8 Cara Membuat Anak mendengarkan Anda

Apa sebenarnya yang dapat kita raih saat kita sebagai orang tua bisa mendengarkan anak? Apakah sebagai orang tua, anak mau didengarkan oleh anak Anda, atau justru Anda tidak peduli dengan anak Anda ? Sebenarnya dengan mendengarkan, Anda sebagai orang tua berarti mau bekerja sama dan bertanggung jawab terhadap anak Anda. Dan dengan mendengarkan ini, Anda jadi tahu kebutuhan dari anak Anda.  Ini sangat penting untuk membantu anak-anak kita untuk mencapai kesuksesan di masa depan.

Untuk itu membuat anak Anda nyaman bercerita dengan Anda,  Anda perlu tahu 8 Cara membuat anak mendengarkan Anda :

  1. Jadilah Guru yang Hebat

Seorang guru mempunyai tugas untuk mendidik. Dan Anda sebagai orang tua adalah guru yang pertama yang mendidik anak Anda. Semua contoh yang baik ataupun yang buruk dari Anda pasti akan ditiru oleh anak Anda.  Sebagai orang tua yang baik, belajarlah untuk menjadi seorang guru yang hebat di rumah Anda. Hebat bukan berarti sempurna, namun bisa mengajarkan hal-hal dasar yang dibutuhkan anak, seperti kasih sayang, perhatian, komunikasi dan sebagainya. Dan salah satu cara untuk menjadi guru yang hebat, yaitu selalu mau mencari ilmu termasuk mendengarkan pendapat dari anak Anda sendiri.

  1. Buat Aturan Rumah

Mintalah seluruh keluarga Anda untuk membuat daftar peraturan rumah yang mudah dimengerti. Menyepakati aturan yang dibuat bersama adalah dasar pemahaman yang dibutuhkan untuk menciptakan rasa hormat satu sama lain. Hal ini juga membuat orang tua menjadi lebih mudah jika semua orang berada pada cara pandang yang sama.

Diskusi keluarga untuk saling mendengarkan dan membahas aturan bagus bagi pertumbuhan anak Anda. Anak Anda akan merasa dilibatkan di dalam rumah.  Namun pastikan untuk memilih aturan yang seluruh keluarga, termasuk orang dewasa, untuk menjalankannya.

Aspek paling penting untuk menciptakan rasa hormat adalah bahwa kita sebagai orang dewasa / orang tua harus bisa mencontohkan perilaku baik yang diminta oleh anak-anak kita.  Peraturan yang dibuat cukup 4 atau 5 saja, namun jelas dijalankan pada kehidupan sehari-hari. Misalkan, apabila Anda menginginkan anak Anda fokus membuat PR, Anda pun sebagai orang tua harus bisa mencontohkan dengan tidak sibuk bermain dengan smartphone Anda.  

  1. Menetapkan Konsekuensi yang Jelas.

Konsistensi dengan konsekuensi adalah cara bagi orang tua untuk membiarkan anak mempraktikkan perilaku yang diinginkan. Jika mereka tidak melakukannya dengan benar saat pertama, boleh mencoba dan mencoba lagi! Namun perlu diajarkan konsekuensi yang harus diterima apabila melakukan pelanggaran. Konsekuensi ini juga berhubungan dengan aturan yang Anda buat bersama dengan anak Anda.  Konsekuensi ini juga berlaku bagi Anda apabila Anda sendiri yang melakukan pelanggaran. Jadi sambil duduk untuk menciptakan peraturan rumah, kumpulkan pula konsekuensi yang didapat apabila peraturan tersebut dilanggar.

Saat mendata konsekuensi, sebagai orang tua bimbinglah anak Anda dengan bijak. Begitu pula saat Anda mendapatkan pelanggaran yang dilakukan anak Anda, berikanlah dia konsekuensi dengan bijak namun penuh kasih sayang. Semua perlu Anda lakukan agar anak Anda tahu yang benar dan salah, namun dia juga mengetahui bahwa orang tuanya pun tetap mencintainya.

  1. Hitung Sampai Tiga

Cara ini sebenarnya sudah lama dikenal oleh orang tua sejak dulu. Hitung dari satu sampai tiga adalah cara yang efektif untuk memberikan teguran dan peringatan pada anak Anda. Saat anak Anda melakukan perilaku yang buruk atau salah, Anda bisa menegurnya dengan cara ini, yaitu berikan peringatan bahwa Anda akan hitung dari satu sampai tiga, dan kalau sudah hitungan ketiga, anak Anda wajib memperbaiki tindakannya, kalau tidak dia akan mendapatkan konsekuensinya.

