Siapakah yang Beresiko memiliki anak dengan down syndrome?

Siapakah yang Beresiko memiliki anak dengan down syndrome?

Blog

Setiap pasangan yang telah menikah pasti menginginkan hadirnya seorang anak dalam rumah tangga mereka. Namun banyaknya angka kelahiran dengan down syndrome menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para orang tua hingga mereka bertanya-tanya, sebenarnya siapakah yang beresiko memiliki anak dengan down syndrome? Jika Anda juga memiliki pertanyaan yang sama mungkin artikel tentang “siapakah yang beresiko memiliki anak dengan down syndrome?” ini akan sangat bermanfaat bagi Anda.

Down syndrome merupakan kelainan genetik yang paling umum terjadi. Sekitar 1 dari 1000 kelahiran di dunia diperkirakan menderita down syndrome dengan angka kematian mencapai 17.000 jiwa. Down syndrome sendiri merupakan suatu kelainan yang disebabkan adanya tambahan kromosom 21. Tambahan kromosom 21 ini menyebabkan keterbelakangan fisik dan mental.

Sampai saat ini belum ditemukan apa yang menjadi penyebab down syndrome. Namun kegagalan yang terjadi pada saat proses pembelahan kromosom diyakini menjadi penyebab munculnya down syndrome ini. Selain itu, kehamilan diatas usia 35 tahun juga diyakini memperbesar resiko melahirkan anak dengan down syndrome. Lalu siapa sajakah yang beresiko memiliki anak dengan down syndrome selain kehamilan yang terjadi pada usia di atas 35 tahun?

Sebenarnya ada beberapa faktor yang memperbesar resiko memiliki anak dengan down syndrome. Beberapa faktor yang bisa memperbesar resiko memiliki anak dengan down syndrome antara lain:

  1. Usia ibu

Berdasarkan penelitian para ahli, ditemukan bahwa usia ibu yang terlalu tua saat hamil lebih beresiko melahirkan anak dengan down syndrome. Ini terkait dengan adanya perubahan hormonal yang bisa menyebabkan non-disjunction atau kegagalan pembelahan pada kromosom 21. Semakin tinggi usia ibu saat hamil semakin beresiko memiliki anak dengan down syndrome. Seorang ibu dengan usia 35 tahun memiliki resiko melahirkan anak dengan down syndrome antara 1 dari 350 kehamilan. Resiko ini akan meningkat menjadi 1 dari 100 kehamilan pada ibu yang hamil pada usia 40 tahun. Sedangkan pada ibu yang hamil saat usia 45 tahun resikonya bertambah menjadi 1 dari 30 kehamilan.

Namun pada beberapa kasus, down syndrome juga terjadi pada wanita yang hamil pada usia lebih muda, di bawah 35 tahun. Ini berarti bahwa wanita dengan usia kehamilan lebih muda juga tidak menutup kemungkinan melahirkan anak dengan down syndrome. Walaupun demikian, kehamilan pada usia di atas 35 tahun tetap harus diwaspadai karena lebih beresiko memiliki anak dengan down syndrome.

  1. Memiliki anak dengan down syndrome pada kehamilan sebelumnya.

Orang yang beresiko memiliki anak dengan down syndrome selanjutnya adalah orang yang pernah memiliki anak dengan down syndrome pada kehamilan sebelumnya. Jika Anda telah memiliki anak dengan down syndrome pada kehamilan sebelumnya, Anda juga lebih beresiko memiliki anak dengan down syndrome pada kehamilan berikutnya.

  1. Riwayat medis

Orang yang beresiko memiliki anak dengan down syndrome selanjutnya adalah orang yang memiliki riwayat medis dengan kelainan kromosom. Jika Anda maupun pasangan Anda memiliki riwayat medis dengan kelainan kromosom, maka Anda juga lebih beresiko memiliki anak dengan down syndrome. Selain itu, berdasarkan penelitian medis, jika salah satu orang tua maupun kedua orang tua memiliki down syndrome, resiko memiliki anak dengan down syndrome sebesar 35% sampai 50%.

Selain beberapa faktor yang memperbesar resiko memiliki anak dengan down syndrome di atas, pada banyak kasus down syndrome terjadi secara acak, tanpa memandang usia, gen, status sosial, bangsa maupun agama. Hingga boleh dikatakan bahwa semua orang beresiko memiliki anak dengan down syndrome.