Hipnoterapi dan Manfaatnya dalam Mengatasi Kecemasan (Anxiety Disorder)

Hipnoterapi dan Manfaatnya dalam Mengatasi Kecemasan (Anxiety Disorder)

Tanya Terapis

Kecemasan atau anxiety berhubungan dengan aspek kognitif sehingga melibatkan pikiran dan perasaan yang berdampak pada perilaku seseorang. Kecemasan muncul ketika seseorang merasa terancam dari lingkungan luar atau merasa sesuatu akan terjadi diluar kendalinya.

Hal ini berbeda dengan ketakutan yang merupakan respon terhadap ancaman secara langsung atau secara nyata mengenai sesuatu yang tengah terjadi saat ini sedangkan kecemasan lebih pada respon terhadap ancaman mengenai sesuatu yang akan terjadi di masa mendatang

Dari penjelasan di atas maka perbedaan antara cemas dan takut yaitu, sumber ancaman dari kecemasan belum jelas atau bersifat irasional karena tidak memiliki alasan yang kuat atau hanya berdasarkan perkiraan pemikiran diri sendiri saja terhadap sesuatu yang belum pasti akan terjadi. Sedangkan ketakutan memiliki sumber ancaman yang jelas dan lebih bersifat rasional.

Cemas merupakan hal umum yang dirasakan manusia. Dengan kata lain semua orang pasti pernah merasakan kecemasan. Ya, mengapa tidak? Karena kecemasan merupakan respon alami manusia ketika menghadapi suatu masalah, dan manusia hidup tentunya tidak luput dari suatu permasalahan. Ketika masalah A selesai munculah masalah B dan seperti itulah seterusnya.

Supaya lebih jelas mengenai pengertian kecemasan sendiri maka simaklah ilustrasi berikut. Misalnya ketika Anda dipanggil oleh atasan untuk ke ruangannya Anda akan merasa gugup, denyut jantung semakin kencang hingga mondar-mandir sebelum Anda memasuki ruangan Atasan Anda.

Hal tersebut merupakan respon dari otak yang berpikir mengenai apa yang akan dibicarakan atasan Anda, apakah dia akan menegur Anda, memotong gaji Anda atau bahkan memecat Anda.

Mengapa ilustrasi tersebut menggambarkan kecemasan? Karena orang tersebut merasakan ketakutan yang belum jelas sumber ketakutannya. Dia hanya mengira-ngira apa yang akan terjadi dan sebenarnya yang dia pikirkan belum tentu itu terjadi. Bisa saja Atasannya tersebut memanggilnya karena suatu alasan lain yang bahkan tidak terpikirkan sebelumnya.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa rasa cemas memang bisa dirasakan oleh setiap orang, dan masih terbilang wajar bila hanya sesekali merasakannya, namun apabila dirasakan dalam frekuensi yang sering sehingga mengganggu produktivitas kegiatan sehari-hari maka itu dinamakan gangguan kecemasan atau disebut anxiety disorder.

Setiap orang mengalami tingkat kecemasan yang berbeda. Beberapa orang menganggap kecemasan sebagai rintangan untuk dihadapinya. Hal ini  tentu berdampak positif sehingga tidak menghambat produktivitas kegiatan sehari-harinya.

Namun ada pula orang yang sama sekali tidak berdaya karena kecemasan berlebihan yang dirasakannya karena tidak percaya akan kemampuan dirinya sendiri dalam menghadapi masalahnya.

Apakah saat ini Anda atau orang-orang terdekat Anda merasakan kecemasan atau bahkan kecemasan yang berlebihan? Kenalilah dahulu tipe-tipe gangguan kecemasan, dan cari tahu bagaimana cara mengatasinya untuk itu simaklah terus artikel ini hingga selesai.

Tahukah Anda bahwa gangguan kecemasan itu ada beberapa tipe dan penting diketahui supaya mendapatkan intervensi yang tepat terhadap gangguan kecemasan yang dialami. Tipe ganguan kecemasan tersebut di anataranya :

Panic Attack

Seseorang yang mengalami gangguan kecemasan tipe ini ditandai dengan perasaan terus ketakutan dan panik yang bisa menyerang secara cepat dan tiba-tiba. Hal ini sering dikaitkan dengan perasaan akan terjadinya malapetaka. Ketika serangan pankc ini berlangsung maka orang yang mengalaminya akan merasakan gejala seperti sesak nafas, nyeri dada, terdesak atau sensasi terbekap serta kehilangan kontrol.

Agoraphobia

Agoraphobia merupakan jenis gangguan kecemasan yang membuat penderitanya menghindari berbagai tempat atau situasi yang mungkin menyebabkan panik sehingga penderita mungkin tidak ingin meninggalkan rumah karena lebih merasa nyaman di rumah daripada saat berada di luar rumah. Mereka bisa merasa terjebak atau malu saat di luar rumah sehingga bisa memicu serangan panik.

Spesifik Phobia

Penderita dengan gangguan kecemasan ini dapat dengan spesifik menyebutkan apa yang ia takutkan namun tidak tahu apa alasan dari ketakutannya tersebut. Apa yang mereka takutkan terkadang irasional, namun pasien tetap tidak mampu mengontrol rasa takut mereka.

Contohnya, takut terhadap kecoa, takut ruangan gelap, takut ruangan sempit, atau takut terhadap balon dan lain sebagainya. Berbeda dengan penderita GAD (Generalized Anxiety Disorder) yang penderitanya tidak bisa menentukan apa yang dia khawatirkan,

Obsessive Compulsive Disorder (OCD)/Gangguan Perilaku Obsesif

Yang dimaksud obsesif disini yaitu pikiran yang berkali-kali datang hingga mengganggu produktivitas kegiatan sehari-hari, tampak tidak rasional dan tidak dapat dikontrol. Obsesi ini dapat muncul berbentuk keragu-raguan yang berlebihan terhadap sesuatu seperti rasa takut akan kotoran, kuman atau meragukan suatu hal penting yang telah dilakukan sehingga penderita gangguan ini menghabiskan banyak waktu dalam melakukan tindakan ini. Akibat buruknya mereka tidak memiliki waktu untuk hal lain.

Sedangkan kompulsif yaitu penerapan dari pemikiran tadi yang terus berulang seolah-olah menjadi ritual atau kebiasaan. Contohnya seseorang harus mengecek barang yang akan dibawanya persis tujuh kali, tidak lebih atau kurang. Jika mereka tidak yakin setelah beberapa kali memeriksa, mereka mungkin akan mulai dari awal lagi.

Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) / Gangguan Post-traumatic

Post-traumatic stress disorder (PTSD) merupakan gangguan kecemasan yang disebabkan oleh kejadian yang sangat menegangkan dan menakutkan. Seseorang dengan PTSD mengalami perasaan terisolasi, mudah tersinggung dan bersalah. Mereka mungkin juga memiliki masalah tidur, seperti insomnia, dan sulit berkonsentrasi.

PTSD ini membuat penderitanya berperilaku seakan-akan menghindari orang atau tempat tertentu yang mengingatkan mereka tentang kejadian traumatis atau bahkan mereka menghindari orang untuk berbicara tentang pengalaman mereka sehingga hal inilah membuat mereka terisolasi dan bisa juga membuat mereka berhenti melakukan aktivitas yang biasa mereka nikmati.

Generalized Anxiety Disorder (GAD)/Gangguan Kecemasan Umum

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya gangguan ini berbanding terbalik dengan tipe gangguan kecemasan specific phobia, gangguan ini membuat penderitanya mengalami kecemasan berkepanjangan dan berlebihan terhadap situasi, objek atau kejadian yang umum, penderita sendiri tidak bisa memastikan hal apa yang sebenarnya dikhawatirkan.

Social Anxiety Disorder/Gangguan Kecemasan dalam Bersosialisasi

Gangguan kecemasan ini juga disebut phobia sosial, gangguan ini terjadi ketika penderita sedang berada di lingkungan sosial, dimana penderitan merasa gelisah karena terlalu memikirkan penampilan, perilaku, sikap ataupun perkataannya yang di khawatirkan akan memalukan dirinya sendiri dihadapan orang lain. Karena kegelisahan dan kekhawatirannya yang berlebihan tersebut maka penderita gangguan ini cenderung menghindari perkumpulan sosial.

