Mengetahui Metode Pembelajaran pada Anak Kinestetik

Mengetahui Metode Pembelajaran pada Anak Kinestetik

Apakah anak Anda melakukan kegiatan tanpa berpikir dua kali, tanpa meminta tolong atau bertanya bagaimana cara melakukannya ? Apakah dia biasa bergerak terkoordinasi diusianya? Kalau iya, mungkin anak Anda adalah seorang anak kinestetik. Ada tiga jenis gaya belajar yang dikenal, yaitu visual, auditori, dan kinestetik (fisik). Meskipun sebagian besar anak-anak mulai keluar sebagai pelajar kinestetik, namun di tahapan selanjutnya gaya belajar mereka mulai terlihat ketika dia sedang dalam keadaan fokus. Jadi bagaimana Anda tahu apakah anak pra sekolah Anda adalah seorang anak kinestetik atau hanya seorang anak yang aktif?

Setengah dari semua siswa ditetapkan kinestetik pada tingkat tertentu. Namun, jika anda mengamati ciri-ciri berikut pada anak anda dari waktu ke waktu, hal itu bisa menjadi indikasi dari gaya belajar kinestetik. Berikut adalah karaktristik dari anak kinestetik:

  1. Anak kinestetik terus bergerak, melompat, dan melakukan hal-hal lain yang berhubungan dengan fisik, dan seakan-akan mereka tidak bisa duduk tenang
  2. Anak kinestetik sangat tertarik pada kegaiatan belajar mengajar dengan melakukan peragaan
  3. Anak kinestetik akan kesulitan fokus dalam belajar apabila tidak diiringi dengan pergerakan tubuhnya
  4. Mereka akan belajar lebih baik ketika diberikan objek nyata
  5. Menyentuh, merasakan, dan terlibat langsung dalam kegiatan
  6. Anak kinestetik belajar lebih baik dari pada pelajar visual, karena mereka menyimpan memori secara otomatis di dalam pergerakan badannya dan otak
  7. Kecenderungan bakat pada anak kinestetik yaitu menjadi seorang performer handal, atlet, penari, dan keahlian-keahlian lain yang lebih mengedepankan ketangkasan fisik
  8. Gerakan anak kinestetik lebih terarah dan teratur dan mempunyai gerak reflek yang bagus
  9. Anak kinestetik akan belajar dan mengingat dengan baik ketika mereka diperbolehkan untuk bergerak
  10. Mereka dapat diajarkan untuk tidak mengganggu sekitar ketika mereka bergerak pada saat belajar
  11. Selalu ingin melakukan sendiri. Mereka tidak menyukai untuk melihat demonstrasi
  12. Cepat menerima informasi dengan rabaan dan perasaan
  13. Menggerakan tubuh mereka untuk belajar sesuatu yang baru. Misalnya membaca buku dengan tangan kiri smentara memantulkan bola basket dengan tangan kanan.

Sayangnya, beberapa pelajar kinestetik sering disalahartikan sebagai ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Padahal semua yang mereka butuhkan hanyalah sprint menyelusuri lorong dan kembali lagi untuk mendapatkan kembali fokus mereka.

Berikut ini adalah tips untuk membantu pelajar kinestetik berkembang di sekolah :

  1. Mengikuti audisi untuk drama sekolah. Seni drama dapat menjadi sarana yang tepat bagi pelajar kinestetik
  2. Membantu mengeksplorasi kegiatan di luar kelas. Seperti ketika dia berjalan menyelusuri pantai, dia belajar merasakan pasir yang menyentuh kulit kakinya
  3. Dukung dia untuk membuat cacatan, menggambar diagram, dan membuat model.
  4. Cobalah untuk memasukan ke sekolah yang memiliki kegiatan ekstrakurikuler yang berhubungan dengan olah fisik.
  5. Kuncinya adalah aktifitas yang berulang

Peran orang tua dalam menjalin hubungan yang baik dengan guru di sekolah sangatlah penting. Semakin orang tua terlibat dalam kegiatan anak disekolah semakin baik dan sangat mendukung bagi keberhasilan pelajar kinestetik.

Blog

Leave a Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *