Ciri dan Bahaya Kelainan Perilaku yang Terjadi Pada Anak

Ciri dan Bahaya Kelainan Perilaku yang Terjadi Pada Anak

Kelainan perilaku atau Behavioral Disorder sering juga disebut Distruptive Behavioral Disorder, adalah suatu gangguan perilaku yang biasanya menjadi alasan orang tua untuk membawa anaknya ke terapis kesehatan mental. Behavioral Disorder pada umumnya terjadi pada anak-anak, tetapi menutup kemungkinan terjadi juga pada orang dewasa.  Jika gangguan perilaku ini terjadi pada masa kanak-kanak dan terus dibiarkan tanpa penanganan yang tepat dan serius maka akan menimbulkan efek yang negatif di masa depan, seperti sulitnya mendapatkan pekerjaan atau menjalin hubungan sosial.

Ciri ciri dari anak atau orang dewasa yang memiliki kelainan perilaku atau behavioral disorder, antara lain :

  1. Mudah terganggu atau mudah gugup
  2. Sering terlihat marah
  3. Menolak untuk mengikuti aturan atau mempermasalahkan aturan
  4. Berdebat dan menunjukan kemarahan dengan mengamuk
  5. Kesulitan dalam mengendalikan rasa kekecewaan
  6. Terkadang muncul gejala fisik, seperti: demam, ruam, sakit kepala, gemetaran, ujung jari menghitam, mata merah

Tipe atau jenis dari behavioral disorder, antara lain :

  1. ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)
  2. Kelainan emosi
  3. Kecemasan
  4. Perilaku yang mengganggu atau membahayakan

ADHD adalah suatu kondisi  individu yang mengalami kesulitan  dalam berkonsentrasi dan fokus secara benar, termasuk sulit mengendalikan perilaku bergerak yang menyebabkan adanya hiperaktif. Berdasarkan beberapa penelitian ADHD lebih sering terjadi pada anak laki laki dibanding dengan anak perempuan.

Kelainan emosi atau Emotional Behavioral Disorder adalah suatu gangguan perilaku yang disertai dengan gangguan emosi. Gangguan ini berpengaruh pada kemampuan seorang anak untuk bahagia, mengendalikan emosi dan mempertahankan perhatian di dalam kelas.

Gejala dari Emotional Behavioral Disorder, antara lain :

  1. Bertindak atau mengeluarkan emosi yang kurang tepat pada suatu kondisi yang seharusnya normal
  2. Kesulitan dalam belajar yang disebabkan selain dari gangguan faktor kesehatan atau fisik
  3. Kesulitan dalam menjalin hubungan interpersonal baik dengan guru maupun dengan teman sebaya,
  4. Perasaan yang muncul umumnya adalah perasaan tidak senang atau tertekan
  5. Perasaan ketakutan yang berhubungan dengan kecemasan
  6. Oppositional Defiant Disorder (ODD) yaitu suatu keadaan perilaku yang ditandai dengan perilaku yang bertentangan atau selalu menimbulkan pertentang Perilaku ini merupakan perilaku yang kurang kooperatif pada anak-anak, bahkan menunjukan sikap yang secara sengaja mengganggu orang-orang yang berwenang seperti guru atau mentor.
  7. Sering terjadi kecemasan.

Kecemasan dalam kehidupan merupakan kondisi yang normal terjadi. Kita sering mengalami kecemasan terhadap hal-hal tertentu, namun biasanya dapat diatasi. Walaupun demikian, kecemasan bagi beberapa orang sangat mempengaruhi bahkan mengganggu kehidupan sehari harinya. Salah satu contoh yang dapat diakibatkan oleh kecemasan, yaitu insomnia. Insomnia  merupakan gangguan susah tidur yang muncul dari kecemasan dan dapat berpengaruh buruk pada kinerja di kantor atau di sekolah.

Berikut ini adalah beberapa contoh dari kecemasan :

  • Post traumatic stress disorder, yaitu kecemasan yang disebabkan oleh trauma pikiran yang terjadi di masa lalu. Kecemasan ini terjadi karena tekanan mental akibat trauma pikiran.
  • Generalized anxiety disorder, yaitu gangguan suasana hati yang ditandai oleh banyaknya kekhawatiran.
  • Panic disorder, suatu serangan panik yang terjadi karena adanya ketakutn yang berlebihan.
  • Obsessive compulsive disorder (OCD), yaitu gangguan kecemasan yang berhubungan dengan perilaku yang mengharus kan dilakukan berulang secara terus menerus meskipun individu tersebut menyadari akan adanya hasil negatif yang akan di timbulkan. Tindakan yang dilakukan berulang-ulang ini hanyalah sebagai penghilang stress sementara, dan jika tidak ditangani secara serius kelainan ini akan berdampak buruk pada kehidupannya dimasa yang akan datang.

Perilaku yang membahayakan dari behavioral disorder adalah perilaku-perilaku yang dapat mencelakakan diri sendiri ataupun orang lain.  Perilaku membahayakan ini, antara lain memukul orang,  berkelahi, atau mungkin menyakiti diri sendiri dengan sering memukulkan  kepala sendiri  ke tembok.

Penyebab dari behavioral disorder

Kelainan perilaku atau behavioral disorder disebabkan oleh banyak faktor, seperti :

Penyebab biologis, diantaranya :

  • Penyakit fisik atau disabilitas
  • Kurang gizi
  • Kerusakan otak
  • Faktor keturunan

Penyebab lainnya, antara lain:

  • Perceraian atau kejadian buruk yang memicu emotional
  • Tidak konsisten atau gaya berdisiplin yang tidak sehat
  • Sikap buruk terhadap pendidikan atau sekolah

 

Penanganan atau Terapi Behavioral Disorder

Dibutuhkan penanganan atau terapi yang tepat untuk menangani seorang anak yang mengalami gangguan perilaku ini agar tidak membahyakan diri sendiri dan juga orang lain. Penanganan yang tepat secara dini  pun diperlukan agar masa depan seorang anak tidak terganggu.

Penanganan Behavioral Disorder ini dlihat dari sisi medis maupun sisi psikologis seorang anak. Apabila ada gangguang dari fisik ataupun medis, seorang anak yang mengalami behavioral disoder ini dapat dirujuk ke dokter untuk mendapatkan obat-obatan oral atau suntik. Sedangkan penanganan dari sisi psikologisnya, seorang anak dengan behavioral disorder dapat mengikuti terapi psikologi ataupun hipnoterapi.

Blog

Leave a Reply

Leave a Reply