Separation Anxiety Disorder/Ganguan Kecemasan dalam Perpisahan

Penderitan dengan gangguan ini akan mengalami kecemasan berlebihan dan kepanikan berlebihan saat mereka berpisah dengan seseorang atau suatu tempat yang memberi rasa aman terhadap dirinya.

Itulah beberapa tipe gangguan kecemasan, namun untuk lebih jelasnya Anda bisa membacanya dalam DSM IV.

Jika Anda atau orang-orang terdekat Anda mengalami salah satu dari tipe gangguan kecemasan tersebut atau bahkan mengalami beberapa tipe gangguan kecemasan, maka teruslah simak artikel ini karena disini Anda dapat menemukan solusi dari masalah gangguan kecemasan dan pastikanlah untuk menerapkan solusi berikut.

Gangguan kecemasan bisa diatasi dengan hipnoterapi? Apa itu hipnoterapi? Bahayakah hipnoterapi itu?Dan bagaimana bisa hipnoterapi menghilangkan gangguan kecemasan?  

Hipnoterapi adalah suatu bentuk penyembuhan alternatif yang digunakan dengan metode hipnosis untuk menciptakan perubahan bawah sadar pada pasien dalam bentuk respons, pikiran, sikap, perilaku atau perasaan baru.

Kata  hipnosis sendiri merupakan kependekan dari istilah James Braid’s (1843) yaitu “neuro-hypnotism”  yang berarti “tidurnya system saraf”. Jelasnya hypnosis merupakan ilmu atau metode komunikasi dengan dan untuk menjangkau pikiran bawah sadar. Sedangkan orang yang melakukan hipnosis disebut hipnotis.

Dan untuk orang yang melakukan hipnoterapi disebut hipnoterapis yang profesional dalam kesehatan mental berlisensi atau bersertifikat yang terlatih khusus dalam teknik ini.

Manfaat hipnoterapi di antaranya untuk mengatasi keadaan seperti kebiasaan disfungsional, kecemasan, sakit yang berhubugan dengan stress, manajemen rasa sakit, meningkatkan motivasi dan pengembangan diri.  Namun yang akan dibahas disini yaitu manfaat hipnoterapi untuk mengatasi gangguan kecemasan.

Manfaat hipnoterapi untuk kecemasan bertujuan mencari akar permasalahan untuk mengatasi emosi yang seringkali dialami. Hipnoterapi bekerja untuk mengubah pikiran dan perasaan individu yang terkait dengannya sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri.

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa metode hipnosis sendiri bekerja dengan mengubah keadaan kesadaran sedemikian rupa sehingga sisi kiri analitis otak dimatikan, sementara sisi kanan non-analitis menjadi lebih waspada. Kontrol pikiran sadar terhambat, dan pikiran bawah sadar terbangun. Karena pikiran bawah sadar adalah kekuatan yang lebih dalam, lebih naluriah daripada pikiran sadar, inilah bagian yang harus diubah agar perilaku dan keadaan fisik pasien berubah.

Berbahayakah hipnoterapi?

Hipnoterapi bukanlah suatu metode yang berbahaya. Bukan metode yang mengendalikan atau mencuci otak. Beberapa terapis menggunakan hipnoterapi untuk memulihkan ingatan tertekan yang mungkin mereka percaya terkait dengan masalah psikologis seseorang. Seorang terapis tidak bisa membuat seseorang melakukan sesuatu yang memalukan atau orang itu tidak mau melakukannya. Namun resiko terbesar dari hipnoterapi adalah ingatan palsu yang diciptakan melalui sugesti yang tidak disengaja dari terapis. Oleh karena itu, penggunaan hipnosis untuk gangguan mental tertentu, seperti gangguan disosiatif, masih kontroversial.

Berikut dua pendekatan dalam hipnoterapi untuk menangani gangguan kecemasan:

Analisis: Dengan menggunakan pendekatan ini maka dapat membuat pasien dalam keadaan santai untuk mengeksplorasi faktor-faktor tak sadar yang mungkin terkait dengan kecemasan yang mereka alami seperti peristiwa masa lalu yang traumatis yang disembunyikan dalam ingatan bawah sadarnya. Begitu trauma terungkap, hal itu bisa diatasi dengan psikoterapi.

Suggestion therapy: Ketika proses hipnoterapi ada saatnya pasien dikondisikan dalam situasi yang memicu kecemasan. Dan dalam kondisi hipnosis ini membuat orang lebih mampu menanggapi sugesti atau saran. Oleh karena itu, hipnoterapi bisa membantu beberapa orang mengubah perilaku akibat dari gangguan kecemasan dengan memberikankan sugesti atau saran yang menenangkan, supaya mereka dapat mengatasi pemicu kecemasan dengan tenang.

Bagaimana bisa hipnoterapi mengatasi gangguan kecemasan?

Berikut merupakan cara kerja hipnoterapi dalam mengatasi gangguan kecemasan. Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa hipnoterapi mengubah pola pikir dan kepercayaan bawah sadar, Para hipnoterapis mengakses kepercayaan ini dengan menggunakan hipnosis dan hipnoterapi untuk mengatasi gangguan kecemasan  dan menggunakannya untuk menghilangkan keyakinan yang mendasarinya atau pemicu kecemasan. Begitu keyakinan dasar telah runtuh, gejala kecemasan akan berubah secara permanen.

Bagaimana tahapan hipnoterapi dalam mengatasi kecemasan?

Tahapan pertama untuk menghilangkan kecemasan dengan hipnoterapi maka perlu mendiskusikan dengan hipnoterapis apa yang diharapkan dari hipnoterapi. Kemungkinan mereka akan mengajukan pertanyaan tentang kehidupan pasien untuk mencoba dan membangun sebab apa pun yang menjadi pemicu kecemasan yang dirasakan oleh pasien. Terapis kemudian akan menjelaskan bagaimana hipnosis bekerja dalam mengatasi kecemasan. Mereka akan menjelaskan prosesnya kepada pasien, dan ketika sudah nyaman dengan tahapan ini maka selanjutnya setelah konsultasi awal tadi hipnoterapis akan mulai dengan membantu pasien memasuki keadaan santai. Mereka mungkin kemudian meminta pasien untuk fokus pada saat pasien dalam keadaan cemas. Pasien mungkin diminta untuk fokus pada sensasi fisik, serta memikirkan apa yang dapat memicu kecemasannya.

Begitu pasien berada pada kondisi cemas, hipnoterapis akan memberikan kata-kata yang menenangkan yang biasa disebut “sugesti” atau saran. Sugesti apa yang mereka katakan akan tergantung pada pemicu kecemasan pasien dan kondisi pribadi pasien. Contohnya, jika pasien mengenali pemicu tekanan di tempat kerja, sarannya mungkin, “Anda bisa melakukan ini. Luangkan waktu sejenak untuk bernapas dan bersihkan kepala Anda lalu atasi masalahnya.”

Jadi cara kerja hipnoterapi dalam mengatasi kecemasan adalah ketika pasien mulai merasa cemas atau takut, kemudian sugesti / saran atau kata-kata menenangkan yang sesuai dengan pemicu dari kecemasan pasien yang sebelumnya telah diketahui dengan teknik analysis  akan masuk ke dalam pikiran sadar pasien dan membantu pasien mengatasinya.

Hipnoterapis  mungkin juga mengajarkan pasien teknik untuk membantu rileks dan menenangkan diri saat merasakan perasaan cemas.

Karena sebagian besar penderita kecemasan memiliki kadar zat kimia adrenal dan kortisol yang tinggi dalam aliran darah mereka, jadi belajar teknik relaksasi  dan mempraktikkannya secara teratur (idealnya setiap hari) akan membantu mengatur ulang ketidakseimbangan sistem saraf otonom (ANS).

Berapa kali hipnoterapi harus dilakukan untuk mengatasi gangguan kecemasan?

Hal ini bisa didiskusikan antara pasien dengan hipnoterapis, karena tingkat gangguan kecemasan setiap individu berbeda sehingga kebutuhan untuk menjalankan hipnoterapi pun berbeda. Bisa saja seseorang hanya membutuhkan satu atau dua sesi untuk mengatasi gangguan kecemasannya ada pula orang yang membutuhkan beberap kali sesi. Oleh karena itulah perlu mendiskusikannya dengan hipnoterapis berepa kali sesi dan teknik apa yang diraasa lebih efektif untuk mengatasi gangguan kecemasan.

Di mana Anda dapat menemukan hipnoterapis?

Jika memang Anda atau pun orang terdekat Anda mau membuat perubahan dalam hidup dan siap melakukan hipnoterapi untuk mengatasi gangguan kecemasan Anda bisa menemukan hipnoterapis di klinik hipnoterapi Life Transformation Center yang berlokasi di Bandung Indah Plaza, Lt 2 – 35 A Jl. Merdeka No 56, Bandung.

Kami berharap dapat membantu menghilangkan pemicu gangguan kecemasan para pasien dengan menggunakan bantuan dan teknik kami, sehingga mereka dapat mengatasi ketakutan situasional dan kemudian membuat perilaku positif baru tetap berlaku.

Dengan hipnoterapi, inilah saatnya untuk mengubah pikiran, perasaan dan perilaku yang terisolasi karena gangguan kecemasan. Hidupkanlah kembali kepercayaan diri dan bangunlah persepsi kuat yang lebih rasional baik itu terhadap diri sendiri, orang lain, sesuatu atau pun situasi dan kondisi. Hiduplah sesuai apa yang diinginkan tanpa terlalu menghiraukan kecemasan, karena kecemasan tidaklah permanen.

Memang tidaklah mudah mengatasi gangguan kecemasan namun tetaplah berusaha, hapus pemicu kecemasan dari pikiran dan ubahlah pikiran negatif tentang dunia sekitar. Hapus sedikit- demi sedikit rasa takutnya masuklah ke dalam pikiran orang yang percaya diri dan buatlah perubahan secara permanen.

STRES DAN DEPRESI

STRES DAN DEPRESI

Blog

Fenomena bunuh diri ternyata memang dapat menghampiri siapa saja dari kalangan manapun. Tidak pandang bulu, entah di negara berkembang, maupun di negara maju. Itulah sebabnya, kasus bunuh diri menjadi perhatian serius Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya WHO.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengungkapkan bahwa angka bunuh diri di Indonesia adalah sebesar 2,9 kasus dari 100.000 populasi pada tahun 2015. Secara umum, angka tersebut masih lebih rendah dari Thailand (16 kasus dari 100.000 populasi). Namun, ada banyak kasus-kasus yang tidak dilaporkan.

Masih hangat dibicarakan  Suryo Utomo, salah satu dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM), Institut Teknologi Bandung (ITB) yang meninggal karena bunuh diri. Manajer group JKT48, Inao Jiro, gantung diri di kamar mandi rumahnya. Oka Mahendra meninggal setelah melakukan bunuh diri karena depresi akibat terlilit utang, sampai yang terakhir kita dengar  vokalis sekaligus frontman Linkin Park, Chester Bennington, mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri di rumah pribadinya.

Kita semua tentu pernah mengalami stres. Salah satu contoh dari emosi yang merusak adalah stres. Namun sebetulnya, stres diperlukan agar kita bisa terpacu bekerja gigih untuk meraih cita-cita. Hormon yang bekerja pada saat kondisi stres, antara lain kortisol, seratonin, vasopresin, epinefrina, dan adrenalin. Namun jika stres berkepanjangan dan tidak terkendali maka akan berdampak pada fisik dan jiwa, seperti hasil penelitian berikut.

  1. Penelitian-penelitian dari Harvard University menemukan bahwa 60-90% pasien yang datang ke dokter sebenarnya disebabkan atau disertai dengan stres. Stres selalu berhubungan dengan penyakit-penyakit, seperti serangan jantung, hipertensi, diabetes, asma, sakit kronis, sulit tidur, alergi, sakit kepala, sakit punggung, kelainan kulit, kanker, bunuh diri, depresi, kelemahan sistem kekebalan tubuh, dan penurunan sel darah putih.
  2. Stres dapat mempengaruhi kadar kolesterol lebih besar daripada makanan. Riset yang dilakukan oleh Rosenman dalam Homeostatis (1993) terhadap beberapa mahasiswa kedokteran yang mendekati ujian dan akuntan selama musim pajak menunjukan bahwa terjadi peningkatan kadar kolesterol yang signifikan selama waktu yang menegangkan dibandingkan dengan pengaruh yang kecil dan justru tidak ada pengaruhnya sama sekali jika melalui makanan.
  3. Menurut Chandola dalam British Medical Journal (2006), selama beberapa tahun terjadi kematian akibat serangan jantung dan stroke sehingga terjadi peningkatan pengangguran dan pengurangan karyawan sebesar dua kali lipat daripada kematian akibat serangan jantung dan stroke.
  4. Page dan Brass dalam Yale Medical Military Medicine (2001) mengungkapkan bahwa stres berat diperkirakan merupakan faktor resiko terjadinya stroke pada orang yang berumur 50-an. Hasil studi terhadap 556 veteran Perang Dunia II menyimpulkan bahwa stroke lebih banyak menimpa mereka yang pernah dipenjara delapan kali daripada mereka yang tidak pernah tertangkap.
  5. Emosi yang tidak normal, seperti ketegangan, frustasi, dan kesedihan menjadi pemicu ketidaknormalan jantung dan penyebab kerusakan jantung yang permanen. Hasil riset menunjukkan bahwa ada hubungan langsung antara emosi yang negatif dengan aliran darah yang tidak mencukupi ke jantung sehingga meningkatkan serangan jantung (Journal of the American Medical Association, 1997).

Kondisi sehat dapat dipertahankan karena setiap individu memiliki ketahanan tubuh yang baik. Stres terjadi karena tidak memadainya kebutuhan dasar manusia yang akan bermanifestasi pada perubahan kondisi fisik, kognitif, emosi dan prilaku.

GEJALA GEJALA STRESS

Jika stress ini dibiarkan akan sangat berpangaruh dalam diri kita. Berikut adalah gejala dari stress Dari sisi cognitive:

  • Masalah di daya ingat.
  • Tidak mampu konsentrasi.
  • Cemas atau Pikirannya kemana mana.
  • Selalu khawatir.
  • Yang dilihat dan dipikirkan banyak negatifnya.

Dari sisi Emosi:

  • Moody.
  • Gampang marah.
  • Tidak bisa relax.
  • Merasa terkekang.
  • Merasa sendiri, kesepian dan terisolasi.
  • Depresi atau tidak bahagia.

Dari Sisi Fisik:

  • Sakit dan Nyeri.
  • Diare atau justru susah BAB.
  • Sakit di dada, detak jantung cepat.
  • Kehilangan nafsu sexual.
  • Sering demam.

Dari segi Tingkah Laku:

  • Makan banyak atau justru makannya berkurang.
  • Terlalu banyak tidur atau justru Susah Tidur.
  • Sering menunda nunda atau menolak suatu tanggung jawab.
  • Mengisolasi diri dari orang lain.
  • Menggunakan rokok, alkohol agar bisa relaks.
  • Kebiasaan yang mencerminkan kegelisahan(gigit kuku,mondar mandiri dll).

Banyak orang yang stress namun mereka tidak menyadarinya karena dianggap sudah biasa dianggap normal. Anda sama sekali tidak menyadarinya dan merasa seolah seolah olah anda berada di jalan tol bebas hambatan. Ini yang disebut hidden stress.  Mereka mengalami hal diatas tapi mereka merasa itu biasa saja.

PENYEBAB STRESS

Apa sih penyebab stress? Penyebab stress bisa karena faktor internal atau karena faktor eksternal Sebab umun dari fakor internal adalah:

  • Ketidakmampuan untuk menerimak ketidakpastian.
  • Sikap Pesimis.
  • Self Talk (cara kita berbicara pada diri kita) yang negative.
  • Ekspektasi(pengharapan) yang tidak realistis.
  • Perfeksionis , terlalu menuntut semuanya serba sempurna.
  • Tidak adanya ketegasan.

Sebab dari faktor eksternal adalah:

  • Perubahan hidup yang besar.
  • Pekerjaan.
  • Relasi yang tidak bagus.
  • Masalah finansial.
  • Terlalu Sibuk.
  • Masalah Anak dan Keluarga.

Stress bagi tiap orang tidak sama. Suatu masalah bagi si A bisa menyebabkan stress tapi bagi B hal itu tidak menimbulkan stress. Ada banyak masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh stress diantaranya adalah:

  • Masalah di hati.
  • Masalah di perncernaan.
  • Susah tidur atau imsomnia.
  • Depresi.
  • Obesitas.
  • Penyakit auto imun.

Apa yang bisa kita lakukan ketika merasa depresi dan mulai berpikir untuk mengakhiri hidup? Ini ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:

  1. Cari Orang yang Bisa Kita Percaya

Saya percaya bahwa kita memiliki orang-orang dekat dan bisa dipercaya. Mereka adalah orang-orang yang bersedia mendengarkan curahan hati dan juga masalah yang sedang kita alami. Jangan sungkan untuk menghubungi mereka, jelaskan bahwa kita membutuhkan bantuan mereka. Jangan memendam permasalahan sendiri, ceritakan hal-hal tersebut ke orang-orang terdekat.

Berdasarkan penelitian, berbagi cerita ke orang-orang yang dekat dengan kita dapat menurunkan tingkat stres. Mereka dapat menjadi pendengar dan juga memberikan masukan yang membantu kita agar merasa lebih baik.

  1. Jauhi Media Sosial

Media sosial terbukti dapat meningkatkan tingkat stres dan mendorong depresi. Berdasarkan penelitian dari Univesitas Brown, resiko depresi orang yang secara aktif menggunakan media sosial adalah 3.2 kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak menggunakan media sosial.

Kita bisa mulai melakukan “diet” media sosial. Batasi waktu penggunaan media sosial. Jika sebelumnya hampir setiap saat kita menggunakan media sosial, mungkin bisa mulai berhenti pada saat kita bangun tidur, makan siang bersama teman dan juga pada saat malam hari.

Simpan telefon genggam kita, dan nikmati kebersamaan dengan orang-orang yang ada di dekat kita.

  1. Lakukan Aktifitas yang Bisa Mengalihkan Perhatian

Depresi dan pemikiran bunuh diri sering kali muncul karena seseorang merasa kesepian. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk keluar dari perasaan kesepian ini adalah melakukan berbagai aktifitas.

Kita bisa melamar untuk magang, ikut kompetisi, menjadi volunteer, ikut kelas-kelas pelatihan singkat, atau olah raga. Aktifitas fisik yang reguler dapat memperlancar aliran darah yang bermanfaat untuk berbagai hormon yang ada di otak.

Buat diri sibuk dengan berbagai kegiatan untuk menghilangkan pikiran dan juga perasaan negatif dan merubahnya menjadi positif. Ini memang tidak mudah, namun saat kita mencoba dan berusaha keras dan melakukan repetisi maka akan membentuk kebiasaan pada diri kita.

  1. Cari Bantuan Dari Tenaga Profesional

Jika kita sudah melakukan hal-hal di atas namun masih tidak menolong, maka ini saat nya kita mencari bantuan dari tenaga profesional. Hal ini sangat penting untuk kita lakukan jika terus ada di dalam kondisi depresi dan berpikir untuk membunuh diri.

Salah satu yang bisa membatu dengan melakukan terapi hipnoterapi.  Hipnoterapi ini bukan sesuatu yang sering kita lihat di layar kaca, ini sangat berbeda jauh dengan yang ada di televisi. Disini anda tetap sadar dan tetap punya kontrol atas diri anda sendiri. Anda masih dapat berbicara, mendengar dan bergerak selama proses terapi, jadi bukan anda yang dikontrol. Anda berkuasa penuh atas diri anda.

Dengan hipnoterapi ini semua sumber stress dibuang, semua hal yang tidak nyaman dibuang dan kita diberikan sugesti positif untuk lebih semangat dan merasa mampu. Tidak hanya sugesti positif namun juga mencari akar masalah dari stress yang terjadi pada diri anda. Bisa juga dengan menyelesaikan konflik yang terjadi dalam diri kita.

Walau bagaimanapun setiap orang tidak bisa hidup jauh dari stres karena pada dasarnya hidup ini merupakan sebuah proses dimana ada kala senang ataupun sulit.

#dikutipdariberbagaisumber