Bolehkah bayi dipijit?

Bolehkah bayi dipijit?

Tanya Terapis

JAWABAN :
Sejak dulu, pijat pada bayi dipercaya memiliki banyak manfaat. Terlebih lagi pada bayi prematur atau
yang lahir via operasi caesar, yang bisa mengalami shock ketika lahir. Yang pasti, pijat memberi
sentuhan yang menenangkan, serta mengingatkan bayi akan rasa nyaman saat berada dalam
kandungan mama. Manfaat lain dari pijit bagi bayi :

  • Membuatnya jadi jarang sakit, tidur lebih nyenyak dan makan lebih baik. Juga pencernaan
    bayi akan lebih lancar.
  • Mempererat kedekatan (bonding) antara anak dan orang tua serta membuat bayi merasa
    lebih nyaman.
  • Memperlancar peredaran darah serta membuat kulit bayi terlihat lebih sehat.
  • Bayi yang sering dipijat jarang mengalami kolik, sembelit, dan diare.
  • Membuat otot-otot bayi lebih kuat dan koordinasi tubuhnya lebih baik.
  • Bertumbuh menjadi anak yang lebih riang dan bahagia. Selain itu, ia akan jarang rewel dan
    tantrum.

Anda bisa memijat sendiri si kecil setelah belajar dari pakarnya. Kini sejumlah rumah sakit,
khususnya rumah sakit ibu dan anak. ~berbagaisumber

Apakah penyebab rasa seperti terjatuh saat baru tertidur?

Apakah penyebab rasa seperti terjatuh saat baru tertidur?

Tanya Terapis

PERTANYAAN :

Apakah penyebab rasa seperti terjatuh saat baru tertidur?

JAWABAN :

Saat tubuh sudah lelah dan ingin segera tertidur nyenyak, terkadang sesaat sebelum terlelap
mendadak anda merasa kaget karena merasakan sensasi terjatuh. Sentakan atau kejang semacam
itu mungkin pernah anda alami. Para pakar menyebutkan fenomena itu sebagai awal tidur atau
hypnic jerk. Tidak perlu panik karena sentakan seperti itu adalah hal yang umum. Sekitar 70% orang
pernah mengalaminya. Ada yang langsung tertidur lagi, tapi ada yang justru kembali segar karena
rasa kantuk hilang akibat kaget. Seorang pakar tidur mengatakan bahwa rasa ingin jatuh itu terjadi
karena sistem saraf kita sedang berubah menjadi mode tidur. “karena tubuh sudah mulai rileks,
detak jantung melambat, suhu tubuh juga turun, dan tekanan otot berubah, sehingga mudah
mengalami kejutan”. Penjelasan lainnya, otak kita sering kali sudah lebih dulu tertidur sebelum
tubuh kita, dan hal ini menyebabkan otak salah mengartikan otot-otot yang rileks sebagai tanda kita
sedang terjatuh. Untuk menghindarinya, tidurlah secara rutin 7-8 jam setiap malam.
~berbagaisumber