Perkembangan Anak : Bahaya Akibat Menonton TV Terlalu Dini

Perkembangan Anak : Bahaya Akibat Menonton TV Terlalu Dini

Para orang tua sering merasa terkejut ketika diberitahu bahwa anak seharusnya tidak diperkenankan menonton tv sebelum mereka berusia 2 tahun. Orang tua sekarang memperbolehkan anak menonton tv, video berdurasi pendek dan gambar-gambar bergerak lainya di usia 5 bulan.

Perkembangan dini pada otak

Jawaban dari keterkejutan, keheranan atau bahkan pertanyaan kenapa para bayi di bawah usia 2 tahun harus dihindari dari tv adalah “perkembangan otak”. Otak anak berkembang sangat cepat dan  signifikan pada usia 3 tahun pertama dalam kehidupannya dan tumbuh berlipat ganda secara masal dan cepat  pada usia 12 bulan. Rangsangan pengalaman yang dialami anak pada periode keemasan akan sangat berpengaruh pada perkembangan otak. Gambar atau tampilan pada layar akan bergerak berbeda dengan yang dilihat pada kenyataan. Jika kita terjebak dalam bahasa dalam layar, sangat mudah untuk melupakan perbedaan sampai kita menelaah hal tersebut.

Contoh yang bisa diambil adalah gambaran bola di tv dan di kehidupan nyata. Di kehidupan nyata, bola berkembang dengan gambaran 3 dimensi, sedangkan dalam televisi hanya menampilkan gambaran 2 dimensi saja. Jadi bentuk bola akan terekam sebagai bentuk datar, dengan bayangan berupa lingkaran. Jika bola di gelindingkan di lantai dan dilakukan dengan sekali gerakan lambat sampai berhenti maka tindakan yang sama di tv akan terbantahkan. Mata dan otak anak tidak hanya akan melihat gerakan bolanya saja tapi juga akan melihat bola lepas dari tangan ketika bola harus menggelinding. Jika anak balita ingin menggapai bola tersebut dia harus menggapainya, meraihnya atau merangkak untuk mendapatkannya.

Dengan memberikan bola secara nyata, benda-benda yang ada di layar tv akan cepat menghilang dan digantikan dengan objek lain yang melibatkan motoriknya seperti tangan, kaki, mulut dan motorik lainnya.

Para balita mungkin akan sangat tertarik melihat gerakan dan warna yang cerah pada televisi, tapi otaknya tidak mampu mengolah dan menelaah informasi yang datang ke dalam otaknya. Hal ini membutuhkan tepat di usia dua tahun kehidupannya agar otaknya berkembang dan akhirnya bisa menelaah objek-objek yang terdapat pada layar televisi sehingga dapat membandingkannya dengan kehidupan nyata.

Anak-anak di atas usia tiga tahun akan mudah belajar dengan kehidupan nyata dibanding dengan objek-objek yang ada pada layar tv, khususnya pada bahasa. Mereka terlihat belajar lebih baik ketika mereka melihat orang atau temannya berbicara secara langsung dibandingkan dengan mereka melihat orang berbicara di layar televisi seperti mereka melihat gambar pada buku.

Efek Negatif

Sangatlah diyakini bahwa bayi dan balita tidak akan mendapat apapun dengan menonton tv meskipun mereka sangat menyukainya. Bahkan mungkin mereka memilih perutnya kosong dibandingkan dengan melewatkan acara di tv. Hal itu salah satu efek negatif dari televisi  pada anak. Efek negatif membiarkan anak menonton tv di bawah usia dua tahun akan berdampak pada perkembangan berbahasa dan berbicara, kemampuan membaca dan ingatan yang pendek. Ini juga berpengaruh pada kesulitan fokus dan tidur.

Hanya dengan mendengarkan televisi saja sudah cukup untuk memperlambat perkembangan bicara dan berbahasa pada anak. Normalnya orangtua berbicara sekitar 940 kata perjam ketika ada anak balita di sekitarnya. Dengan televisi yang menyala jumlah kata yang keluar akan berkurang dari orangtua sampai dengan 770 kata perjam, itu berarti pembelajaran akan sangat berkurang. Anak balita juga akan belajar tentang memperhatikan jeda atau intonasi jika mereka melihat orangtua langsung berbicara.

Anak balita yang menonton televisi lebih banyak akan mengalami masalah pada fokus dan konsentrasi pada usia tujuh tahun. Program tayangan di televisi akan sangat berpengaruh dalam mengubah ketertarikan, konsentrasi, fokus, dan cenderung tidak ada kemauan untuk berinteraksi dengan orang lain atau lingkungan sekitar.

Apa yang bisa dilakukan ?

  1. Hindari anak menonton tayangan televisi di bawah usia dua tahun. Ajaklah anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar
  2. Jika harus menonton televisi dampingilah anak oleh orang tua sehingga anak bisa belajar dan berinteraksi
  3. Pilihlah isi yang fokus pada pembelajaran dan perkembangan otak anak
  4. Jika sudah terlanjur anak di usia dua tahun sudah menonton televisi, maka orangtua bisa memasukannya pada dunia pendidikan secara dini di mana sekolah akan bisa mengajarkan aktifitas selain menonton televis
Blog

Leave a Reply

Leave a Reply