Anak Merupakan Karunia unik Dari Tuhan

Anak Merupakan Karunia unik Dari Tuhan

Tidak ada dua orang ibu atau bapak yang sama. Dan tidak ada pula dua orang anak yang dilahirkan sama. Bahkan saudara kembarpun berbeda. Setiap anak dilahirkan dengan keunikannya sendiri, dan keunikan itu sendiri adalah sebuah karunia dari Tuhan.  Karena masing-masing anak itu unik, maka sebagai orang tua yang peduli dengan pertumbuhan dan perkembangan anaknya perlu memperhatikan beberapa hal, antara lain :

  1. Didiklah anak dengan tenang dan hati yang penuh kasih

Seorang bayi lahir, orangtua sibuk menyediakan keperluan bayinya. Tempat tidur bayi, popok,baju,selimut, dan perlengkapan lainnya. Tapi apakah kita sudah persiapkan hati,pikiran, dan metode yang benar dalam mendidik anak itu kelak?

Seorang penulis buku mengenai cara mendidik anak, Ny. White, mengatakan “Tenang dan hati yang penuh kasih” sangat kita butuhkan dalam menghadapi tugas mendidik dan melatih anak-anak kita. Mendidik anak dimulai dari mendisiplin diri orangtua itu sendiri. Bila orangtua mampu mengatasi kondisi mentalnya sendiri, maka ia sudah satu langkah lebih maju untuk mampu mengendalikan diri mental anaknya. Bila kita gelisah, anak kitapun akan gelisah, tapi bila kita tenang anak itu pun akan tenang. Kita perlu menunjukan hati yang penuh kasih kepada anak-anak kita, agar dapat mempengaruhi mereka dalam menumbuhkan suatu kesukaan dalam perkara-perkara yang jujur, bersih,tulus,dan rendah hati.

  1. Lakukan cara yang berbeda-beda dalam mendidik.

Masing-masing anak berbeda satu dengan yang lain. Oleh karena itu penanganan tiap anakpun berbeda. Gunakanlah metode yang cocok dan tepat untuk seorang anak. Ada anak yang hanya dengan suara lembut sudah mengerti, tetapi anak yang lain mungkin memerlukan penjelasan yang lebih. Ada anak cukup dengan kata-kata, tapi yang lain harus dengan tuntutan melalui contoh atau praktek. Biarlah didikan dan pembelajaran itu kita lakukan dengan sederhana, singkat dan menarik. Tabiat atau perbuatan yang kita inginkan untuk dilakukan oleh anak kita perlu kita ulang-ulang, agar anak itu dapat mengingat dan melakukan hal tersebut seterusnya.

 

  1. Pujian atau Cercaan

Bila anak kita melakukan sesuatu dengan baik, sebuah pujian sangatlah penting bagi anak tetapi kita tidak perlu memujinya secara berlebihan, porsi yang sewajarnya agar dampak yang ditimbulkan bisa sesuai harapan. Jangan juga kita mencerca anak yang melakukan kesalahan, tapi biarlah kita tuntun anak dalam melakukan yang benar, agar anak itu tidak menjadi anak yang rendah diri, diam saja karena takut salah, bahkan tidak percaya diri di kemudian hari.

 

  1. Dengarkan Keluhan anak

Saya pernah mendengar seorang anak kecil berkata : “Papa sih, mama sih hanya sayang kakak tidak sayang adek. Papa ke kantor, mama ke kantor, kakak ke sekolah, adek ditinggal sendirian dirumah.” Anak itu tersedu-sedu mengeluarkan isi hatinya. Ada juga yang mengatakan “Saya lapar, saya belum makan dari rumah, karena mama saya masih tidur waktu saya berangkat sekolah.”

Orang tua harus memberikan waktu untuk bersama dengan anak-anak. Dengarkan keluhan hati anak anda dan carilah penyelesaiannya. Bermainlah dengan mereka, bersahabatlah dengan mereka, dan tuntunlah mereka dalam mengerjakan tugas-tugas mereka.

 

  1. Pembentukan Tabiat

Dalam membentuk tabiat anak selain kata-kata yang penting tapi juga perbuatan. Kalau kita mau anak kita jujur, biarlah kita jujur. Kalau kita ingin anak kita rajin, biarlah kita tunjukan sikap rajin itu. Kalau kita ingin anak kita rajin beribadah, di contohkan terlebih dahulu oleh orangtua. Dan bila kita mau anak kita menjadi anak yang rendah hati dan anak yang suka menolong orang lain, baiklah kita ajarkan itu melalui perbuatan kita.

Blog

Leave a Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *