Arti kebahagiaan

Arti kebahagiaan

Blog

Seekor anak kelinci yang masih labil pergi keluar sarangnya untuk mengetahui arti dari
kebahagiaan yang sebenarnya. Dia pergi ke tengah hutan dan bertanya pada singa
“Kebahagiaan adalah semua anggota keluarga selalu berada disisi kita” kata sang raja hutan.
Lalu dia masih belum mengerti dan bertanya kepada seekor macan tutul “Kebahagiaan
adalah orang yang kamu cintai juga mencintaimu” kata si macan tutul. Dengan sangat girang
namun masih belum paham, anak kelinci itu kembali ke sarangnya. Dia memberitahu
jawaban arti kebahagiaan pada ibunya. “Tapi aku masih belum mengerti arti kebahagiaan
bu” kata anak kelinci itu pada ibunya. Lalu ibu kelinci tersebut berkata “Padahal hari ini itu
kamu sedang bahagia nak. Kamu masih beruntung tidak diterkam oleh mereka dan masih
bisa kembali pulang dengan selamat”.
Jadi hikmah yang dapat kita ambil dari cerita diatas adalah : Sesungguhnya kebahagiaan
itu hadir tanpa kita ketahui, maka dari itu kebahagiaan yang sesungguhnya adalah
BERSYUKUR.

Bolehkah bayi dipijit?

Bolehkah bayi dipijit?

Tanya Terapis

JAWABAN :
Sejak dulu, pijat pada bayi dipercaya memiliki banyak manfaat. Terlebih lagi pada bayi prematur atau
yang lahir via operasi caesar, yang bisa mengalami shock ketika lahir. Yang pasti, pijat memberi
sentuhan yang menenangkan, serta mengingatkan bayi akan rasa nyaman saat berada dalam
kandungan mama. Manfaat lain dari pijit bagi bayi :

  • Membuatnya jadi jarang sakit, tidur lebih nyenyak dan makan lebih baik. Juga pencernaan
    bayi akan lebih lancar.
  • Mempererat kedekatan (bonding) antara anak dan orang tua serta membuat bayi merasa
    lebih nyaman.
  • Memperlancar peredaran darah serta membuat kulit bayi terlihat lebih sehat.
  • Bayi yang sering dipijat jarang mengalami kolik, sembelit, dan diare.
  • Membuat otot-otot bayi lebih kuat dan koordinasi tubuhnya lebih baik.
  • Bertumbuh menjadi anak yang lebih riang dan bahagia. Selain itu, ia akan jarang rewel dan
    tantrum.

Anda bisa memijat sendiri si kecil setelah belajar dari pakarnya. Kini sejumlah rumah sakit,
khususnya rumah sakit ibu dan anak. ~berbagaisumber

Apakah penyebab rasa seperti terjatuh saat baru tertidur?

Apakah penyebab rasa seperti terjatuh saat baru tertidur?

Tanya Terapis

PERTANYAAN :

Apakah penyebab rasa seperti terjatuh saat baru tertidur?

JAWABAN :

Saat tubuh sudah lelah dan ingin segera tertidur nyenyak, terkadang sesaat sebelum terlelap
mendadak anda merasa kaget karena merasakan sensasi terjatuh. Sentakan atau kejang semacam
itu mungkin pernah anda alami. Para pakar menyebutkan fenomena itu sebagai awal tidur atau
hypnic jerk. Tidak perlu panik karena sentakan seperti itu adalah hal yang umum. Sekitar 70% orang
pernah mengalaminya. Ada yang langsung tertidur lagi, tapi ada yang justru kembali segar karena
rasa kantuk hilang akibat kaget. Seorang pakar tidur mengatakan bahwa rasa ingin jatuh itu terjadi
karena sistem saraf kita sedang berubah menjadi mode tidur. “karena tubuh sudah mulai rileks,
detak jantung melambat, suhu tubuh juga turun, dan tekanan otot berubah, sehingga mudah
mengalami kejutan”. Penjelasan lainnya, otak kita sering kali sudah lebih dulu tertidur sebelum
tubuh kita, dan hal ini menyebabkan otak salah mengartikan otot-otot yang rileks sebagai tanda kita
sedang terjatuh. Untuk menghindarinya, tidurlah secara rutin 7-8 jam setiap malam.
~berbagaisumber

Mengenal Tantrum pada Balita

Mengenal Tantrum pada Balita

Blog

Mengenal Tantrum pada Balita

Apakah si kecil Anda saat ini mudah sekali marah? Tenang, itu hanyalah kemarahan sesaat. Perkembangan emosionalnya sedang memasuki babak baru dalam kehidupannya. Bimbinglah mereka dan berikanlah kasih sayang Anda secara tulus.

Dari beberapa sumber yang saya baca, tantrum ternyata hanyalah suatu kondisi emosional yang umum dialami oleh anak-anak usia 1-4 tahun, terjadi pada anak-anak yang belum mampu menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan rasa frustrasi mereka akibat tidak terpenuhinya keinginan mereka, atau hanya sekedar ingin untuk mendapatkan perhatian dari orang tuanya saja.

Untuk lebih jelasnya simak pembahasan berikutnya…

Pengertian Tantrum

Tantrum adalah masalah perilaku yang umum dialami oleh anak-anak prasekolah

yang mengekspresikan kemarahan mereka dengan tidur di lantai, meronta-ronta, berteriak

dan biasanya menahan napas. Tantrum adalah bersifat alamiah, terutama pada anak yang belum

bisa menggunakan kata dalam mengungkapkan rasa frustrasi mereka (Fetsch & Jacobson, 1988).

Suatu ledakan emosi kuat sekali, disertai rasa marah, serangan agresif, menangis, menjeritjerit,

menghentak-hentakkan kedua kaki dan tangan ke lantai atau tanah (Chaplin, 1981).

Tantrum biasanya terjadi pada anak yang aktif dengan energi berlimpah. Tantrum juga lebih mudah  terjadi pada anak-anak yang dianggap “sulit”, dengan ciri-ciri memiliki kebiasaan tidur, makan dan buang air besar tidak teratur, sulit menyesuaikan diri dengan situasi, makanan dan orang-orang baru, lambat beradaptasi terhadap perubahan, suasana hati (moodnya) lebih sering negatif, mudah terprovokasi, gampang merasa marah atau kesal dan sulit dialihkan perhatiannya (Tasmin,2001). Kebanyakan tantrum terjadi di tempat dan waktu tertentu. Biasanya di tempat-tempat publik setelah mendapatkan kata “tidak” untuk sesuatu yang mereka inginkan. Tantrum biasanya berhenti saat anak mendapatkan apayang diinginkan (Tavris, 1989).

Tantrum Sebagai Sesuatu yang Alamiah

Secara tipikal tantrum mulai terjadi pada saat anak mulai membentuk sense of self.

Pada usia ini anak sudah cukup untuk memiliki perasaan “me” dan “my wants”, tetapi mereka

belum memiliki keterampilan yang memadai bagaimana cara memuaskan keinginan mereka

secara tepat. Tantrum puncaknya pada usia 2-4 tahun yakni sekitar 23-80 % (Fetsch & Jacobson, 1998). Potegal dan Davidson (2003) menggambarkan usia dan prosentase anak yang mengalami tantrum. Anak yang berusia 18 -24 bulan sebanyak 87 %, usia 30 -36 bulan sebanyak 91% dan usia 42–48 bulan sebanyak 59%. Durasi rata-rata tantrum berdasarkan usia adalah 2 menit untuk anak yang berusia 1 tahun, 4 menit untuk anak yang berusia 2 -3 tahun dan 5 menit pada anak yang berusia 4 tahun. Dalam seminggu terjadi 8 kali mengalami tantrum untuk anak yang berusia 1 tahun, 9 kali pada anak yang berusia 2 tahun, 6 kali pada anak yang berusia 3 tahun dan 5 kali pada anak yang berusia 4 tahun. Data ini diperkuat oleh Mireault dan Trahan (2007) dalam sebuah penelitiannya yang menemukan bahwa dari 33 orangtua yang menjadi objek penelitiaan terdapat 26 orang (79 %) melaporkan anaknya sering mengalami tantrum dengan durasi berkisar antara 2 sampai 75 menit.

Data ini menunjukkan bahwa perilaku tantrum adalah sebuah persitiwa yang umum dialami oleh anak, sehingga orangtua tidak perlu terlalu risau jika menghadapi anak yang seperti ini. Terpenting adalah bagaimana orangtua atau pengasuh untuk dapat mengontrol emosi dan mengambil tindakan yang tepat.

Penyebab Terjadinya Tantrum

Tasmin (2002) mengemukakan bahwa beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya tantrum pada anak. Seperti,terhalangnya keinginan anak mendapatkan sesuatu, adanya kebutuhan yang tidak terpenuhi. Misalnya sedang lapar, ketidakmampuan anak mengungkapkan atau mengkomunikasikan diri dan keinginannya sehingga orangtua meresponnya tidak sesuai dengan keinginan anak. Pola asuh orangtua yang tidak konsisten juga salah satu penyebab tantrum; termasuk jika orangtua terlalu memanjakan atau terlalu menelantarkan anak. Saat anak mengalami stres, perasaan tidak aman (unsecure) dan ketidaknyaman (uncomfortable) juga dapat memicu terjadinya tantrum. Penyebab tantrum erat kaitannya dengan kondisi keluarga, seperti anak terlalu banyak mendapatkan kritikan dari anggota keluarga, masalah perkawinan pada orangtua, gangguan atau campur tangan ketika anak sedang bermain oleh saudara yang lain, masalah emosional dengan salah satu orangtua, persaingan dengan saudara dan masalah komunikasi serta kurangnya pemahaman orangtua mengenai tantrum yang meresponnya sebagai sesuatu yang menganggu dan distress (Fetsch & Jacobson, 1998).

Bentuk-bentuk Perilaku Tantrum

Tavris (1989) melihat bentuk tantrum berdasarkan proses pembentukannya yang dapat dibedakan dalam 3 tahapan, yakni tahap pemicu (trigger), tahap respon dan tahap pembentukan.

Tahap pemicu tampak pada saat anak diserang, dikritik atau diteriaki oleh orangtua atau saudara dengan sesuatu yang menyakitkan atau menjengkelkan. Kemudian, anak merespon kritikan tersebut secara agresif dan destruktif. Jika perilaku agresi yang dimunculkan oleh anak tersebut mendapatkan reward dari penyerang (attacker) dengan menjadi diam atau berhenti mengkritik, maka taktik ini dianggap berhasil. Disinilah anak akan mulai belajar membentuk perilaku tantrum sebagai senjata untuk melawan segala bentuk serangan dari lingkungannya.

Dryden (2007) melihat perilaku tantrum berdasarkan arah agresivitasnya, yakni diarahkan keluar dan agresivitas yang diarahkan ke dalam dirinya. Perilaku agresivitas yang diarahkan keluar, misalnya anak menampilkan agresi dengan merusak objek disekitarnya seperti mainan, perabot rumah tangga, bendabenda elektronik dan lain-lain. Selain pada benda, agresivitas juga ditunjukan dalam bentuk kekerasan kepada orangtua, saudara, kawan maupun orang lain dengan cara mengumpat, meludahi, memukul, mencakar, menendang serta tindakan lainnya yang bermaksud menyakiti orang lain. Perilaku agresif yang diarahkan kedalam diri, misalnya menggaruk kulit sampai berdarah, membenturkan kepala ke tembok atau ke lantai, membantingkan badan ke lantai, mencakar muka   memaksa diri untuk muntah atau batuk dan sebagainya.

Sementara itu, Tasmin (2002) membedakan bentuk perilaku tantrum berdasarkan kecenderungan bentuk perilaku yang dimunculkan anak berdasarkan usia,yakni usia kurang dari tiga tahun, usia tiga sampai empat tahun dan usia di atas lima tahun. Adapun bentuk perilaku tersebut dapat kita lihat sbb :

  • < 3 TAHUN (A)
  • Menangis
  • Menggigit
  • Menendang
  • Menjerit
  • Memekik-mekik
  • Melengkungkan punggung
  • Melempar badan ke lantai
  • Memukul-mukulkan tangan
  • Menahan nafas
  • Membentur-benturkan kepala
  • Melempar-lempar barang
  • 3– 4 TAHUN (B)
  • Selain perilaku A
  • Perilaku-perilaku tersebut diatas
  • Menghentak-hentakan kaki
  • Berteriak-teriak
  • Meninju
  • Membanting pintu
  • Mengkritik
  • >5 TAHUN

Selain Perilaku A dan B Juga:

  • Memaki
  • Menyumpah
  • Memukul kakak/adik atau temannya
  • Mengkritik diri sendiri
  • Memecahkan barang

Dikutip dari Children’s Hospital of Philadelphia, berikut ini adalah petunjuk yang paling tepat dan bermanfaat tentang cara mengatasi temper tantrum:

  • Tetap tenang.
  • Terus lakukan kegiatan anda. Abaikan anak sampai dia lebih tenang dan tunjukkan aturan yang sudah disepakati bersama.
  • Jangan memukul anak Anda. Lebih baik mendekapnya dalam pelukan sampai ia tenang.
  • Cobalah untuk menemukan alasan kemarahan anak Anda.
  • Jangan menyerah pada kemarahan anak. Ketika orang tua menyerah, anak-anak belajar untuk menggunakan perilaku yang sama ketika mereka menginginkan sesuatu.
  • Jangan membujuk anak Anda dengan imbalan yang lain untuk menghentikan kemarahannya. Anak akan belajar untuk mendapatkan imbalan.
  • Arahkan perhatian anak pada sesuatu yang lain.
  • Singkirkan benda-benda yang berpotensi berbahaya dari anak Anda.
  • Berikan pujian dan penghargaan perilaku bila tantrum telah selesai.
  • Tetap jaga komunikasi terbuka dengan anak Anda.

Kesimpulannya, temper tantrum bukanlah suatu penyakit berbahaya, namun jika orang tua membiarkannya berlarut-larut dan tidak pernah memberikan solusi yang benar kepada anak, maka perkembangan emosional anak dapat terganggu. Ketika anak Anda sedang menunjukkan gejala-gejala tantrum, tetaplah tenang karena keahlian Anda dalam mengatasi tantrumnya sedang diuji. Bahagia serta berbangga hatilah menjalani profesi Anda sebagai orang tua, bantulah putra-putri Anda agar dapat tumbuh menjadi orang-orang yang mampu mengendalikan emosinya dengan baik suatu hari nanti.

#dikutipdaribeberapasumber

Efek Negatif Mengeluh

Efek Negatif Mengeluh

Blog

Efek Negatif Mengeluh

Seorang manusia pasti tidak luput dari sebuah masalah, mungkin masalah pekerjaan, masalah pendidikan, masalah keluarga, ataupun masalah-masalah lainnya. Saat menghadapi masalah tentunya, respon yang dikeluarkan setiap orang berbeda. Ada yang bisa menerima dengan lapang dada, ada yang menerimanya sebagai sebuah tantangan, atau bahkan ada yang tertekan dan mengeluh.

Mengeluh adalah sebuah reaksi negatif yang keluar karena adanya suatu permasalahan. Ketika seseorang mendapat sebuah masalah dan merasa kesusahan, merasa  sedih atau merasa masalah yang dihadapi  tidak sesuai dengan keinginan keluarlah reaksi mengeluh. Mengeluh adalah salah satu refleks dari diri untuk menolak permasalahan yang ada di depan. Mengeluh dilakukan seseorang secara tanpa sadar. Bisa secara spontan atau lewat perbincangan bersama teman yang biasa disebut curhat.

Mengapa seseorang mengeluh ?

Seseoang akan mulai mengeluh ketika menghadapi suatu permasalahan atau situasi yang rumit. Kadangkala kita ingin meluapkan rasa marah atau rasa ketidakpuasan. Tapi bisa juga seseorang mengeluh untuk mengharapkan simpati atau mendapatkan pengakuan dari sekitarnya dengan cara mengeluh.

Sebenarnya seseorang boleh saja mengeluh  terhadap dirinya sendiri ataupun orang lain.  Asalkan tidak terlalu sering dan tidak mengeluhkan setiap hal kecil yang terjadi di hidup. Dengan kemajuan jaman dan perkembangan media sossial belakangan ini memudahkan seseorang untuk melakukan curhat dan langsung membaginya tanpa memikirkan dampak yang dapat timbul.

Perlu Anda ketahui bahwa mengeluh terlalu banyak ternyata bisa berdampak negatif pada diri sendiri dan juga orang lain. Berikut ini efek negatif dari terlalu banyak mengeluh :

1.Mengeluh Memperpendek Usiamu

Seseorang yang terlalu sering mengeluh bahkan hanya karena hal sepele selalu tidak merasa puas kalau belum mengeluh. Mengeluh inilah, mengeluh itulah, mengeluh pada siapa saja dan dimana saja. Terkadang orang berpikir mengeluh itu akan meringankan beban hidupnya padahal pada kenyataannya tidak, dan bahkan justru memperberat hidupnya sendiri.  Dan yang paling penting Anda ketahui, ternyata mengeluh dapat  berdampak buruk bagi kesehatan Anda.. Orang yang gemar mengeluh biasanya berusia tiga kali lebih pendek dari orang yang bisa menikmati hidupnya. Dari sebuah survei, orang yang jarang mengeluh memiliki masa hidup  9-10 tahun lebih lama dibanding mereka sering mengeluh.

2.Mengeluh Hanya Memperburuk Keadaan

Orang yang sering mengeluh biasanya lupa untuk bertindak. Mereka yang senang mengeluh hanya fokus pada keluhannya saja tanpa mau mencari solusi terhadap permasalahannya.  Padahal hanya mengeluh saja tanpa berbuat apa-apa tidak akan menyelesaikan masalahmu. Mengeluh justru akan membuatmu semakin frustasi. Mengeluh hanya akan menjadikanmu sebagai manusia sinis dan pesimis terhadap semua permasalahan dan pengalaman hidup. Penderitaan yang dirasakan akan menimbulkan stress dan depresi berkepanjangan. Hasilnya justru hanya akan memperburuk keadaan diri sendiri saja.

3.Mengeluh Itu Menular

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Kent di Inggris menemukan bahwa mengeluh kepada orang lain hanya akan membuat suasana hati orang yang mendengar atau melihatnya menjadi sama buruknya atau justru lebih buruk dari orang yang mengeluh. Seseorang yang mendengar atau melihat keluhan  orang lain secara tanpa sadar ikut memasukkan keluhan-keluhannya ke dalam percakapan sebagai upaya untuk merespon keluhan yang dibicarakan padanya. Pada akhirnya pembicaraan yang terjadi hanyalah pembicaraan mengeluh satu sama lain. Meskipun mengeluh mungkin dipikir dapat mengurangi beban namun berhati-hatilah mungkin justru dapat keluhanmu menularkan hal negatif kepada orang disekitarmu dan meperburuk keadaan.

4.Mengeluh Dapat Menambah Masalah Baru

Kemajuan teknologi terutama media sosial menjadi sarana atau tempat mengeluh paling mudah. Setiap orang dapat menulis apapun yang ada di dalam pikirannya tanpa memikirkan dampaknya terlebih dahulu. Menyebut nama seseorang yang membuatmu kesal atau menyertakan merk dan nama sebuah instansi dalam sebuah keluhan yang  ditulis dalam status facebookmu dapat membuat masalah baru bagi dirimu sendiri. Kelihatannya memang sepele namun hal ini bisa memicu masalah besar. Kamu bisa terjerat kasus hukum apabila seseorang, merk atau instansi tidak terima dan menuntutmu dengan tuduhan pencemaran nama baik.

5.Mengeluh Membuat Diri Sendiri Terlihat Buruk

Mengeluh di media sosial juga akan membuat orang-orang di sekitarmu tahu keburukanmu dan kekuranganmu. Orang akan tahu bahwa kamu tidak mampu menyelesaikan masalahmu sendiri malah curhat pada orang lain. Kamu akan terlihat kurang bersyukur dan mudah putus asa. Hal ini dapat membuat orang lain meremehkanmu, menganggapmu lemah dan mungkin menjadi malas berteman denganmu.

Itulah beberapa efek negatif mengeluh yang dapat terjadi apabila seseorang  terlalu sering mengeluh tanpa mencarai solusi penyelesaian masalah. Tentu sebagai manusia biasa kadangkala kesusahan menghadapi sebuah masalah yang memang berat, dan secara refleks mengeluarkan keluhan. Namun harus juga diingat, terlalu sering mengeluh pun hanya akan memperburuk keadaan tanpa solusi. Pertanyaan sekaligus jawaban yang dapat Anda pakai untuk mengatasi keluhan Anda adalah “Kenapa tidak mulai bersyukur?” Bersyukur terhadap segala sesuatu yang sudah Anda punyai mungkin adalah sebuah solusi daripada mengeluh terhadap segala sesuatu yang belum Anda punyai. Mulailah bersyukur dan berhenti mengeluh. Lebih baik mencari cara dan solusi untuk menyelesaikan masalah daripada hanya mengeluh.

Efek Negatif Prasangka Buruk Terhadap Orang lain

Efek Negatif Prasangka Buruk Terhadap Orang lain

Blog

Efek Negatif Prasangka Buruk Terhadap Orang lain

Sebagai seorang manusia, kita tidak luput dari perhitungan. Hitung-menghitung apa yang baik bagi diri kita, apa yang buruk bagi diri kita. Kebiasaan menghitung ini tanpa disadari membentuk sebuah kebiasaan baru. Menilai orang lain atau membanding-bandingkan kehidupan seseorang dengan standar yang kita miliki menjadi sebuah kebiasaan di masa kini. Kehidupan saat ini yang serba susah dan banyak kekurangan membuat kebiasaan membandingkan diri terhadap orang lain semakin kuat.

Pada dasarnya mungkin bagus apabila setelah kita membandingkan diri kita yang masih kekurangan menjadi termotivasi untuk meraih kesuksesan. Namun kalau Anda terlalu sibuk membandingkan, itulah yang menjadi masalah, kebiasaan ini tidak dapat memajukan kehidupan anda sebab hanya akan mengganggu kemampuan untuk berkonsentrasi dan fokus pun hilang. Jika ini terus terjadi maka kehidupan anda tidak dapat berlangsung secara lebih efisien dan efektif.

Tindakan terlalu sering menilai orang secara sembarang adalah sebuah pemborosan waktu. Walalupun begitu, kebanyakan orang justru malah menjadikannya sebuah hobi untuk dibicarakan bersama teman-teman. Padahal mereka tidak menyadari bahwa penilaian yang terburu-buru terhadap seseorang dapat beresiko mengalami bias atau tidak sesuai dengan kenyataan. Pada akhirnya, hal tersebut hanya akan menambah-nambah dosa dan kesalahan anda sendiri.

Prasangka buruk atau penilaian yang dilakukan secara sembarangan tidak ada faedahnya, baik kepada penilai apalagi terhadap orang yang dinilai. Ini lebih cenderung kepada membanding-bandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain. Sadar atau tidak sadar ngerumpi dan ngegosip yang anda tekuni dengan teman-teman adalah sarana untuk menumbuhkan rasa iri di dalam hati. Jika kebiasaan ini terus dilanjutkan  suatu saat anda akan tidak puas dan tidak bahagia dengan diri sendiri sekaligus juga dapat mengganggu hubungan baik anda dengan orang lain.

Prasangka buruk atau penilaian secara subjektif yang buruk terhadapa orang lain dapat memberikan

Efek negatif bagi orang yang melakukannya, antara lain :

  1. Mengganggu konsentrasi dan fokus terhadap pekerjaan (aktivitas) sendiri.

Jika anda terlalu sibuk untuk memikirkan dan membicarakan kejelekan orang lain, kapan pekerjaan Anda akan selesai? Pekerjaan yang seharusnya sudah selesai malah membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membereskannya karena selalu tertunda. Ditambah lagi ketika prasangka buruk tersebut masuk ke dalam hati, maka sudah pasti konsentrasi berpikir Anda terganggu dan pikiran cenderung negatif terus. Dan kemungkinan yang lebih berbahaya lagi, fokus Anda pun pecah sehingga dapat menyebabkan kecelakaan saat kerja akibat pikiran yang  acak-acakan dan mengganggu.

  1. Pemborosan energi, waktu dan kesempatan.

Prasangka buruk dan membanding-bandingkan orang lain dengan diri sendiri hanyalah memboroskan energi, waktu dan kesempatan. Daripada menggunakan energi, waktu dan kesempatan yang anda peroleh dalam kehidupan sehari-hari untuk hal yang negatif lebih baik melakukan hal-hal yang positif untuk kebaikan hidup anda.

Ada keyakinan masyarakat yang mengatakan bahwa “waktu adalah uang”. Lebih baik anda melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk membuat kehidupan lebih bernilai daripada melakukan hal negatif semacam ini.

  1. Prasangka Buruk Hanyalah Melatih Iri Hati dan Dengki

Secara Sadar atau tidak, kebiasaan menilai orang lain beresiko untuk membangun dan membentuk rasa iri di dalam hati anda. Membanding-bandingkan yang satu dan yang lain adalah awal dari rasa dengki dan iri hati. Hal ini karena tanpa kita sadari saat kita membandingkan diri dengan orang lain, kita seringkali melihat keburukan yang ada di dalam diri kita.

  1. Prasangka buruk sering menjurus menjadi hinaan dan ejekan pada orang lain

Sadar atau tidak ketika anda membicarakan keburukan orang lain, secara tidak langsung Anda juga telah merendahkan orang lain. Terkadang saat mengungkapkan kelemahannya, anda tertawa hingga merasa aneh. Sikap seperti ini sudah sama dengan mengejek dan menghina orang tersebut dari belakang.  Bahkan yang lebih parah sampai pada melakukan tindakan anarkis kekerasan pada orang lain.

  1. Prasangka Buruk Cenderung Sombong

Penilaian yang tidak jelas, tidak terarah dan tidak terkendali cenderung membuat orang tersebut berpikiran liar. Terkadang orang yang suka menilai orang lain memojokkan orang yang dinilai lalu disela-sela pembicaraannya ia juga menyatakan betapa hebatnya dirinya. Prasangka buruk dan membandingkan diri dengan orang lain adalah alat kesombongan yang sangat sering terjadi dalam keseharian kita, entah itu dilakukan orang lain ataupun oleh diri sendiri.

  1. Prasangka Buruk Mudah Berubah menjadi gosip.

Menggosip adalah salah satu efek negatif dari prasangka buruk yang sering kita lakukan. Terutama bagi kaum hawa yang lebih senang menonton acara infotainment setiap hari. Sadar atau tidak karena adanya kebiasaan menggosip ketika anda mengucapkan sesuatu maka orang lain cenderung mengertikannya salah bahkan lebih parah lagi. Saat seseorang menggosip ada kata-kata yang ditambahkan atau dikurangkan sehingga hal tersebut bisa menjadi bias atau tidak sama lagi dengan kenyataannya.

  1. Prasangka Buruk Merusak Hubungan dengan Orang Lain.

Prasangka buruk anda terhadap seseorang membuat anda mengelompokkan orang berdasarkan hal-hal tertentu. Sadar atau tidak kebiasaan ini cenderung memepengaruhi netralitas dalam bersikap. Anda menjadi tidak konsisten dalam bersikap kepada semua orang karena cenderung mempetak-petakkan orang. Ini membuat sikap Andapun turut berubah-ubah tergantung dari golongan manusia yang anda dihadapi. Saat Anda sudah mulai membeda-bedakan orang, sudah pasti Anda akan merusak hubungan dengan orang lain.

  1. Prasangka Buruk membuat Anda Tidak Puas dan Tidak Bahagia.

Ketika seorang manusia lebih suka membanding-bandingkan kehidupannya dan banyak berprasangka buruk, secara tidak langsung dia mulai menyadari bahwa kehidupan orang lain lebih baik dari kehidupannya sendiri.  Lalu secara tidak sengaja disadari betapa jauhnya hal-hal yang baik dalam kehidupan ini. Padahal perasaan ini hanya timbul karena kurang bersyukur terhadap semua nikmat yang telah diterima. Pada akhirnya, ada perasaan yang kurang sehingga membuat diri tidak puasa dan tidak bahagia di dalam hidup ini.

Itulah beberapa Efek Negatif dari terlalu sering membanding-bandingkan diri dan berprasangka buruk pada orang lain. Hasilnya sudah pasti hanyalah merugikan diri sendiri.

Apabila Anda sudah terperangkap dengan kebiasaan buruk ini , segeralah untuk melepaskan diri dan mulailah bersyukur dengan apa yang Anda miliki. Tinggalkan segera prasangka buruk dan mulailah lakukan aktivitas hidup positif.

Hipnoterapi dan Manfaatnya dalam Mengatasi Kecemasan (Anxiety Disorder)

Hipnoterapi dan Manfaatnya dalam Mengatasi Kecemasan (Anxiety Disorder)

Blog

Kecemasan atau anxiety berhubungan dengan aspek kognitif sehingga melibatkan pikiran dan perasaan yang berdampak pada perilaku seseorang. Kecemasan muncul ketika seseorang merasa terancam dari lingkungan luar atau merasa sesuatu akan terjadi diluar kendalinya.

Hal ini berbeda dengan ketakutan yang merupakan respon terhadap ancaman secara langsung atau secara nyata mengenai sesuatu yang tengah terjadi saat ini sedangkan kecemasan lebih pada respon terhadap ancaman mengenai sesuatu yang akan terjadi di masa mendatang

Dari penjelasan di atas maka perbedaan antara cemas dan takut yaitu, sumber ancaman dari kecemasan belum jelas atau bersifat irasional karena tidak memiliki alasan yang kuat atau hanya berdasarkan perkiraan pemikiran diri sendiri saja terhadap sesuatu yang belum pasti akan terjadi. Sedangkan ketakutan memiliki sumber ancaman yang jelas dan lebih bersifat rasional.

Cemas merupakan hal umum yang dirasakan manusia. Dengan kata lain semua orang pasti pernah merasakan kecemasan. Ya, mengapa tidak? Karena kecemasan merupakan respon alami manusia ketika menghadapi suatu masalah, dan manusia hidup tentunya tidak luput dari suatu permasalahan. Ketika masalah A selesai munculah masalah B dan seperti itulah seterusnya.

Supaya lebih jelas mengenai pengertian kecemasan sendiri maka simaklah ilustrasi berikut. Misalnya ketika Anda dipanggil oleh atasan untuk ke ruangannya Anda akan merasa gugup, denyut jantung semakin kencang hingga mondar-mandir sebelum Anda memasuki ruangan Atasan Anda.

Hal tersebut merupakan respon dari otak yang berpikir mengenai apa yang akan dibicarakan atasan Anda, apakah dia akan menegur Anda, memotong gaji Anda atau bahkan memecat Anda.

Mengapa ilustrasi tersebut menggambarkan kecemasan? Karena orang tersebut merasakan ketakutan yang belum jelas sumber ketakutannya. Dia hanya mengira-ngira apa yang akan terjadi dan sebenarnya yang dia pikirkan belum tentu itu terjadi. Bisa saja Atasannya tersebut memanggilnya karena suatu alasan lain yang bahkan tidak terpikirkan sebelumnya.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa rasa cemas memang bisa dirasakan oleh setiap orang, dan masih terbilang wajar bila hanya sesekali merasakannya, namun apabila dirasakan dalam frekuensi yang sering sehingga mengganggu produktivitas kegiatan sehari-hari maka itu dinamakan gangguan kecemasan atau disebut anxiety disorder.

Setiap orang mengalami tingkat kecemasan yang berbeda. Beberapa orang menganggap kecemasan sebagai rintangan untuk dihadapinya. Hal ini  tentu berdampak positif sehingga tidak menghambat produktivitas kegiatan sehari-harinya.

Namun ada pula orang yang sama sekali tidak berdaya karena kecemasan berlebihan yang dirasakannya karena tidak percaya akan kemampuan dirinya sendiri dalam menghadapi masalahnya.

Apakah saat ini Anda atau orang-orang terdekat Anda merasakan kecemasan atau bahkan kecemasan yang berlebihan? Kenalilah dahulu tipe-tipe gangguan kecemasan, dan cari tahu bagaimana cara mengatasinya untuk itu simaklah terus artikel ini hingga selesai.

Tahukah Anda bahwa gangguan kecemasan itu ada beberapa tipe dan penting diketahui supaya mendapatkan intervensi yang tepat terhadap gangguan kecemasan yang dialami. Tipe ganguan kecemasan tersebut di anataranya :

Panic Attack

Seseorang yang mengalami gangguan kecemasan tipe ini ditandai dengan perasaan terus ketakutan dan panik yang bisa menyerang secara cepat dan tiba-tiba. Hal ini sering dikaitkan dengan perasaan akan terjadinya malapetaka. Ketika serangan pankc ini berlangsung maka orang yang mengalaminya akan merasakan gejala seperti sesak nafas, nyeri dada, terdesak atau sensasi terbekap serta kehilangan kontrol.

Agoraphobia

Agoraphobia merupakan jenis gangguan kecemasan yang membuat penderitanya menghindari berbagai tempat atau situasi yang mungkin menyebabkan panik sehingga penderita mungkin tidak ingin meninggalkan rumah karena lebih merasa nyaman di rumah daripada saat berada di luar rumah. Mereka bisa merasa terjebak atau malu saat di luar rumah sehingga bisa memicu serangan panik.

Spesifik Phobia

Penderita dengan gangguan kecemasan ini dapat dengan spesifik menyebutkan apa yang ia takutkan namun tidak tahu apa alasan dari ketakutannya tersebut. Apa yang mereka takutkan terkadang irasional, namun pasien tetap tidak mampu mengontrol rasa takut mereka.

Contohnya, takut terhadap kecoa, takut ruangan gelap, takut ruangan sempit, atau takut terhadap balon dan lain sebagainya. Berbeda dengan penderita GAD (Generalized Anxiety Disorder) yang penderitanya tidak bisa menentukan apa yang dia khawatirkan,

Obsessive Compulsive Disorder (OCD)/Gangguan Perilaku Obsesif

Yang dimaksud obsesif disini yaitu pikiran yang berkali-kali datang hingga mengganggu produktivitas kegiatan sehari-hari, tampak tidak rasional dan tidak dapat dikontrol. Obsesi ini dapat muncul berbentuk keragu-raguan yang berlebihan terhadap sesuatu seperti rasa takut akan kotoran, kuman atau meragukan suatu hal penting yang telah dilakukan sehingga penderita gangguan ini menghabiskan banyak waktu dalam melakukan tindakan ini. Akibat buruknya mereka tidak memiliki waktu untuk hal lain.

Sedangkan kompulsif yaitu penerapan dari pemikiran tadi yang terus berulang seolah-olah menjadi ritual atau kebiasaan. Contohnya seseorang harus mengecek barang yang akan dibawanya persis tujuh kali, tidak lebih atau kurang. Jika mereka tidak yakin setelah beberapa kali memeriksa, mereka mungkin akan mulai dari awal lagi.

Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) / Gangguan Post-traumatic

Post-traumatic stress disorder (PTSD) merupakan gangguan kecemasan yang disebabkan oleh kejadian yang sangat menegangkan dan menakutkan. Seseorang dengan PTSD mengalami perasaan terisolasi, mudah tersinggung dan bersalah. Mereka mungkin juga memiliki masalah tidur, seperti insomnia, dan sulit berkonsentrasi.

PTSD ini membuat penderitanya berperilaku seakan-akan menghindari orang atau tempat tertentu yang mengingatkan mereka tentang kejadian traumatis atau bahkan mereka menghindari orang untuk berbicara tentang pengalaman mereka sehingga hal inilah membuat mereka terisolasi dan bisa juga membuat mereka berhenti melakukan aktivitas yang biasa mereka nikmati.

Generalized Anxiety Disorder (GAD)/Gangguan Kecemasan Umum

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya gangguan ini berbanding terbalik dengan tipe gangguan kecemasan specific phobia, gangguan ini membuat penderitanya mengalami kecemasan berkepanjangan dan berlebihan terhadap situasi, objek atau kejadian yang umum, penderita sendiri tidak bisa memastikan hal apa yang sebenarnya dikhawatirkan.

Social Anxiety Disorder/Gangguan Kecemasan dalam Bersosialisasi

Gangguan kecemasan ini juga disebut phobia sosial, gangguan ini terjadi ketika penderita sedang berada di lingkungan sosial, dimana penderitan merasa gelisah karena terlalu memikirkan penampilan, perilaku, sikap ataupun perkataannya yang di khawatirkan akan memalukan dirinya sendiri dihadapan orang lain. Karena kegelisahan dan kekhawatirannya yang berlebihan tersebut maka penderita gangguan ini cenderung menghindari perkumpulan sosial.

Separation Anxiety Disorder/Ganguan Kecemasan dalam Perpisahan

Penderitan dengan gangguan ini akan mengalami kecemasan berlebihan dan kepanikan berlebihan saat mereka berpisah dengan seseorang atau suatu tempat yang memberi rasa aman terhadap dirinya.

Itulah beberapa tipe gangguan kecemasan, namun untuk lebih jelasnya Anda bisa membacanya dalam DSM IV.

Jika Anda atau orang-orang terdekat Anda mengalami salah satu dari tipe gangguan kecemasan tersebut atau bahkan mengalami beberapa tipe gangguan kecemasan, maka teruslah simak artikel ini karena disini Anda dapat menemukan solusi dari masalah gangguan kecemasan dan pastikanlah untuk menerapkan solusi berikut.

Gangguan kecemasan bisa diatasi dengan hipnoterapi? Apa itu hipnoterapi? Bahayakah hipnoterapi itu?Dan bagaimana bisa hipnoterapi menghilangkan gangguan kecemasan?  

Hipnoterapi adalah suatu bentuk penyembuhan alternatif yang digunakan dengan metode hipnosis untuk menciptakan perubahan bawah sadar pada pasien dalam bentuk respons, pikiran, sikap, perilaku atau perasaan baru.

Kata  hipnosis sendiri merupakan kependekan dari istilah James Braid’s (1843) yaitu “neuro-hypnotism”  yang berarti “tidurnya system saraf”. Jelasnya hypnosis merupakan ilmu atau metode komunikasi dengan dan untuk menjangkau pikiran bawah sadar. Sedangkan orang yang melakukan hipnosis disebut hipnotis.

Dan untuk orang yang melakukan hipnoterapi disebut hipnoterapis yang profesional dalam kesehatan mental berlisensi atau bersertifikat yang terlatih khusus dalam teknik ini.

Manfaat hipnoterapi di antaranya untuk mengatasi keadaan seperti kebiasaan disfungsional, kecemasan, sakit yang berhubugan dengan stress, manajemen rasa sakit, meningkatkan motivasi dan pengembangan diri.  Namun yang akan dibahas disini yaitu manfaat hipnoterapi untuk mengatasi gangguan kecemasan.

Manfaat hipnoterapi untuk kecemasan bertujuan mencari akar permasalahan untuk mengatasi emosi yang seringkali dialami. Hipnoterapi bekerja untuk mengubah pikiran dan perasaan individu yang terkait dengannya sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri.

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa metode hipnosis sendiri bekerja dengan mengubah keadaan kesadaran sedemikian rupa sehingga sisi kiri analitis otak dimatikan, sementara sisi kanan non-analitis menjadi lebih waspada. Kontrol pikiran sadar terhambat, dan pikiran bawah sadar terbangun. Karena pikiran bawah sadar adalah kekuatan yang lebih dalam, lebih naluriah daripada pikiran sadar, inilah bagian yang harus diubah agar perilaku dan keadaan fisik pasien berubah.

Berbahayakah hipnoterapi?

Hipnoterapi bukanlah suatu metode yang berbahaya. Bukan metode yang mengendalikan atau mencuci otak. Beberapa terapis menggunakan hipnoterapi untuk memulihkan ingatan tertekan yang mungkin mereka percaya terkait dengan masalah psikologis seseorang. Seorang terapis tidak bisa membuat seseorang melakukan sesuatu yang memalukan atau orang itu tidak mau melakukannya. Namun resiko terbesar dari hipnoterapi adalah ingatan palsu yang diciptakan melalui sugesti yang tidak disengaja dari terapis. Oleh karena itu, penggunaan hipnosis untuk gangguan mental tertentu, seperti gangguan disosiatif, masih kontroversial.

Berikut dua pendekatan dalam hipnoterapi untuk menangani gangguan kecemasan:

Analisis: Dengan menggunakan pendekatan ini maka dapat membuat pasien dalam keadaan santai untuk mengeksplorasi faktor-faktor tak sadar yang mungkin terkait dengan kecemasan yang mereka alami seperti peristiwa masa lalu yang traumatis yang disembunyikan dalam ingatan bawah sadarnya. Begitu trauma terungkap, hal itu bisa diatasi dengan psikoterapi.

Suggestion therapy: Ketika proses hipnoterapi ada saatnya pasien dikondisikan dalam situasi yang memicu kecemasan. Dan dalam kondisi hipnosis ini membuat orang lebih mampu menanggapi sugesti atau saran. Oleh karena itu, hipnoterapi bisa membantu beberapa orang mengubah perilaku akibat dari gangguan kecemasan dengan memberikankan sugesti atau saran yang menenangkan, supaya mereka dapat mengatasi pemicu kecemasan dengan tenang.

Bagaimana bisa hipnoterapi mengatasi gangguan kecemasan?

Berikut merupakan cara kerja hipnoterapi dalam mengatasi gangguan kecemasan. Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa hipnoterapi mengubah pola pikir dan kepercayaan bawah sadar, Para hipnoterapis mengakses kepercayaan ini dengan menggunakan hipnosis dan hipnoterapi untuk mengatasi gangguan kecemasan  dan menggunakannya untuk menghilangkan keyakinan yang mendasarinya atau pemicu kecemasan. Begitu keyakinan dasar telah runtuh, gejala kecemasan akan berubah secara permanen.

Bagaimana tahapan hipnoterapi dalam mengatasi kecemasan?

Tahapan pertama untuk menghilangkan kecemasan dengan hipnoterapi maka perlu mendiskusikan dengan hipnoterapis apa yang diharapkan dari hipnoterapi. Kemungkinan mereka akan mengajukan pertanyaan tentang kehidupan pasien untuk mencoba dan membangun sebab apa pun yang menjadi pemicu kecemasan yang dirasakan oleh pasien. Terapis kemudian akan menjelaskan bagaimana hipnosis bekerja dalam mengatasi kecemasan. Mereka akan menjelaskan prosesnya kepada pasien, dan ketika sudah nyaman dengan tahapan ini maka selanjutnya setelah konsultasi awal tadi hipnoterapis akan mulai dengan membantu pasien memasuki keadaan santai. Mereka mungkin kemudian meminta pasien untuk fokus pada saat pasien dalam keadaan cemas. Pasien mungkin diminta untuk fokus pada sensasi fisik, serta memikirkan apa yang dapat memicu kecemasannya.

Begitu pasien berada pada kondisi cemas, hipnoterapis akan memberikan kata-kata yang menenangkan yang biasa disebut “sugesti” atau saran. Sugesti apa yang mereka katakan akan tergantung pada pemicu kecemasan pasien dan kondisi pribadi pasien. Contohnya, jika pasien mengenali pemicu tekanan di tempat kerja, sarannya mungkin, “Anda bisa melakukan ini. Luangkan waktu sejenak untuk bernapas dan bersihkan kepala Anda lalu atasi masalahnya.”

Jadi cara kerja hipnoterapi dalam mengatasi kecemasan adalah ketika pasien mulai merasa cemas atau takut, kemudian sugesti / saran atau kata-kata menenangkan yang sesuai dengan pemicu dari kecemasan pasien yang sebelumnya telah diketahui dengan teknik analysis  akan masuk ke dalam pikiran sadar pasien dan membantu pasien mengatasinya.

Hipnoterapis  mungkin juga mengajarkan pasien teknik untuk membantu rileks dan menenangkan diri saat merasakan perasaan cemas.

Karena sebagian besar penderita kecemasan memiliki kadar zat kimia adrenal dan kortisol yang tinggi dalam aliran darah mereka, jadi belajar teknik relaksasi  dan mempraktikkannya secara teratur (idealnya setiap hari) akan membantu mengatur ulang ketidakseimbangan sistem saraf otonom (ANS).

Berapa kali hipnoterapi harus dilakukan untuk mengatasi gangguan kecemasan?

Hal ini bisa didiskusikan antara pasien dengan hipnoterapis, karena tingkat gangguan kecemasan setiap individu berbeda sehingga kebutuhan untuk menjalankan hipnoterapi pun berbeda. Bisa saja seseorang hanya membutuhkan satu atau dua sesi untuk mengatasi gangguan kecemasannya ada pula orang yang membutuhkan beberap kali sesi. Oleh karena itulah perlu mendiskusikannya dengan hipnoterapis berepa kali sesi dan teknik apa yang diraasa lebih efektif untuk mengatasi gangguan kecemasan.

Di mana Anda dapat menemukan hipnoterapis?

Jika memang Anda atau pun orang terdekat Anda mau membuat perubahan dalam hidup dan siap melakukan hipnoterapi untuk mengatasi gangguan kecemasan Anda bisa menemukan hipnoterapis di klinik hipnoterapi Life Transformation Center yang berlokasi di Bandung Indah Plaza, Lt 2 – 35 A Jl. Merdeka No 56, Bandung.

Kami berharap dapat membantu menghilangkan pemicu gangguan kecemasan para pasien dengan menggunakan bantuan dan teknik kami, sehingga mereka dapat mengatasi ketakutan situasional dan kemudian membuat perilaku positif baru tetap berlaku.

Dengan hipnoterapi, inilah saatnya untuk mengubah pikiran, perasaan dan perilaku yang terisolasi karena gangguan kecemasan. Hidupkanlah kembali kepercayaan diri dan bangunlah persepsi kuat yang lebih rasional baik itu terhadap diri sendiri, orang lain, sesuatu atau pun situasi dan kondisi. Hiduplah sesuai apa yang diinginkan tanpa terlalu menghiraukan kecemasan, karena kecemasan tidaklah permanen.

Memang tidaklah mudah mengatasi gangguan kecemasan namun tetaplah berusaha, hapus pemicu kecemasan dari pikiran dan ubahlah pikiran negatif tentang dunia sekitar. Hapus sedikit- demi sedikit rasa takutnya masuklah ke dalam pikiran orang yang percaya diri dan buatlah perubahan secara permanen.