup Agar Anda semakin tidak terpuruk , dan juga cara mengatasinya :

  1. Mengeluh

Kita semua pasti pernah mengeluh. Mengeluh tentang pekerjaan dan penghasilan, mengeluh tentang pasangan, mengeluh tentang rekan kerja, bahkan mungkin mengeluh tentang cuaca ataupun orang lain yang bahkan tidak kita kenal. Mengeluh begitu mudah dilakukan saat kita menemukan  hal yang tidak kita senangi. Namun tentu saja saya dan Anda tentu tahu mengeluh bukanlah suatu kebiasaan yang baik.

Mengeluh adalah sebuah kebiasaan yang buruk, namun seringkali tersembunyi atau tidak kelihatan oleh diri sendiri. Mengeluh merupakan kebiasaan buruk yang berbahaya. Kalau kita lihat lebih lanjut sebenarnya mengeluh adalah respon sikap kita yang menunjukan bahwa kita tidak mampu. Mungkin kita tidak mampu untuk berjuang, mungkin kita tidak mampu untuk berpikir, ataupun mungkin kita tidak mampu untuk bersyukur. Maukah Anda terus mengeluh terhadap segala sesuatu dan membiarkan diri Anda terpuruk dalam ketidakmampuan ?

Kalau jawaban Anda tidak, saya berikan  tipsnya. Tips untuk mengatasi sebenarnya sangat sederhana, seperti yang sudah saya katakan diatas, yaitu BERSYUKUR. Bersyukur atas segala sesuatu membuat Anda berhenti untuk mengeluh lebih jauh lagi. Saat Anda mau mengeluh terhadap penghasilan Anda yang kurang, cobalah untuk bersyukur bahwa Anda tidak seperti orang lain yang tidak punya pekerjaan dan penghasilan. Contoh lain, saat Anda mau mngeluh pada pasangan Anda, cobalah untuk bersyukur bahwa Anda masih diberi pasangan yang menyayangi dan peduli pada Anda, sedangkan orang di luar sana ada yang bingung untuk mencari pasangan.

Simpel dan sederhana, cukup lihat apa yang bisa Anda syukuri saat Anda mau mengeluh. Silakan dicoba.

 

  1. Penghargaan yang Kurang terhadap Diri Sendiri

Terkadang kita begitu kagum terhadap kemampuan dan hasil yang diraih oleh orang lain. Orang lain nampak begitu hebat di mata kita. Dan saat Anda bandingkan dengan diri Anda sendiri, Anda mungkin justru melihat diri Anda begitu payah. Pernahkah demikian ?

Kalau Anda pernah memperlakukan diri Anda seperti itu, berarti Anda mungkin mempunyai kebiasaan buruk, yaitu tidak menghargai diri Anda sendiri. Sulit untuk menghargai diri kita sendiri ketika kita merasa di bawah untuk dihargai. Namun masalah sebenarnya, kita tidak perlu orang lain untuk menghargai kita. Sayang terhadap diri sendiri  begitu PENTING, dan kurangnya rasa sayang terhadap diri sendiri akan membuat Anda merasa marah dan tidak berguna.

Ketika Anda sepenuhnya menerima dan mencintai diri sendiri, berarti  Anda siap membuka dunia baru yang lebih baik di dalam diri Anda. Di saat orang lain memperlakukan Anda dengan buruk, menghina Anda, atau menjatuhkan Anda, Anda tetap masih mempunyai pendukung, yaitu Anda sendiri. Rasa sayang pada diri Anda sendiri meningkatkan kepercayaan diri dan tentunya membawa kebahagiaan bagi diri Anda sendiri.

  1. Khawatir Terlalu Banyak

Khawatir adalah salah satu emosi yang selalu ada di dalam hidup setiap orang. Emosi khawatir ini adalah emosi yang selalu diperjuangkan untuk diatasi oleh orang-orang dalam setiap waktu. Kita seringkali khawatir tentang hal-hal yang akan terjadi, mungkin buruk atau mungkin merugikan kita.  Khawatir yang berlebihan kemudian menimbulkan kecemasan. Dan pada saat terjadi kecemasan, seringkali kita itdak dapat melakukan apa yang ingin kita capai, tujuan kita. Akhirnya justru malah merugikan diri kita sendiri.

Apakah Anda mau seperti itu ? Apabila tidak, lakukanlah tips berikut.

