5 Prinsip Hidup untuk Menghindari Kata kata Penyesalan di Hari Tua

5 Prinsip Hidup untuk Menghindari Kata kata Penyesalan di Hari Tua

Anda mungkin pernah mendengar empat  hal berikut yang biasa disesali orang di akhir hidupnya :

  • Saya berharap bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang penting dan saya sayangi dalam hidup.
  • Saya berharap saya bisa menjadi pasangan, orang tua, atau anak yang lebih baik.
  • Saya berharap saya bisa menghabiskan waktu yang lebih sedikit untuk bekerja, dan menghabiskan waktu yang lebih banyak untuk keluarga.
  • Saya berharap saya tidak banyak membuang waktu dan lebih  banyak  mengambil risiko di dalam hidup

Penyesalan adalah bagian normal dalam kehidupan bagi kebanyakan orang. Tapi mereka tidak harus kalah dengan penyesalan. Jika Anda dapat memahami dan menerapkan lima prinsip sederhana ini, maka Anda dapat mengurangi waktu yang terbuang dan penyesalan Anda tidak terjadi :

  1. Mengubah Cara Pandang terhadap Suatu Kesalahan

Kesalahan, kecelakaan, dan salah langkah adalah bagian dari kehidupan kita. Sebuah kewajaran kalau kita pernah berbuat kesalahanan dalam hidup. Tidak ada yang suka dengan sebuah kesalahan, namun harus disadari pula bahwa kesalahan adalah bagian yang penting dari sebuah proses kehidupan. Kehidupan untuk bertumbuh dan menjadi mampu. Pertanyaannya, bagaimana cara merespon dengan tepat ketika sebuah kesalahan terjadi. Ada 2 cara yang bisa Anda pilih untuk merespon kesalahan yang terjadi. Respon yang pertama adalah kita melihat kesalahan sebaik sesuatu yang buruk, salah, dan tidak boleh terjadi. Hasilnya adalah kita akan selalu takut untuk berbuat salah, terlalu hati-hati, takut bergerak, dan mungkin stress. Dan apabila kesalahan itu benar-benar terjadi, penyesalan berkepanjanganlah yang muncul. Apakah Anda seperti itu ?

Atau Anda mau memilih respon yang kedua? Respon yang kedua, yaitu sadar dengan resiko kesalahan yang mungkin saja terjadi, namun tetap percaya diri dan tetap bergerak. Hasilnya tentu saja Anda berani untuk mencoba mencari solusi, Anda fokus, dan mungkin Anda lebih bahagia karena berani bergerak. Dan apabila kesalahan itu benar-benar terjadi, Anda sudah tahu, bisa menerimanya, dan yang paling penting bisa bangkit dari kesalahan. Maukah seperti ini ?  Pilihan untuk mengambil cara pandang yang mana, silakan Anda tentukan sendiri.

 

  1. Hiduplah di waktu saat ini

Kebanyakan penyesalan berasal dari kejadian terdahulu. Kejadian terdahulu yang buruk, namun emosinya masih terbawa sampai sekarang. Perlu disadari, kita hidup di dunia yang bergerak maju pada kecepatan yang begitu cepat. Kita hampir tidak memiliki pegangan hidup dan bayangan yang akan terjadi di masa depan. Namun apa yang perlu kita lakukan ? Terbayang-bayang masa lalu, atau takut dengan masa depan yang tidak jelas ?

Kalau Anda tidak ingin menyesal di kemudian hari, belajarlah untuk fokus pada hari ini, pada hari sekarang. Saatnya Anda belajar untuk memperlambat apa yang terjadi dalam kehidupan Anda saat ini. Jika Anda berada di perguruan tinggi, maka nikmati waktu Anda di perguruan tinggi tersebut. Berikan diri Anda untuk sepenuhnya merasakan pengalaman tersebut. Nikmati kampus, asrama, dan termasuk pasangan asrama Anda.

Belajar untuk menyederhanakan hidup Anda dan mempersempit fokus Anda membuat Anda sadar terhadap apa yang terjadi, apa yang ada dan apa yang harus Anda lakukan di depan mata Anda. Dengan melalukan dan fokus pada saat ini, Anda akan lebih bahagia dibandingkan selalu memikirkan masa lalu yang buruk atau masa depan yang tidak jelas.

 

  1. Fokus untuk bertanya Siapa diri Anda, bukan Apa yang Anda Mau Lakukan

Pernyataan di atas mungkin agak berat bagi sebagian orang. Namun jika dicoba untuk dimengerti, artinya adalah : lebih penting mengarahkan tujuan hidup Anda pada bagaimana menjadikan diri Anda sesuatu yang berharga dibandingkan mengarahkan tujuan pada apa yang mau Anda lakukan. Jika Anda fokus untuk menjadikan diri Anda baik, bermoral, rendah hati, percaya diri, dan menjadi diri lainnya yang positif, tentunya Anda mempunyai dasar yang kuat sebagai manusia. Anda mempunyai prinsip yang benar. Dan tentunya setelah Anda tahu diri Anda dan mengarahkannya  menjadi siapa yang Anda inginkan dan positif, maka tindakan yang Anda lakukan pasti mengikuti untuk positif.

  1. Luangkan waktu Anda dengan bijaksana

Setiap orang di bumi telah diberikan ukuran waktu yang sama, yaitu 24 jam. Anda tidak dapat membeli, memperoleh, atau memproduksi lebih banyak waktu. Ketika saatnya Anda pergi dari kehidupan ini, Anda pasti pergi dan tidak mungkin bisa lebih lama lagi. Karena hal tersebut, mungkin waktu adalah salah satu bagian yang paling mahal dalam hidup seorang manusia.

Menjalani hidup yang sia-sia dan membuang-buang waktu tentu saja sangat disayangkan karena waktu tidak akan kembali lagi. Mulailah menjalani hidup dengan fokus dan investasikan waktu Anda untuk hal-hal yang penting dan berharga bagi diri Anda, mungkin itu untuk pengembangan diri Anda, keluarga, ataupun rekan-rekan Anda. Hati-hatilah, tidak memiliki waktu yang cukup dengan orang-orang yang Anda sayangi merupakan salah satu penyesalan terbesar diungkapkan oleh kebanyakan orang.

 

  1. Ambilah Keputusan Dalam Hidup

Ada perbedaan yang besar antara berani mengambil keputusan dalam hidup dengan menerima hidup apa adanya. Mereka yang berani mengambil resiko, melakukan kesalahan besar, memiliki pengalaman yang menyiksa dan sakit, sering gagal namun bangkit lagi, merupakan orang-orang yang memiliki sedikit penyesalan di dalam hidupnya.  Justru orang yang selalu takut untuk meilih dan memutuskan kehidupannya, yang paling sering merasa menyesal di akhir hidupnya.

Salah satu hadiah terbesar yang kita miliki adalah kemampuan untuk memillih dan mengambil keputusan. Kalaupun kita tidak dapat mengontrol atau memilih segala sesuatu yang terjadi pada diri Anda, namun Anda bisa memilih cara untuk menanggapi masalah tersebut. Sikap Anda, pandangan hidup Anda, keputusan Anda untuk membenci atau mencintai, memaafkan atau melepaskan, melawan atau hidup dengan damai, semua di bawah kendali Anda. Pilihlah, ambilah keputusan agar Anda tidak menyesal di kemudian hari.

 

  1. Prinsip sederhana di atas dapat membantu Anda untuk meminimalisir resiko terjadinya penyesalan di dalam diri Anda.

Namun semuanya kembali pada diri Anda sendiri.  Memang Tuhan memberikan jalan masing-masing pada setiap manusia, namun manusia boleh memilih jalan yang ingin ditempuhnya.

Semoga bermanfaat…

Blog

Leave a Reply

Leave a Reply