Bahaya Kelainan Proses Sensori Terhadap Tumbuh Kembang Anak

Bahaya Kelainan Proses Sensori Terhadap Tumbuh Kembang Anak

Mungkin anda bertanya-tanya apakah anak Anda mengalami kelainan pada proses sensorinya, atau mungkin Anda pernah bertanya apakah itu Kelainan Proses Sensori atau yang lebih dikenal dengan Sensory Processing Disorder  (SPD). Berikut ini akan saya jelaskan mengenai Kelainan Proses
Sensori,  dan beberapa kondisi dasar serta tanda-tanda penting dari SPD  :

Dasar dari Kelainan Proses Sensori atau Sensory Processing Disorder

Apa itu Sensory Processing Disorder ?

Sensory Processing Disorder  (SPD) atau yang kita sebut kelainan proses sensori pada jaman dulu dikenal dengan disfungsi integrasi sensori atau Integration Sensory Dysfunction, yaitu suatu kondisi di mana sinyal sensori  diterima tapi tidak dapat di interpretasikan secara normal oleh sistem saraf.  Contohnya, seperti pada seorang anak perempuan berusia 5 tahun yang mempunyai masalah dalam sentuhan. Otaknya salah mengintepretasikan perasaan dan suhu  tertentu sebagai kesakitan atau bahkan terkadang tidak merasakan sakit sama sekali. Ketika anak itu berusia 2 tahun, memakai pakaian membuat dia kesakitan, ia tidak dapat disentuh, menyikat gigi membuatnya menangis kesakitan, dan bahkan dia pun tidak tahan dengan suhu air mandinya.

Anak anak dengan SPD dapat mengalami hipersensitif, yaitu kondisi yang merespon secara berlebihan terhadap rangsangan sensori atau hiposensitif, yaitu kondisi lemah/ tidak merespon rangsangan sensori atau mungkin juga keduanya terjadi bersamaan, dimana seorang anak bisa saja hipersensitif terhadap beberapa hal dan lemah dalam hal yang lain.

Tanda tanda  dari SPD

Tanda atau gejala dari Sensory Processing Disorder pada setiap anak terkadang berbeda antara satu dengan yang lain, tetapi memang ada tanda khusus yang muncul  berdasarkan tingkatan usia tertentu :

Pada Bayi dan Batita

  • Adanya masalah dalam makan
  • Menolak atau tidak mau pergi atau dengan siapapun kecuali dengan ibu atau pengasuh
  • Mempunyai masalah menjelang tidur dan tidur lelap
  • Terlihat tidak nyaman dengan pakaian
  • Jarang main dengan mainan terutama dengan permainan yang membutuhkan ketangkasan tertentu
  • Mempunyai kesulitan dalam mengalihkan fokus dari objek atau aktifitas yang satu ke yang lain
  • Tidak mengetahui atau merasakan rasa sakit atau lambat dalam merespon ketika terluka
  • Menolak pelukan dan menghindari orang lain yang mencoba menuntunnya
  • Dot, mainan atau suara orang tua tidak membuatnya tenang
  • Mempunyai tubuh yang lemah, sering terbentur benda-benda dan mempunyai keseimbangan yang buruk
  • Suaranya pelan atau tidak ada percakapan
  • Mudah terkejut
  • Sangat aktif dan bergerak terus menerus
  • Terlambat dalam merangkak, berdiri dan berjalan atau berlari

Usia Prasekolah

  • Kesulitan dalam toilet training
  • Sensitif berlebihan dalam menerima rangsangan, reaksi berlebihan atas keinginan dan penolakan akan sentuhan, suara, aroma
  • Tidak menyadari akan sentuhan atau terbentur kecuali bila terjadi dengan keras dan terus menerus
  • Mengalami kesulitan dalam belajar dan cenderung menghindari kegiatan yang menggunakan motorik seperti menggunakan crayon atau mengancingkan baju
  • Ceroboh dan canggung
  • Kesulitan dalam mempelajari motorik yang baru
  • Gerakannya konstan
  • Selalu mengambil area orang lain disekitarnya atau menyentuh semua apapun yang berada di sekitarnya
  • Kesulitan dalam menjalin pertemanan karena terlalu agresif atau terlalu pasif
  • Sulit untuk menenangkanya jika ada keinginan dan sulit dalam transisi
  • Perubahan mood yang cepat dan tantrum yang bisa terjadi secara tiba tiba
  • Terlihat lemah ketika duduk, berdiri, dan lebih menyukai aktifitas yang duduk diam
  • Sulit untuk memahami perkataanya
  • Sulit memahami instruksi verbal

Usia Sekolah

  • Sangat sensitif pada rangsangan
  • Reaksi berlebihan jika mau atau tidak mau disentuh, mendengar, penciuman
  • Mudah teralihkan perhatiannya didalam kelas, sering keluar dari tempak duduknya
  • Bertindak berlebihan bila sedang di areal permainan, dalam perlombaan atau sedang berada di kelas
  • Lamban dalam menunjukan tugas
  • Kesulitan atau menghindari dalam mengerjakan tugas tugas motorik seperti menulis
  • Terlihat ceroboh dan sering tersandung,duduk tidak tegak seperti bermalas malasan
  • Membutuhkan permainan kasar seperti bergulat
  • Lamban dalam mempelajari aktifitas baru
  • Kesulitan dalam mempelajari kegiatan motoric baru dan lebih menyukai aktifitas yang sama terus menerus
  • Kesulitan dalam berteman (terlalu pasif atau terlalu agresif)
  • Selalu bingung dengan kata kata yang terdengar mirip
  • Terkadang salah memahami pertanyaan atau perintah
  • Kesulitan membaca, terutama membacanya dengan keras
  • Jika membaca sering tersandung kata katanya, selalu salah berucap, dan ada nada keragu raguan

Terapi apa yang dilakukan untuk anak dengan SPD ?

Occupational therapy atau terapi okupasi adalah bentuk utama dari terapi bagi anak dengan SPD.  Sering kali terapi ini dilakukan sampai anak mencapai usia 4,5 tahun dan mungkin ada beberapa anak berdasarkan pada diagnosa dan terapi harus dilakukan sampai usia 6 atau 7 tahun.

Blog

Leave a Reply

Leave a Reply