Pada saat Anda mulai khawatir tentang hal-hal yang telah atau belum terjadi, cobalah untuk rileks, Anda boleh mencari tempat duduk yang nyaman dan ambil selembar kertas dan pulpen. Kemudian tulis yang Anda rencanakan, dan tulis tiga kemungkinan hasil yang baik dari rencana Anda. Tulislah sambil membayangkan rencana Anda yang sukses tersebut. Saat Anda merasakan perasaan bahagia pasti Anda langsung merasa lebih produktif dan yakin dengan rencana Anda. Menulis memiliki efek menenangkan diri dan membayangkan memiliki efek memunculkan emosi positif. Saat Anda melakukan keduanya, sudah dapat dipastikan rasa khawatir Anda akan berkurang.

 

  1. Rasa Takut kehilangan

Kadang-kadang hidup kita dipenuhi dengan kekacauan. Dan kekacauan seringkali membawa ketakutan pada diri kita. Salah satu yang dapat menghambat kita untuk bahagia adalah ketakutan akan kehilangan, kehilangan sesuatu barang, kehilangan orang yang kita cintai, atau dapat juga kehiangan diri kita sendiri. Kehilangan merupakan sesuatu yang ditakuti karena orang seringkali tidak siap untuk merasakannya, dan perasaan yang muncul pastinya rasa sedih. Hanya sedikit orang yang bisa menerima kesedihan saat sesuatu yang dicintainya hilang.

Sebenarnya adalah hal yang normal kalau seseorang mengharapkan barang atau orang yang dicintai selalu bersama dirinya. Namun, untuk bahagia bukan seperti itu. Karena dapat dipastikan apapun yang kita cintai, pasti akan hilang dan pergi.

Ada dua tips untuk mengatasi takut kehilangan, yang pertama adalah sadar, bahwa ada kekuatan yang lebih besar dari pada kita, yaitu Tuhan yang mengatur seluruh hidup kita, termasuk diri kita sendiri. Kalau kita bisa memahami hal ini, tentunya apa yang terjadi di dalam hidup kita termasuk kehilangan yang kita cintai adalah kehendak dari yang di atas. Setelah menyadari hal ini, belajarlah untk merelakan.

Tips yang kedua, karena kita mengetahui apapun yang kita cintai pasti diambil kembali oleh yang punya, yaitu Tuhan, maka lakukanlah yang terbaik saat barang atau orang yang kita cintai masih ada di sebelah kita. Rawatlah dan jagalah sewaktu barang atau orang yang memang benar-benar kita cintai masih ada, sehingga pada saatnya tiba, barang atau orang yang kita cintai harus pergi, kita tidak menyesal karena sudah melakukan tindakan yang baik.

  1. Terlalu banyak Iri Hati atau Cemburu

Orang terkadang merasa orang lain lebih hebat, atau mungkin lebih beruntung. Perasaan ini perlahan-lahan bisa menimbulkan perasaan iri hati dan cemburu. Bahaya saat anda iri hati dan cemburu, justru fokus Anda berubah. Anda justru mencari cara untuk mengalahkan atau menjatuhkan orang yang Anda cemburui tersebut, bukannya fokus pada pengembangan diri Anda sendiri. Akhirnya orang yang Anda cemburui tetap terus maju, dan Anda sendiri tetap jalan di tempat.

Perasaan iri hati dan cemburu ini harus segera diatasi, agar Anda bisa fokus kembali dengan tujuan Anda. Tips bagi Anda untuk meghilangkan rasa cemburu yang pertama adalah bersyukur. Bersyukur adalah cara yang paling tepat menghilangkan rasa cemburu. Dengan bersyukur Anda sadar bahwa Anda pun memiliki kelebihan, sehingga tidak perlu bagi Anda untuk cemburu pada orang lain.  Menjadikan bersyukur menjadi kebiasaan Anda, pastinya Anda dapat menghilangkan rasa iri hati dan cemburu.

Tips yang kedua, adalah fokus dan selalu arahkan pikiran Anda pada tujuan Anda. Tujuan Anda jauh lebih penting dari pada mengurusi iri hati pada orang lain. Saat Anda fokus pada tujuan Anda, waktu Anda untuk iri hati dan cemburu pada orang pasti akan berkurang, dan akhirnya kebahagiaan mendatangi Anda.

Dalam diri setiap orang pasti ada yang namanya pikiran negatif, dan saya yakin  salah satu dari poin di atas ada di dalam diri Anda. Meskipun demikian, walalupun pasti ada pikiran negatif yang saya jelaskan di atas di dalam pikiran Anda, namun belajarlah untuk selalu mencari solusinya, salah satunya adalah tips-tips yang saya berikan di atas. Selamat mencoba.

Blog

Leave a Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *