Saat Libur Tiba, Lebih Baik Tidur atau Olahraga?

Tanya Terapis

Menurut para pakar, tidur seharian saat libur tidak terlalu bermanfaat untuk menebus kekurangan tidur sehari – hari. Tidur terlalu lama dalam satu waktu hanya akan membuat tubuh terasa lemas, denyut jantung menurun, dan seperti kehilangan semangat hidup. Terlalu sibuk tidak isa dijadikan alasan karena hal itu memang tidak terhindarkan. Yang bisa dilakukan adalah mengatur siasat, antara lain dengan curi – curi waktu untuk tidur siang. Di sela – sela bekerja, atau selama dalam perjalanan. Itu pula sebabnya, naik kendaraan umum lebih dianjurkan karena tidak mungkin tidur saat sedang berkendara. Fakta berikutnya adalah, menghabiskan waktu seharian untuk olahraga juga akan berdampak pada kelelahan otot yang berlebihan. Organisasi kesehatan dunia (WHO) manganjurkan aktivitas fisik dengan intensitas sedang selama 150 menit dalam sepekan, yang artinya hanya sekitar 30 menit dalam sehari. Kesimpulannya, waktu sehari sudah lebih dari cukup untuk bisa mengerjakan keduanya sekaligus; tidur dan olahraga.

Apakah Olahraga Pengaruhi Kebiasaan Makan?

Tanya Terapis

“Masyarakat dewasa ini, dengan lingkungan kerja seperti saat ini, lebih banyak dan membutuhkan kinerja otak yang tinggi,” kata peneliti William Neumeier,”akibatnya, begitu jam istirahat tiba, si pekerja kantoran, misalnya, akan mengkonsumsi makanan lebih banyak dari porsi biasanya, dan mereka cenderung makan di tempat atau enggan meninggalkan mejanya. Jika kebiasaan ini diiarkan dan berlarut – larut maka bisa memicu obesitas.” Menurut Neumeier dari University of Alabama, hasrat makan besar ini dapat disiasati dengan berolahraga. Kesimpulan ini didapat setelah peneliti melakukan percobaan dengan melibatkan sejumlah mahasiswa. Masing – masing dari mereka diminta menyelesaikan tes yang menguras otak. Setelah itu mereka diberi kesempatan untuk erolahraga atau beristirahat selama 15 menit. Seluruh responden kemudian ditraktir makan siang dengan menu all you can eat. Didapati bahwa mahasiswa yang berolahraga makan leih sedikit daripada yang beristirahat. Hal ini terjadi karena salah satu sumber energi otak yang bernama laktat dan dihasilkan saat melakukan aktivitas fisik yang intens mampu ‘mengisi ulang’ energi di otak yang habis setelah mengerjakan tes. Dengan begitu, yang bersangkutan  juga tak punya keinginan untuk makan berlebihan.

Mengapa kita tertawa ?

Tanya Terapis

Ketika ditanya mengapakita tertawa, pada umumnya kita menjawab karena candaan atau humor, tetapi studi menemukan bahwa kita paling sering tertawa saat berbincang biasa bukan pada lelucon. Profesor Sophie Scott dari Institute of Cognitive Neuroscience, University College London, berkomentar bahwa tertawa adalah bentuk emosi primitif. Dr. Sophie mengatakan “kita menggunakannya untuk menjalin ikatan sosial. Anda tertawa untuk menunjukkan bahwa anda paham, bahwa anda setuju dengan mereka dan adalah bagian dari mereka, untuk menunjukkan anda menyukai mereka, atau ahkan mencintai. Semua itu anda lakukan saat berbincang dengan mereka, dan tawa anda mendemonstrasikan semua emosi tersebut. Dan alasan mengapa anda tertawa ketika kita mendengar orang tertawa, dan mengapa saya ikut tertawa bersama orang yang tertawa, adalah karena tawa sangat menular. Anda dapat tertular tawa dari orang lain, terutama apabila anda mengenal orang tersebut.””kita membuat suara tawa lewat cara sederhana berbeda dari bicara dan ini dikontrol oleh bagian sistem otak yang juga mengatur vokalisasi pada seluruh mamalia. Inilah kenapa serangan stroke dapat merenggut kemampuan bicara seseorang tetapi ia masih bisa tertawa dan menangis karena sistem otaknya masih utuh,” lanjut Prof Sophie.

APAKAH UDARA DINGIN MEMBUAT SESEORANG LEBIH RENTAN TERHADAP FLU?

Tanya Terapis

Pakar kesehatan ternyata menyebutkan jika anggapan suhu dingin akan membuat kita mudah jatuh sakit hanyalah mitos saja. Sebenarnya suhu dingin tidak akan membuat tubuh kita mudah terinfeksi kuman penyakit. Fakta ini didapatkan dari sebuah penelitian yang telah dirilis oleh jurnal The New England Journal Of Medicine. Penelitian ini meminta para relawan untuk mandi dengan air es atau tinggal di ruangan yang sangat dingin sehingga mereka pun merasakan kedinginan. Dalam kondisi kedinginan tersebut, para relawan juga dipapar rhinovirus atau virus yang menyebabkan flu. Setelah dicek kondisi tubuhnya, para relawan ini ternyata tidak mudah sakit meskipun cukup banyak menghirup kuman penyebab salesma tersebut. Yang menarik adalah, penelitian ini justru menghasilkan fakta jika udara dingin justru akan membantu pemulihan flu dengan sangat baik. Penelitian ini juga menyebutkan jika rhinovirus dan coronavirus, dua kuman penyebab salesma memang cukup mudah menyebar andai suhu dingin ini juga disertai dengan kelembaban yang rendah. Lantas, apa yang menyebabkan anggapan suhu dingin bisa dengan mudah membuat kita sakit? Pakar kesehatan menyebutkan jika ada kemungkinan saat cuaca dingin, manusia cenderung berkumpul dalam satu ruangan sehingga ada kemungkinan penularan virus dan kuman penyebab penyebab penyakit pun semakin mudah terjadi.

MENGAPA OTAK WANITA LEBIH SENSITIF TERHADAP EMOSI NEGATIF ?

Tanya Terapis

Sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam Psychoneuroendocrinology dan dilakukan oleh para peneliti di Institut Universitaire en Sante Mentale de Montreal dan University of Montral, telah menemukan bahwa ada perbedaan dalam fungsi otak yang mempengaruhi bagaimana jenis kelamin menanggapi citra negatif. Untuk penelitian para peneliti merekrut 46 partisipan, yang terdiri dari 25 wanita dan 21 pria. Secara keseluruhan, wanita dilaporkan menjadi lebih reaktif terhadap gambar emosional. Dengan kata lain, kadar testosteron berkaitan erat dengan rendahnya sensitivitas terhadap gambar, sementra kadar estrogen yang tinggi, terlepas dari jenis kelamin seseorang, hampir selalu berarti sensitivitas yang lebih tinggi. “Sebuah hubungan yang lebih kuat antara dorsomedial prefrontal cortex (dmPFC) dan amygdala pada otak pria menunjukkan mereka cendrung melakukan pendekatan analitis daripada emosional ketika berhadapan dengan emosi negatif,” kata Stephane Potvin, asisten profesor di Departemen Psikiatri University of Montreal. “Ada kemungkinan bahwa wanita cenderung lebih fokus pada perasaaan yang dihasilkan oleh rangsangan ini, sementara pria tetap ‘pasif’ terhadap emosi negatif, dengan mencoba untuk menganalisis rangsangan dan dampaknya.”

MENGAPA WANITA BUTUH LEBIH BANYAK TIDUR DARIPADA PRIA ?

Tanya Terapis

Menurut Profesor Jim Horne dari Sleep Research Centre, Loughborough Univercity, secara biologis wanita memang membutuhkan waktu tidur lebih lama sekitar 20 menit dari pria. Alasannya karena otak wanita lebih sering digunakan untuk multitasking dan kompleks sehingga istirahatnya juga lebih lama. “Kerja otak wanita berbeda dari pria dan lebih kompleks, oleh karena itu kebutuhan tidurnya akan sedikit lebih besar,” kata Prof. Jim. Selain karena menghabiskan lebih banyak energi untuk aktifitas mental, penelitian juga menemukan wanita butuh lebih banyak waktu istirahat karena rentan menghadapi situasi yang membuatnya sulit tidur. Gangguan seperti stress, depresi, dan emosi negatif lainnya sudah dibuktikan oleh studi bahwa lebih mudah terjadi pada wanita dibandingkan pria. Hal ini tentu akan berdampak membuat wanita sulit untuk terlelap dan berujung pada lebih lama waktu tidurnya. “Bagi wanita masalah kekurangan tidur ini bisa terkait erat dengan tekanan psikologis tingkat tinggi seperti rasa permusuhan, depresi, dan kemaraha,” Kata Prof. Jim. “Sebaliknya pada pria perasaan-perasaan tersebut tidak menimbulkan tingkat gangguan tidur yang sama.”

APAKAH YANG TERJADI PADA TUBUH KETIKA MARAH?

Tanya Terapis

Ketika kita marah, lobus prefrontal rasional kita menutup dan area reflexive belakang otak menganmbil alih. Otak kiri juga menjadi lebih terstimulasi, sebagai respons hormon dan kardiovaskular otak. Tubuh yang tegang memompa keluar kolesterol dan sekelompok bahan kimia yang disebut katekolamin, yang membuat lemak menumpuk di jantung dan arteri karotis. Tidak mengherankan jika orang yang gampang marah tiga kali lebih mungkin untuk mengalami serangan jantung dibandingkan mereka yang kurang rentan terhadap kemarahan. Kemarahan dapat membuat sistem saraf anda menghentikan aliran darah ke perut anda dan mengalihkannya ke otot, berdampak pada kontraksi usus dan sekresi pencernaan. Stress juga dapat meningkatkan asam lambung. Kemarahan benar – benar tidak baik. Hal ini menyebabkan lonjakan hormon stress kortisol, yang membuat produksi minyak berlebihan dan menyebabkan jerawat dan masalah kulit lainnya. Pada waktu terjadi lonjakan kemarahan yang panjang, bagian dari sistem saraf menjadi sangat aktif, sehingga sulit untuk kembali ke keadaan santai dan dari waktu ke waktu mempengaruhi sistem kekebalan tubuh.