Emosional, Baik Atau Buruk ?

Emosional, Baik Atau Buruk ?

Pernahkah Anda merasa sangat marah dan ingin melampiaskan kemarahan Anda dengan melemparkan berbagai benda yang ada di depan Anda. Atau mungkin Anda melampiaskan kemarahan dengan cara memaki-maki orang yang ada di hadapan Anda ? Jika Anda pernah mengalami hal ini, mungkin Anda adalah orang yang emosional.

Atau Anda pernah kondisi ini ? Anda merasa sangat sedih sehingga Anda tidak dapat menahan air mata Anda setiap harinya. Adan tidak mampu melupakan sebuah kejadian yang menyedihkan yang terjadi pada diri Anda. Sehingga akhirnya tidak mampu beraktivitas apapun juga. Jika Anda pernah mengalami hal ini, mungkin Anda adalah orang yang emosional.

Dua contoh di atas adalah kondisi dimana seseorang sedang mengalami sebuah emosi yang sangat kuat sampai efek emosi itupun terwujud di dalam tindakan yang dilakukan. Seorang yang sangat marah bisa merusaka apapun yang ada di depannya, begitupun seorang yang sangat sedih bisa merusak dirinyasendiri. Berarti apakah saat seseorang menjadi emosional, berarti buruk ?

Tentu saja untuk menjawabnya kita perlu mengetahui terlebih dahulu pengertian dari emosional itu sendiri. Sebenarnya dari unsur katanya, emosional dapat diartikan sebagai kondisi di mana seseorang mengalami sebuah emosi, dan boleh dikatakan sebuah emosi yang dominan. Emosi ini adalah suatu bentuk perasaan yang keluar dari pikiran manusia (seringkali disebut keluar dari hati). Jadi kalau kita berbicara tentang emosi, tentu saja kita sedang berbicara tentang sebuah perasaan yang dirasakan oleh seseorang.

Kalau kita melihat dalam ranah pikiran, emosi atau perasaan seseorang berasal dari pikiran bawah sadarnya. Atau bisa dikatakan di dalam pikiran bawah sadar seseorang disimpan emosi orang tersebut.  Berbagai emosi yang didapatkan dari pengalaman hidup seseorang dari saat dia lahir sampai saat ini disimpan dalam pikiran bawah sadar. Dan emosi ini akan keluar saat pikiran bawah sadar mendeteksi adanya kecocokan / kesamaan pemicu yang dialami orang tersebut seperti yang terjadi di masa lampau.

Berbagai emosi disimpan dalam pikiran bawah sadar, baik emosi negatif maupun emosi positif. Beberapa contoh emosi negatif, yaitu emosi takut, khawatir, cemas, sedih, marah, kecewa, jengkel, denadam, dan berbagai emosi negatif lainnya. Namun pikiran bawah sadar juga menyimpan emosi positif seperti rasa sayang, senang, gembira, berani, percaya diri, semangat, dan berbagai emosi positif lainnya.

Oleh karena menjawab pertanyaan diatas, Emosional Baik atau Buruk ? Jawabannya adalah tergantung dari emosi apa yang dikeluarkan. Apabila pikiran bawah sadar selalu mengeluarkan emosi positif maka perilaku dan tindakan seseorang akan menjadi positif tentunya adalah hal baik. Namun apabila seseorang selalu mengeluarkan emosi yang negatif, maka perilakunya pun akan ikut negatif, dan tentu saja akan menjadi hal yang  buruk. Oleh karena itu emosional tidak selalu buruk, bisa saja emosional merupakan hal baik.

Walaupun demikian ada baiknya kita selalu dapat mengendalikan emosi kita karena apapun emosi yang dirasakan terlalu berlebihan hasilnya biasanya akan menjadi buruk. Contohnya kalau kita atau seseorang merasakan sedih yang berlebihan dapat berakibat terjadinya depresi pada orang tersebut sehingga orang tersebut tidak mampu lagi untuk beraktivitas dan bahkan lebih parahnya mungkin bisa memunculkan perasaan ingin melukai diri sendiri. Begitu juga saat seseorang merasa sangat senang dan mulai muncul perasaan yang berlebihan (seringkali disebut euforia) orang tersebut dapat melampiaskan kesenangannya bahkan dengan cara merusak orang lain atau benda di sekitarnya. Jadi walaupun kita merasakan emosional, satu hal yang cukup penting adalah mampu mengendalikannya. Untuk cara mengendalikan emosi akan saya bahas pada artikel selanjutnya.

Apabila Anda ingin berkonsultasi mengenai emosi yang Anda rasakan, silakan Konsultasikan pada kami GRATIS 

Blog

Leave a Reply

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.