Dilihat dari sisi pembelajaran bagi anak Anda, cara ini cukup bagus karena Anda memberikan peringatan terlebih dahulu sebelum memberi sanksi pada anak. Dan anak pun menjadi berkembang pikirannya, dia menjadi tahu kalau melakukan kesalahan, dia masih memperoleh kesempatan untuk memperbaikinya sebelum mendapatkan sanksi yang setimpal.

  1. Tetap Tenang dan Kurangi Marah

Membuat anak mendengarkan kita, akan jauh lebih mudah apabila kita sebagai orang tua tetap tenang dan menguragi marah kita dalam setiap kondisi saat berhubungan dengan anak. Cobalah untuk mengurangi kritikan dan rasa marah Anda. Dengan cara ini, anak Anda akan lebih termotivasi dan bebas untuk mengekspresikan diri mereka. Perkembangan anak sangat tergantung dari kemampuan mereka dalam mengekspresikan diri mereka. Untuk itu, sebagai orang tua berhentilah untuk mengkritik mereka, sebaliknya dukunglah dan berikan harapan pada mereka bahwa mereka dapat melakukan yang terbaik.

  1. Belajar Memaafkan

Kembali pada ilmu pikiran, setiap pikiran yang bersih dari dendam dan rasa marah akan memiliki efek positif terhadap perkembangan anak. Dan cara untuk membersihkan pikiran adalah dengan cara mau memaafkan orang yang bersalah pada kita. Begitu juga yang harus Anda ajarkan pada anak Anda.

Anak Anda harus belajar cara untuk memaafkan orang lain agar membantunya berhubungan dengan orang lain. Kita sebagai orang tua perlu mencontohkan bahwa tindakan meminta maaf saat bersalah adalah sebuah tindakan yang mulia buka tindakan orang yang kalah. Dan tindakan memintaa maaf adalah tindakan yang baik untuk menetralisir pikiran kita ketimbang selalu menyalahkan orang lain.

Sekali lagi, sebagai orang tua kita memodelkan nilai seumur hidup lainnya untuk bertanggung jawab atas tindakan kita. Meminta maaf tidak berarti kita menegosiasikan konsekuensinya, tetapi lebih berarti kita berusaha untuk berhubungan kembali dengan orang-orang yang kita cintai untuk menunjukkan kepada mereka bahwa tidak ada yang sempurna dan cinta kita tidak bersyarat.

  1. Menunggu Waktu yang Tepat untuk Berbicara dengan Anak

Ada saatnya seorang anak tidak ingin diajak bicara dulu ketika ia mempunyai masalah. Mungkin ia menginginkan kesendirian terlebih dahulu. Apabila anak Anda ingin sendiri, cobalah untuk memberikan waktu padanya untuk sendiri.

Setelah beberapa saat baru Anda boleh bertanya dan mengajak anak Anda berbicara tentang masalah yang sedang dihadapinya. Carilah waktu yang tepat untuk mengobrol dengan anak Anda supaya anak Anda bisa mendengarkan dan terbuka untuk menerima saran Anda.

  1. Cinta, Cinta, dan Cinta

Kesalahpahaman yang umum bagi orang tua adalah bahwa mereka harus menjadi orang tua seperti yang dilakukan orang tua mereka. “Ayah saya pasti tidak akan menolerir pelanggaran itu.” Perlu Anda ketahui, waktu akan selalu berubah. Jaman dulu dan jaman sekarang tentu saja sudah berbeda.

Agar anak Anda bisa mengikuti perubahan jaman, Anda sebagai orang tua pun harus fleksibel. Tentu saja saya tidak menyarankan agar kita mengorbankan prinsip keluarga demi perubahan. Namun, kita harus memiliki rencana untuk mendidik anak dengan baik.

Poin terpenting dalam mendidik anak adalah Cinta dan kasih sayang. Dasari pendidikan anak Anda dengan Cinta dan kasih sayang. Anak-anak yang merasa dirinya dicintai akan mengembangkan rasa harga diri yang memberi mereka keberanian dan stabilitas. Tunjukkan cinta melalui kata-kata yang baik, pelukan yang hangat, komunikasi, perhatian, dan kasih sayang pada orang lain.  Selanjutnya Anda tinggal menuggu hasil dari cinta kasih yang Anda berikan adalah kesuksesan anak Anda.
Mendengarkan merupakan salah satu cara yang efektif untuk membantu kesuksesan hubungan Anda dengan anak Anda.  Memang terkadang susah untuk mendengarkan, namun semoga cara membuat anak mendnegarkan Anda di atas dapat membantu Anda untuk menjadi pendengar yang baik bagi anak Anda.

Blog

Leave a Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *