TUNALARAS : KARAKTERISTIK DAN MASALAH PERKEMBANGAN ANAK

TUNALARAS : KARAKTERISTIK DAN MASALAH PERKEMBANGAN ANAK

Blog

Pengertian Anak Tunalaras

Anak tunalaras adalah anak yang memiliki gangguan atau hambatan emosi, sehingga kurang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Sering juga disebut anak tunasosial karena perilakunya cendrung menyusahkan dan menunjukan penentangan terhadap norma-norma sosial masyarakat. Didefinisikan juga oleh Kauffman (1977), anak tunalaras adalah anak yang secara kronis dan mencolok berinteraksi dengan lingkungannya dengan cara yang tidak bisa diterima oleh lingkungan sosial. Tetapi masih bisa diajarkan untuk bersikap social dan untuk dapat memiliki pribadi yang menyenangkan. Batasan usia anak tunalaras ini menurut DepDikNas (1997:13) dari usia 6-17 tahun.Perkembangan yang terjadi pada diri anak tunalaras, tidak jauh berbeda dengan anak-anak yang tidak memiliki ketunalarasan. Hanya saja akibat dari gangguan emosi yang ia miliki, berpengaruh terhadap segi kognitif, kepribadian, dan sosial anak. Dimana pada segi kognitif anak kehilangan minat dan konsentrasi belajar, dan beberapa anak mempunyai ketidakmampuan bersaing dengan teman-temannya. Kepibadian anak tunalaras tidaklah dinamis, secara psikofisis (fisik dan kejiwaan) memiliki cara yang berbeda dengan anak lain dalam menyesuaikan diri. Baik dengan lingkungan maupun dengan dirinya sendiri. Sehingga secara sosial perilakunya kurang bisa diterima karena cendrung menyimpang dari norma-norma yang ada, serta tak jarang merugikan,menyakiti dirinya sendiri atau pun orang lain.

Klasifikasi Anak Tunalaras

Secara garis besar anak tunalaras dapat diklasifikasikan menjadi anak yang mengalami kesukaran dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan anak yang mengalami gangguan emosi. Sehubungan dengan itu, William M.C (1975:567) mengemukakan kedua klasifikasi tersebut antara lain sebagai berikut:

1.Anak yang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial:

  • The Semi-socialize child

Anak yang termasuk dalam kelompok ini dapat mengadakan hubungan sosial tetapi terbatas pada lingkungan tertentu. Misalnya: keluarga dan kelompoknya. Keadaan seperti ini datang dari lingkungan yang menganut norma-norma tersendiri, yang mana norma tersebut bertentangan dengan norma yang berlaku di masyarakat. Dengan demikian anak selalu merasakan ada suatu masalah dengan lingkungan di luar kelompoknya.

  • Children arrested at a primitive level of socialization

anak pada kelompok ini dalam perkembangan sosialnya, berhenti pada level atau tingkatan yang rendah. Mereka adalah anak yang tidak pernah mendapat bimbingan kearah sikap sosial yang benar dan terlantar dari pendidikan, sehingga ia melakukan apa saja yang dikehendakinya. Hal ini disebabkan karena tidak adanya perhatian dari orang tua yang mengakibatkan perilaku anak di kelompok ini cenderung dikuasai oleh dorongan nafsu saja. Meskipun demikian mereka masih dapat memberikan respon pada perlakuan yang ramah.

  • Children with minimum socialization capacity,

anak kelompok ini tidak mempunyai kemampuan sama sekali untuk belajar sikap-sikap sosial. Ini disebabkan oleh pembawaan/kelainan atau anak tidak pernah mengenal hubungan kasih sayang sehingga anak pada golongan ini banyak bersikap apatis dan egois.

2.Anak yang mengalami gangguan emosi, terdiri dari:

  • Neurotic behavior ( perilaku neurotik )

Anak pada kelompok ini masih bisa bergaul dengan orang lain akan tetapi mereka mempunyai masalah pribadi yang tidak mampu diselesaikannya. Mereka sering dan mudah dihinggapi perasaan sakit hati, perasaan cemasmarah,agresif dan perasaan bersalah. Di samping itu kadang mereka melakukan tindakan lain seperti mencuri dan bermusuhan. Anak seperti ini biasanya dapat dibantu dengan terapi seorang konselor. Keadaan neurotik ini biasanya disebabkan oleh sikap keluarga yang menolak atau sebaliknya, terlalu memanjakan anak serta pengaruh pendidikan yaitu karena kesalahan pengajaran atau juga adanya kesulitan belajar yang berat.

  • Children with psychotic processes

Anak pada kelompok ini mengalami gangguan yang paling berat sehingga memerlukan penanganan yang lebih khusus. Mereka sudah menyimpang dari kehidupan yang nyata, sudah tidak memiliki kesadaran diri serta tidak memiliki identitas diri. Adanya ketidaksadaran ini disebabkan oleh gangguan pada sistem syaraf sebagai akibat dari keracunan, misalnya minuman keras dan obat-obatan.

3.Faktor – faktor Penyebab Ketunalarasan

  • Kondisi / Keadaan Fisik

Hasil penelitian , Gunzburg ( dalam Simanjuntak,1947 ) menyimpulkan bahwa disfungsi kelenjar endokrin merupakan salah satu penyebab timbulnya kejahatan. Kelenjar endokrin ini mengeluarkan hormone yang mempengaruhi tenaga seseorang. Bila secara terus menerus fungsinya mengalami gangguan, maka dapat berakibat terganggunya fisik dan mental seseorang sehingga akan berpengaruh terhadap perkembangan wataknya

  • Masalah Perkembangan

Di dalam menjalani setiap fase perkembangan individu, sulit untuk terhindar dari berbagai konflik. Mengenai hal ini , Erikson ( Dalam Singgih D. Gunarsa, 1985 : 107 ) menjelaskan bahwa setiap memasuki fase perkembangan baru, individu dihadapkan pada berbagai tantangan atau krisis emosi. Anak biasanya dapat mengatasi krisis emosi ini jika pada dirinya tumbuh kemempuan baru yang berasal dari adanya proses kematangan yang menyertai perkembangan. Apabila ego dapat mengatasi krisis ini, maka perkembangan ego yang matang akan terjadi sehingga individu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan social atau masyarakatnya, sebaliknya apabila individu tidak berhasil menyelesaikan masalah tersebut maka akan menimbulkan gangguan emosi dan tingkah laku. Konflik emosi ini terutama terjadi pada masa kanak – kanak dan masa pubertas. Jiwa anak yang masih labil pada masa ini banyak mengandung resiko berbahaya, jika kurang mendapat bimbingan dan pengarahan dari orang dewasa maka akan mudah terjerumus pada tingkah laku menyimpang.

  • Lingkungan Kerja

Keluargalah peletak dasar perasaan aman ( emotional security ) pada anak, dalam keluarga pula anak memperoleh pengalaman pertama mengenai perasaan dan sikap sosial.

Berikut ini beberapa aspek yang terdapat dalam lingkungan keluarga yang berkaitan dengan masalah gangguan emosi dan tingkah laku :

  1. Kasih sayang dan perhatian
  2. Keharmonisan keluarga
  3. Kondisi ekonomi

  • Lingkungan Sekolah

Sekolah merupakan tempat pendidikan yang kedua bagi anak setelah keluarga. Tanggungjawab sekolah tidak hanya sekadar membekali anak didik dengan sejumlah ilmu pengetahuan, akan tetapi sekolah juga bertanggungjawab membina kepribadian anak didik sehingga menjadi seorang dewasa yang bertanggungjawab baik terhadap dirinya maupun terhadap lingkungan masyarakat yang luas.

Timbulnya gangguan tingkah laku antara lain berasal dari guru dan fasilitas pendidikan.

  • Lingkungan Masyarakat

Menurut Bandura ( dalam Kirk & Gallagher,1986) salah satu hal yang nampak mempengaruhi pola perilaku anak dalam lingkungan sosial adalah keteladanan, yaitu meniru perilaku orang lain.Di samping pengaruh – pengaruh yang bersifat positif, di dalam lingkungan masyarakat juga terdapat banyak sumber yang merupakan pengaruh negatif yang dapat memicu munculnya perilaku menyimpang.

4.Perkembangan Kognitif Anak Tunalaras

Anak tunalaras memiliki kecerdasan yang tidak berbeda dengan anak – anak pada umumnya. Kegagalan dalam belajar di sekolah seringkali menimbulkan anggapan bahwa mereka memiliki inteligensi yang rendah.

Mengenai hal ini Ny. Singgih Gunarsa ( 1982 ) mengemukan bahwa kecemasan dirinya berbeda dengan kelompoknya menimbulkan kesulitan pada anak dengan  cara penyelesaian yang seringkali tidak sesuai dengan cara penyelesaian yang wajar.

Ketidakmampuan anak untuk bersaing dengan teman – temannya dalam belajar dapat menjadikan anak frustasi dan kehilangan kepercayaan pada dirinya sendiri sehingga anak mencari kompensasi yang sifatnya negatif, misalnya membolos, lari dari rumah, berkelahi dan mengacau dalam kelas.

5.Perkembangan Kepribadian Anak Tunalaras

Kepribadian merupakan suatu struktur yang unik, tidak ada individu yang memiliki kepribadian yang sama. Para ahli mendefinisikan kepribadian sebagai suatu organisasi yang dinamis pada sistem psikofisis individu yang tutut menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Kepribadian akan mewarnai peranan dan kedudukan seseorang dalam berbagai kelompok dan akan mempengaruhi kesadaran sebagai bagian dari kepribadian akan dirinya. Dengan demikian kepribadian dapat menjadi penyebab seseorang berperilaku menyimpang.Tingkah laku yang ditampilkan seseorang ini erat sekali kaitannya dengan upaya memenuhi kebutuhan hidupnya.

Konflik psikis dapat terjadi apabila terjadi benturan antara usaha pemenuhan kebutuhan dengan norma sosial. Kegagalan dalam memenuhi kebutuhan menyelesaikan konflik, dapat menjadikan stabilitas emosi terganggu, selanjutnya mendorong terjadinya perilaku menyimpang dan dapat menimbulkan frustasi pada diri individu.

6.Perkembangan Emosi Anak Tunalaras

Terganggunya perkembangan emosi merupakan penyebab dari kelainan tingkah laku anak tunalaras. Ciri yang menonjol pada mereka adalah kehidupan emosi yang tidak stabil , ketidakmampuan mengekspresikan emosinya secara tepat dan pengendalian diri yang kurang sehingga mereka seringkali menjadi sangat emosional.

Pentingnya peranan emosi ini nampak melalui akibat yang muncul apabila individu kurang mendapatkan kesempatan untuk memperolah pengalaman emosional yang menyenangkan, yang biasa disebut deprivasi emosi.

Kematangan emosional seorang anak ditentukan dari hasil interaksi dengan lingkungannya, dimana anak belajar bagaimana emosi itu hadir dan bagaimana cara untuk mengekspresikan emosi – emosi tersebut. Perkembangan emosi ini berlangsung terus menerus sesuai dengan perkembangan usia, akan banyak pula pengalaman emosional yang diperoleh anak. Ia semakin banyak merasakan berbagai berbagai macam perasaan. Akan tetapi tidak demikian halnya dengan anak tunalaras. Ia tidak mampu belajar dengan baik dalam merasakan dan menghayati berbagai macam emosi yang mungkin dapat dirasakan, kehidupan emosinya kurang bervariasi dan iapun kurang dapat mengerti dan menghayati berbagai macam emosi yang mungkin dapat mengerti dan menghayati bagaiman perasaan orang lain. Ketidakstabilan emosi ini menimbulkan penyimpangan tingkah laku, misal : Mudah marah dan mudah tersinggung, kurang mampu memahami perasaan orang lain, berperilaku agresif, menarik diri, dan sebagainya.

Dalam pengelolaan pendidikan ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memunculkan motivasi belajar bagi anak tunalaras, yaitu :

  • Pengaturan lingkungan belajar.
  • Mengadakan kerjasama dengan lembaga lain / lembaga pendidikan umumnya.
  • Tempat layanan pendidikan.

7.Perkembangan Sosial Anak Tunalaras

Sebagaimana kita pahami bahwa anak tunalaras mengalami hambatan dalam melakukan interaksi sosial dengan orang lain atau lingkungannya.

Ketidakmampuan anak tunalaras dalam melalui interaksi sosial yang baik dengan lingkungannya disebabkan oleh pengalaman – pengalaman yang tidak / kurang menyenangkan.

Dengan demikian, setiap mencapai tahapan baru, anak menghadapi krisis emosi. Apabila egonya mampu menghadapi krisis ini maka perkembangan egonya akan mengalami kematangan dan anak akan mampu menyesuaikan diri secara baik dengan lingkungan sosial dan masyarakatnya.

Gangguan emosi akan diperlihatkan dalam hubungannya  dengan orang lain dalam bentuk seperti kecemasan, agresif, dan impulsif.Anak tunalaras memiliki penghayatan yang keliru, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap lingkungan sosialnya. Mereka menganggap dirinya tidak berguna bagi orang lain dan merasa tidak berperasaan. Oleh karena itu timbullah kesulitan apabila akan menjalin hubungan dengan mereka, ingin mencoba mendekati dan menyayangi mereka, dan apabila berhasil sekalipun  mereka akan menjadi sangat tergantung kepada seseorang yang pada akhirnya dapat menjalin hubungan sosial dengannya.

8. Dampak Ketunalarasan Bagi Individu dan Lingkungan

Kelainan tingkah laku yang dialami anak tunalaras mempunyai dampak negatif baik bagi dirinya sendiri maupun lingkungan sosialnya. Salah satu dampak serius yang mereka alami adalah tekanan batin berkepanjangan sehingga menimbulkan perasaan merusak diri mereka sendiri.

Mengenai tekanan batin yang berkepanjangan ini menurut Schloss ( Kirk & Gallagher, 1986 ) disebabkan oleh hal – hal berikut :

Ketidakberdayaan yang dipelajari ( learned helplessness )

Keterampilan sosial yang minim ( Sosial skill deficiency )

Konsekuensi paksaan ( Coercive consequences )

Menghadapi keadaan di atas, kita hendaknya dapat mempengaruhi lingkungan mereka, mengajar dan menguatkan keterampilan sosial antar pribadi yang lebih efektif , serta menghindarkan mereka dari ketergantungan dan penguatan ketakberdayaan.

Bahwa perilaku menyimpang pada anak tunalaras merugikan lingkungannya kiranya sudah jelas dan seringkali orang tua maupun guru merasa kehabisan akal menghadapi anak dengan gangguan perilaku seperti ini.

Emosional, Baik Atau Buruk ?

Emosional, Baik Atau Buruk ?

Blog

Pernahkah Anda merasa sangat marah dan ingin melampiaskan kemarahan Anda dengan melemparkan berbagai benda yang ada di depan Anda. Atau mungkin Anda melampiaskan kemarahan dengan cara memaki-maki orang yang ada di hadapan Anda ? Jika Anda pernah mengalami hal ini, mungkin Anda adalah orang yang emosional.

Atau Anda pernah kondisi ini ? Anda merasa sangat sedih sehingga Anda tidak dapat menahan air mata Anda setiap harinya. Adan tidak mampu melupakan sebuah kejadian yang menyedihkan yang terjadi pada diri Anda. Sehingga akhirnya tidak mampu beraktivitas apapun juga. Jika Anda pernah mengalami hal ini, mungkin Anda adalah orang yang emosional.

Dua contoh di atas adalah kondisi dimana seseorang sedang mengalami sebuah emosi yang sangat kuat sampai efek emosi itupun terwujud di dalam tindakan yang dilakukan. Seorang yang sangat marah bisa merusaka apapun yang ada di depannya, begitupun seorang yang sangat sedih bisa merusak dirinyasendiri. Berarti apakah saat seseorang menjadi emosional, berarti buruk ?

Tentu saja untuk menjawabnya kita perlu mengetahui terlebih dahulu pengertian dari emosional itu sendiri. Sebenarnya dari unsur katanya, emosional dapat diartikan sebagai kondisi di mana seseorang mengalami sebuah emosi, dan boleh dikatakan sebuah emosi yang dominan. Emosi ini adalah suatu bentuk perasaan yang keluar dari pikiran manusia (seringkali disebut keluar dari hati). Jadi kalau kita berbicara tentang emosi, tentu saja kita sedang berbicara tentang sebuah perasaan yang dirasakan oleh seseorang.

Kalau kita melihat dalam ranah pikiran, emosi atau perasaan seseorang berasal dari pikiran bawah sadarnya. Atau bisa dikatakan di dalam pikiran bawah sadar seseorang disimpan emosi orang tersebut.  Berbagai emosi yang didapatkan dari pengalaman hidup seseorang dari saat dia lahir sampai saat ini disimpan dalam pikiran bawah sadar. Dan emosi ini akan keluar saat pikiran bawah sadar mendeteksi adanya kecocokan / kesamaan pemicu yang dialami orang tersebut seperti yang terjadi di masa lampau.

Berbagai emosi disimpan dalam pikiran bawah sadar, baik emosi negatif maupun emosi positif. Beberapa contoh emosi negatif, yaitu emosi takut, khawatir, cemas, sedih, marah, kecewa, jengkel, denadam, dan berbagai emosi negatif lainnya. Namun pikiran bawah sadar juga menyimpan emosi positif seperti rasa sayang, senang, gembira, berani, percaya diri, semangat, dan berbagai emosi positif lainnya.

Oleh karena menjawab pertanyaan diatas, Emosional Baik atau Buruk ? Jawabannya adalah tergantung dari emosi apa yang dikeluarkan. Apabila pikiran bawah sadar selalu mengeluarkan emosi positif maka perilaku dan tindakan seseorang akan menjadi positif tentunya adalah hal baik. Namun apabila seseorang selalu mengeluarkan emosi yang negatif, maka perilakunya pun akan ikut negatif, dan tentu saja akan menjadi hal yang  buruk. Oleh karena itu emosional tidak selalu buruk, bisa saja emosional merupakan hal baik.

Walaupun demikian ada baiknya kita selalu dapat mengendalikan emosi kita karena apapun emosi yang dirasakan terlalu berlebihan hasilnya biasanya akan menjadi buruk. Contohnya kalau kita atau seseorang merasakan sedih yang berlebihan dapat berakibat terjadinya depresi pada orang tersebut sehingga orang tersebut tidak mampu lagi untuk beraktivitas dan bahkan lebih parahnya mungkin bisa memunculkan perasaan ingin melukai diri sendiri. Begitu juga saat seseorang merasa sangat senang dan mulai muncul perasaan yang berlebihan (seringkali disebut euforia) orang tersebut dapat melampiaskan kesenangannya bahkan dengan cara merusak orang lain atau benda di sekitarnya. Jadi walaupun kita merasakan emosional, satu hal yang cukup penting adalah mampu mengendalikannya. Untuk cara mengendalikan emosi akan saya bahas pada artikel selanjutnya.

Apabila Anda ingin berkonsultasi mengenai emosi yang Anda rasakan, silakan Konsultasikan pada kami GRATIS 

KARAKTERISTIK TUNARUNGU PADA ANAK

KARAKTERISTIK TUNARUNGU PADA ANAK

Blog

Jika kita membahas tentang karakteristik anak tuna rungu, akan lebih mudah untuk memahami jika kita memulai dari pengertian tuna rungu. Yang dimaksud dengan tuna rungu adalah sebuah kondisi dimana seseorang kehilangan kemampuan pendengarannya sehingga tidak mampu untuk menangkap hampir semua rangsangan melalui indra pendengarannya.

Dalam banyak hal, orang kebanyakan seringkali salah memahami bahwa yang termasuk dalam tuna rungu terbatas pada mereka yang kehilangan kemampuan pendengarannya secara total, padahal yang termasuk tuna rungu adalah mereka yang juga mengalami kelainan pada indra pendengaran.

Tuna rungu selalu diiringi dengan gangguan wicara, hal ini disebabkan ketika seseorang tidak mendengar, maka tidak ada konsep informasi yang masuk ke otak tentang konsep kata dan kalimat. Ketika otak tidak memiliki rekaman kata-kata maka tidak bisa mengeluarkan konsep tersebut.

Secara umum karakteristik anak tuna rungu dibagi menjadi 4, yaitu:

Karakteristik berdasarkan bicara dan bahasa

Anak tuna rungu adalah seseorang yang mengalami hambatan bicara sehingga membutuhkan latihan atau pembelajaran secara khusus. Bagi orang awam bicara dengan anak tuna rungu seringkali merupakan hal yang sulit. Semakin lama berinteraksi dengan anak tuna rungu maka kita akan terbiasa dan semakin mudah untuk memahami bahasa mereka.

Karakteristik berdasarkan kondisi fisik/kesehatannya

Karakteristik yang menonjol dari aspek fisik pada anak tuna rungu adalah gerakan tangannya yang cepat. Hal ini disebabkan karena tangan digunakan sebagai alat bantu komunikasi. Ciri yang kedua adalah pada bentuk badannya yang membungkuk. Anak tuna rungu seringkali juga mengalami gangguan pada keseimbangan tubuhnya. Membungkuk adalah salah satu yang digunakan untuk menjaga keseimbangannya.

Karakteristik berdasarkan akademis

Secara umum karakteristik anak tuna rungu berdasarkan akademik sama dengan anak lain pada umumnya. Intelegensi pada anak tuna rungu juga terbagi menjadi 3 bagian tinggi, sedang dan rendah. Anak tuna rungu sering mengalami hambatan pada mata pelajaran verbal karena keterbatasannya dalam berbahasa. Namun demikian untuk mata pelajaran non verbal pada umumnya mereka lebih mampu untuk mengatasi permasalahan akademik.

Karakteristik dalam aspek social dan emosinya

Anak tuna rungu dalam banyak hal juga sering dijauhi oleh teman-temannya bahkan juga oleh sesame penyandang disabilitas yang lain non rungu wicara. Hal ini disebabkan oleh sulitnya komunikasi dengan mereka. Hal ini mengakibatkan besarnya ketergantungan pada orang lain dan adanya ketakuatn untuk memasuki lingkungan yang lebih luas.

Perhatian anak tuna rungu lebih sulit untuk dialihkan namun hal ini dapat membawa pengaruh positif terutama ketika mereka mulai memasuki lingkungan kerja karena tingginya kemampuan mereka untuk focus dalam pekerjaan. Karena keterbatasannya dalam komunikasi, anak tuna rungu juga mempunyai lingkungan pergaulan yang terbatas. Hal ini menyebabkan tingginya sifat egosentris mereka dan mempunyai kepribadian yang polos dan tidak banyak nuansa bahkan pada kondisi perasaan yang ekstrim.Hal-hal diatas adalah hal yang menjadi karakteristik dasar anak tuna rungu. Semoga melalui artikel ini dapat membantu kita untuk mengenali, mengerti dan membantu interaksi kita dengan penderita tuna rungu.

disadur dari : https://goo.gl/h9WRnb

Cara Melatih dan Menstimulasi Anak Berbicara

Blog

1. Giat Ajak Si Kecil Berkomunikasi

Sejak bayi, orangtua harus sudah mulai senang mengajak si kecil berinteraksi dan berbicara kapanpun dan dimanapun. Dengan seringnya ibu mengajak si kecil mengobrol ini akan membantu agar si kecil menjadi lebih komunikatif.

2. Latih Bicara Dengan Cara yang Menyenangkan

Menghibur disini bukan hanya sekedar mengajaknya bermain tetapi memberi pelajaran yang membuatnya si kecil nyaman dan lebih terhibur sehingga lebih cepat lagi merangsang kemampuan berbicara. Contohnya: mendongeng

3. Menyanyi Untuk Si Kecil

Ya, dengan menyanyikan lagu-lagu pada saat menggendongnya, mengajak tidur, dan mandi jika ini dilakukan secara rutin dan terus menerus akan membuat si kecil jadi terbiasa mendengarkan. Lambat laun, ia pasti akan mencoba menirukan apa yang Ibu nyanyikan untuknya.

4. Ajak Bermain

Dengan bermain ini merangsang otak anak menjadi lebih aktif lagi. Mengajak bermain dengan gambar-gambar pada flash card misalnya, benda-benda yang ada gambarnya, ini dapat menambah kosa kata pengucapannya.

5. Tanggapi Ocehannya dan Perbaiki

Ibu bisa berpura-pura menanyakan maksud ocehannya sambil tertawa atau tersenyum. Perlihatkan wajah bahagia Ibu, kemudian lihat reaksinya. Agar komunikasi si kecil tumbuh dengan maksimal dan dapat berbicara dengan lancar, maka ibu harus memperhatikan segala makanan dan nutrisi penting yang wajib dikonsumsi, misal : Omega 3 dan DHA tinggi adalah nutrisi wajib
Tahukah Anda..????

Hipnoterapi layanan yang ada di Life Transformation Center

“Terapi yang dilakukan oleh Hipnoterapis professional dan bersertifikasi kami dengan cara memberikan pesan / komunikasi pada pikiran bawah sadar seseorang. Pikiran bawah sadar merupakan bagian yang dominan dari pikiran orang yang mempengaruhi tindakan dan perilaku orang tersebut”.
Agar Anda-anda lebih mengerti dan paham silahkan klik website Life Transformation Center di: www.lifetranscenter.com
Semoga tips-tips ini bermanfaat buat para orang tua bagaimana cara sang buah hati cepat berbicara, .jika ingin komentar dan memberikan saran silahkan hubungi.
Mengatasi Kecanduan Gadget,Game dan Internet

Mengatasi Kecanduan Gadget,Game dan Internet

Blog

Siapkah Anda kehilangan kebersamaan, hubungan yang harmonis dan kasih sayang dengan keluarga Anda karena Kecanduan dunia Game, Internet dan Gadget? Apakah Anda mengetahui bahwa Anda atau anak Anda telah mengalami Kecanduan dunia maya?

Sambil santai dan memegang gadget Anda yuk menambah pengetahuan yang bisa membuat Anda dan anak menjadi user gadget, internet dan game yang bijak dan tidak berlebihan.

Cyber addiction atau kecanduan game, internet, gadget dan sarana eletronik lainnya yang berhubungan dengan dunia maya menjadi hal yang mengkhawatirkan beberapa tahun belakangan ini, kecanduan cyber ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa tetapi juga pada anak  dan remaja. Kecanduan cyber membuat seseorang cenderung anti sosial, sulit berkonsentrasi, dan dampak buruk lainnya, selain itu banyak sekali kasus kejahatan seksual dan penculikan terjadi karena tidak adanya pengetahuan tentang dunia cyber dengan baik.

Melihat Negara Lain

Di Negara lain Kecanduan Dunia maya telah dikategorikan menjadi menjadi clinical disease atau penyakit kejiwaan klinis yang disetarakan dengan kecanduan narkoba, di luar sana pemerintahnya sangat fokus mendirikan pusat-pusat rehabilitasi untuk orang-orang yang terjangkit kecanduan internet, banyak sekali kasus kecanduan internet yang mempunyai dampak parah mulai dari anak-anak yang berhenti sekolah, dan orang dewasa yang meninggalkan pekerjaan. Di Cina telah di indikasi sekitar 24 juta anak remaja menjadi pecandu internet atau mereka sebut web junkie, mereka hanya bermain game online dan tidur setiap harinya, mereka bisa tidak tidur selama 3 hari dan memakai popok dewasa hanya untuk bermain game, yang paling parah seorang remaja di cina telah memotong tangannya sendiri hingga putus karena ingin berhenti bermain game weleh….

Ciri-ciri orang yang terjangkit Cyber Addiction:

  1. Melupakan waktu makan, waktu tidur terganggu atau bergeser dan malas melakukan aktifitas belajar dan bekerja.
  2. Sulit konsentrasi pada dunia nyata, rasa kecanduan pada gadget membuat Anda menjadi cepat bosan, gelisah dan marah ketika dipisahkan dari dunia maya (internet, gadget, game)
  3. Hanya senang saat di depan computer, gadget, smartphone, TV atau Video Game dan menunjukkan perilaku kurang baik saat berhenti melakukannya.
  4. Lebih tertarik dengan bermain game atau Handphone dibandingkan bersosialisasi, berkumpul, hangout dan bermain dengan teman-teman.
  5. Berbohong agar bisa melakukan aktivitas dunia maya seperti chatting, media sosial dan Game.
  6. Mata memerah karena telalu lama didepan layar handphone, TV atau Komputer

Dibawah ini infographic umur yang terjangkit kecanduan cyber

Dari infographic diatas dapat dilihat semakin muda umur pengguna internet maka semakin besar jumlah individu yang kecanduan gadget, di Indonesia pertumbuhan internet sangat pesat tetapi pengetahuan tentang penggunaan internet yang baik belum maksimal diberikan.

Diperkirakan di 2015 pengguna internet Indonesia bisa mencapai diatas 20% atau minimum 50 juta penduduk, Anda dan Anak-anak Anda ada didalam angka statistik tersebut, tapi apakah Anda dan Anak Anda sudah mempersiapkan diri agar tidak terjangkit kecanduan Cyber?hmmm…..sekarang sih yang jelas terlihat di kafe, di jalan, di restoran, kantor, rumah orang-orang duduk barengan tapi sibuk sendiri-sendiri, orang-orang kehilangan momen penting kebersamaan ketika sibuk meng share kegiatan nya pada saat itu, biar kekinian dan hits gitu maksudnya,,,hehe.

Pengaruh Kecanduan Cyber pada Anak

1.Perkembangan Fisik

  • Aktifitas gerak berkurang (membatasi aktivitas fisik) yang dapat mengakibatkan ,Obesitas atau kelebihan berat badan. Ketidak seimbangan hormonal dan metabolisme yang bisa menggirig terjadinya serangan jantung premature pada anak.
  • Physical decline (cahaya dan radiasi) : problem visual seperti kelelahan mata, sakit kepala bahkan penglihatan kabur.
  • Perubahan bentuk tubuh seperti punggung bungkuk.

2.Perkembangan Sosial dan Emosional

  • Anak menjadi tertutup, Kurang bergaul, sulit bersosialisasi dan interaksi sosial, Tidak Percaya diri, Berbohong,Kecemasan,Depresi, Cepat Marah, Cyber – Bullying, Stranger-Danger, Cyber-stalking

3.Perkembangan Moral

  • Anak dewasa sebelum waktunya.
  • Penyimpangan Moral efek mengkonsumsi hal-hal yang berbau Pornografi,Kekerasan dan  Kriminal

4.Pengaruh Kecanduan Cyber Secara Umum

  • Kemajuan Teknologi berpotensi membuat anak cepat puas dengan pengetahuan yang diperolehnya sehingga mengganggap bahwa apa yang dibacanya di Internet adalah pengetahuan yang terlengkap dan final.
  • Kemajuan Teknologi membawa banyak kemudahan, maka generasi mendatang berpotensi untuk menjadi generasi yang tidak tahan dengan kesulitan.
  • Kemajuan Teknologi juga berpotensi mendorong anak untuk menjalin relasi secara dangkal.
  • Anak mengalami penurunan konsentrasi
  • Mempengaruhi kemampuan menganalisa permasalahan
  • Malas menulis dan membaca
  • Penurunan dalam kemampuan bersosialisasi Eksternal dan Internal.

7 Cara Mengatasi Kecanduan Cyber Pada Anak

1.Berikan pengetahuan yang benar tentang bahaya cyber kepada Anak

Ya Anda sebagai orang tua sebaiknya membekali diri Anda dengan pengetahuan bahaya tentang gadget dan mulai mengedukasi anak Anda, contohnya dengan membaca artikel ini hehe..

2.Batasi penggunaan internet pada Anak

Didiklah anak untuk membatasi waktu penggunaan internet atau gadget dalam 1 hari, karena itu akan mendisiplinkan mereka untuk tau waktu maksimal yang bisa mereka gunakan, tentunya orang tua pun harus memberikan contoh dengan tidak menyibukkan diri sepanjang waktu menggunakan gadget untuk media sosial atau online chatting didepan anak Anda sepanjang waktu.

3.Berilah password atau kunci

Cara ini bisa efektif untuk mendisiplinkan anak Anda agar tidak kecanduan dengan internet, berilah password di komputer atau laptop dirumah Anda, jika Anda berdua sibuk bekerja diluar rumah, berikanlah password ini kepada orang dewasa yang berada dirumah Anda.

4.Biasakan meluangkan Family Time setiap hari

Kecanduan Cyber adalah gejala dari jaman modern karena tingginya kesibukan orang tua sehingga jarang sekali adanya waktu berkumpul bersama keluarga dirumah untuk berbincang, bercanda, dan sharing kegiatan sehari-hari sehingga masing-masing anggota keluarga sibuk mencari kesenangan dan hiburan melalui dunia maya. Biasakanlah Anda luangkan waktu untuk makan bersama atau acara keluarga untuk berbincang mengenai kegiatan dalam 1 hari atau sekedar bercanda.

5.Jangan biasakan Menggunakan Internet untuk mencari hiburan

Sekarang ini Anda bisa mendapatkan apa saja kebutuhan di dunia maya apalagi hal-hal yang menghibur seperti video online, game online dan lainnya, kebiasaan mencari hiburan di dunia maya akan membuat anak Anda menjadi tidak bersosialisasi dan bermain secara normal dengan teman-teman mereka, begitu juga hubungan dengan keluarga akan menjadi dingin, maka dari itu seringlah memberi tahukan penggunaan gadget yang bijak terhadap anak-anak Anda.

6.Ajaklah anak Anda bermain ke Alam dan Lingkungan sekitar

Biasakan Anda dan Anak untuk bermain dan berinteraksi dengan Alam, karena itu akan mendekatkan Anda dengan dunia nyata yang seharusnya mereka hadapi setiap hari, latihlah mereka untuk bisa berinteraksi dengan sesama dalam suatu kelompok masyarakat apakah itu kegiatan ekstrakurikuler ataupun hobby group, karena kebanyakan anak yang kecanduan gadget menjadi egois dan malas bergaul.

7.Ikutkanlah mereka program Softskill yang Komprehensif

Keterbatasan waktu dan pengetahuan orang tua akan cara mendidik, terkadang menjadi kendala utama dalam menghindarkan anak  agar tidak terkena kecanduan gadget dan menyiapkan anak  dalam sisi softskill dan emosional untuk mencapai cita-cita mereka di masa depan yang cerah, sebaiknya Anda berinvestasi kepada masa depan anak-anak Anda dengan mengikutkan mereka program utama selain sekolah yang berisi aktivitas dan terapi pikiran yang dapat menghindarkan anak Anda dari kecanduan cyber , meningkatkan kemampuan dasar untuk kehidupan dalam lingkungan rumah, sekolah dan pertemanan, menambah skill untuk berkomunikasi dengan efektif,  juga mengasah self leadership.

Demi meningkatkan kualitas anak Bangsa kami memberikan sebuah solusi berupa program utama, yaitu program komprehensif berisi aktivitas edukasi yang menyenangkan dan terapi mindset yang kami sebut Cyber Detox Camp.

Kesimpulan

Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi, baik aspek fisik, emosi, inteligensi maupun sosial.

 Teknologi jelas memberi pengaruh terhadap perkembangan anak, baik itu secara fisik, kognitif, emosi, sosial, dan motorik.

Seringnya anak berinteraksi dengan ‘gadget’ dan juga Dunia Maya mempengaruhi daya pikir anak tehadap sesuatu diluar hal tersebut, Ia juga akan merasa asing dengan lingkungan sekitar karena kurangnya interaksi sosial.

Sedini mungkin orang tua berperan besar  dalam pengenalan teknologi secara umum sehingga kita bisa menyelamatkan kualitas generasi muda dimulai dari anggota keluarga.

VAGINISMUS (Masalah Pikiran Penghambat Keturunan)

Blog
Hubungan intim antara suami istri seharusnya merupakan pengalaman yang menyenangkan baik bagi pria maupun wanita. Namun, bagi beberapa wanita, hubungan intim adalah sesuatu yang mengerikan karena mereka selalu takut merasakan sakit setiap berhubungan intim. Keluhan takut ini juga disertai adanya otot vagina yang menegang dan menutup setiap kali akan dilakukan penetrasi. Jika Anda juga mengalami hal ini, mungkin Anda menderita vaginismus.
Definisi Vaginismus
Vaginismus adalah gangguan yang terjadi pada otot di sekitar vagina. Otot-otot panggul mengencang dengan sendirinya saat hendak melakukan penetrasi seksual. Vaginismus sebenarnya tidak mempengaruhi gairah seksual, namun dapat menghambat hubungan intim. Vaginismus menyebabkan rasa takut, rasa sakit, kesulitan untuk penetrasi, sehingga mengakibatkan rasa tidak puas saat beraktivitas seksual. Kondisi ini dapat bervariasi dari rasa tidak nyaman ringan, hingga rasa perih dan sakit.
Tanda dan Gejala vaginismus
Setiap penderita dapat memiliki gejala vaginismus yang berbeda. Pada beberapa wanita, bagian vaginanya tidak dapat disentuh sama sekali, sehingga sudah pasti tidak dapat melakukan penetrasi seksual karena otot pada vaginanya akan menutup sepenuhnya. Sedangkan, pada wanita dengan gejala yang lebih ringan, wanita tersebut masih dapat menoleransi beberapa sentuhan, seperti sentuhan pembalut pada vaginanya. Ada juga wanita dengan gejala vaginismus yang mampu melakukan hubungan intim, namun mengalami nyeri yang luar biasa saat melakukannya. Rasa sakit yang dirasakan terkadang mereda setelah hubungan intim usai, namun ada pula yang masih terasa hingga hubungan intim tersebut selesai.
Pada beberapa penderita vaginismus, ada mampu menikmati kepuasan seksual saat mereka melakukan masturbasi, atau oral seks dengan pasangannya, atau cara keintiman lainnya, bahkan ada yang bisa mencapai orgasme dengan hal-hal tersebut. Namun pada saat hendak melakukan penetrasi akan terulang hal yang sama, yaitu ketidakmampuan untuk penetrasi.
Penyebab Vaginismus
Vaginismus sebagian besar disebabkan oleh trauma pikiran , sehingga penderita vaginismus menolak untuk melakukan hubungan intim, karena sudah terbayang rasa sakit yang akan dirasakan. Bahkan, ada yang langsung mengalami kehilangan gairah seksualnya ketika mencoba melakukan penetrasi seksual . Ini dikarenakan rasa yang tak nyaman tersebut.
Memang ada beberapa faktor yang membentuk terjadinya vaginismus, tapi belum ada penjelasan yang dapat dipahami tentang vaginismus itu harus terjadi. Beberapa faktor tersebut adalah:
· Terlalu banyak berpikir negatif mengenai hubungan intim. Hal ini bisa disebabkan karena adanya trauma pikiran atau pola pikir yang terbentuk saat seorang wanita beranjak dewasa. Pikiran negatif ini dapat juga terjadi akibat kurangnya edukasi dan diskusi mengenai seksualitas sehingga terdapat asumsi yang terkonsep pada pikiran wanita bahwa hubungan intim itu adalah sesuatu yang menyakitkan. Masalah pikiran ini semakin diperparah oleh ‘rumor’ negatif yang telah tersebar di masyarakat, seperti : seorang yang melakukan hubungan intim pertama kali akan terasa menyakitkan, atau hubungan intim dapat menyebabkan terjadinya penyakit seksual yang parah, dan rumor-rumor negatif lainnya yang ada di masyarakat yang menetap di pikiran penderita.
· Kekerasan seksual. Pengalaman ini dapat menyebabkan trauma pikiran yang membekas di pikiran seorang wanita. Hubungan seksual adalah seharusnya adalah sesuatu yang intim, yang dilakukan oleh suami istri yang saling menyayangi. Namun saat terjadi kekerasan seksual, terjadilah pemaksaan yang menjadikan seseorang hilang kuasa atas dirinya sendiri. Dampaknya bagi penderita, yaitu ia dapat menyalahkan dirinya sendiri karena menjadi korban. Atau bisa juga ia mulai membenci yang namanya hubungan intim atau hubungan seksual. Berdasarkan pengetahuan psikologi, jika trauma membekas, perlahan hal tersebut akan menetap di alam bawah sadar seseorang. Akibatnya, saat korban hendak melakukan hubungan intim dengan suaminya, dia justru mengalami kilas balik dalam pikirannya , sehingga seakan-akan melihat dan merasakan hal buruk yang terjadi di masa lampau dan menstimulasi otaknya untuk mengirim respon melindungi diri.
· Adanya ‘kerusakan’ pada vagina atau otot di sekitar vagina. Salah satu contohnya adalah adanya robekan yang terjadi pasca persalinan. Ini adalah gangguan fisik yang perlu penanganan lebih lanjut dari dokter.
· Adanya atau pernah mengalami kondisi menyakitkan di sekitar vagina, seperti pada gejala infeksi yang mana penderita merasakan adanya sensasi panas dan tersengat.Rasa sakit bisa lebih parah saat penderita duduk.
· Takut hamil. Pemikiran yang muncul seperti ini bisa disebabkan karena kurangnya edukasi mengenai seksualitas. Otak mengirimkan sinyal-sinyal pada tubuh sebagai proteksi dari ‘hal yang “mengancam” dalam hal ini kehamilan yang tidak diinginkan. Sebenarnya risiko kehamilan memang selalu ada ketika melakukan penetrasi seksual, namun proses pembuahan itu tidak terjadi semudah itu. Dan apabila pasangan suami istri tidak ingin memiliki anak terlebih dahulu, juga sebenarnya dapat menggunakan alat kontrasepsi.
· Permasalahan dalam hubungan. Penyebab ini sering terjadi dikarenakan kurangnya keterbukaan atau kepercayaan terhadap pasangan. Menumpuknya masalah dalam suatu hubungan juga berpengaruh pada hubungan seksual.
Cara Menangani Vaginismus
Ada beberapa cara untuk menangani vaginismus. Pada awalnya anda bisa mencoba beberapa latihan di rumah. Tujuan latihan ini adalah untuk melemaskan otot-oto di sekitar vagina. Anda bisa melakukan senam kegel. Senam ini dianjurkan untuk wanita yang sudah menikah, untuk melatih otot-otot yang panggul yang berperan dalam penetrasi saat melakukan hubungan intim. Anda dapat melihat caranya di internet, dan lalukanlah secara rutin.
Cara lainnya yang bisa Anda lakukan adalah berkonsultasi pada dokter untuk permasalahan vaginismus ini. Dokter akan mencari vaginismus yang terjadi pada penderita disebabkan oleh gangguan fisik atau oleh gangguan psikologi. Apabila penyebabnya gangguan fisik, dokter dapat memberikan saran-saran pengobatan ataupun tindakan untuk mengatasi masalah vaginismus ini.
Namun perlu disadari juga, justru sebagian besar penyebab vaginismus ini adalah permasalahan pikiran (psikologi) seperti trauma pikiran, atau adanya ketakutan-ketakutan tertentu. Untuk mengatasi permasalahan pikiran ini sebaiknya Anda melakukan penanganan terapi pikiran secepatnya, seperti konsultasi dan hipnoterapi. Terapi ini dapat membantu Anda menyembuhkan akar dari ketakutan (emosi negatif ) Anda. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahlinya karena ketidakmampuan berhubungan intim dapat merusak keharmonisan Anda
Apabila Anda memiliki masalah dengan Vaginismus silakan Konsultasikan pada kami.

Minuman Keras (Miras Minuman yang Mematikan)

Blog
1 Korban Miras Oplosan di Tulungagung Tewas.Rayakan Ultah Dengan Miras Oplosan, remaja Putri di Situbondo Tewas .Pelajar SMP Ciamis Tewas Usai Tenggak Miras Oplosan Racikan Sendiri
Ini sebagian kecil berita yang membahas tentang penggunaan miras (minuman keras) di kalangan masyarakat Indonesia. Layaknya gunung es, yang muncul dan terkuak hanya sedikit, namun jauh lebih banyak yang tidak tetahuan, kecanduan oleh sebuah benda yang dinamakan Minuman Keras. Kecanduan minuman keras sudah menyerang berbagai kalangan usia. Tidak sedikit pula yang mengalami kecanduan tersebut adalah anak-anak yang masih dalam usia yang sangat muda, yang masih pelajar. Ada baiknya kita perlu menambah wawasan tentang Miras supaya bisa mencegah menambahnya korban kecanduan bagi diri kita sendiri maupun keluarga yang kita sayangi.
Minuman Keras atau yang sering dikenal dengan MIRAS adalah minuman yang mengandung alkohol dan dapat menimbulkan ketagihan. Minuman ini dapat berbahaya bagi pemakainya karena dapat mempengaruhi pikiran, suasana hati, perilaku, serta menyebabkan kerusakan fungsi-fungsi organ tubuh. Efek yang ditimbulkan oleh minuman keras, antara lain : memberikan rangsangan, menenangkan hati, menghilangkan rasa sakit, membius, serta dapat membuat seseorang merasa gembira. Perlu diperhatikan efek ini hanya sementara dibandingkan pengaruh negatifnya terhadap pikiran dan tubuh.

Jenis Minuman Keras

Ada 3 golongan minuman keras –beralkohol, yaitu :
v Golongan A : Minuman beralkohol dengan kadar etanol 1-5 % (Ct: Bir)
v Golongan B : Minuman beralkohol dengan kadar etanol 5-20% (Ct: Anggur/Wine)
v Golongan C : Minuman beralkohol dengan kadar etanol 20-45% (Ct: Vodka)
Untuk miras oplosan sendiri tidak jelas masuk ke dalam golongan yang diperjualbelikan secara legal karena campurannya tidak jelas, asal-asalan tanpa ada takaran yang jelas. Bahkan bisa terjadi miras oplosan kadar alkoholnya jauh lebih tinggi dari Minuman Keras Golongan C, dan sudah pasti sangat berbahaya bagi tubuh manusia.
Beberapa jenis minuman keras yang dikenal :
1. Wine (Anggur)
Anggur atau yang populer disebut Wine adalah minuman beralkohol yang berasal dari sari anggur jenis vitis vinifera, yang biasanya tumbuh di area tertentu. Minuman beralkohol yang dibuat dari sari buah lain yang kadar alkoholnya berkisar di antara 8% – 15% biasanya disebut sebagai fruit wine. Wine adalah minuman yang populer di banyak negara, dan sering dianggap sebagai minuman berkelas. Negara yang paling sering meminum wine adalah Perancis, Italia, Amerika Serikat, Jerman , spanyol, Argentina, Inggris, dan Cina.
Anggur dibuat melalui fermentasi gula yang ada di dalam buah anggur. Ada beberapa jenis minuman anggur, yaitu Red Wine, White Wine, Rose Wine, Sparkling Wine, Sweet Wine dan Fortified Wine.
2. Brandy
Brandy atau yang dalam bahasa Indonesia disebut Brendi berasal dari Belanda, “Brandewijn”, yaitu istilah umum untuk minuman anggur hasil destilasi, biasanya memiliki kadar etil alkohol sekitar 40-60%. Bahan baku Brendi bukan hanya anggur, melainkan juga bisa dari ampas buah anggur sisa dari pembuatan wine yang sering disebut Pomace, atau bisa juga berasal dari sari buah. Dalam kebudayaan barat, brendi adalah minuman yang disajikan sesudah makan.
3. Whisky
Whisky/Whiskey berasal dari bahasa Gaelik, Skotlandia dan bahasa Irlandia, fuisce yang berarti secara luas pada minman beralkohol dari fermentasi serealia yang mengalami proses mashing (dihaluskan, dicampur air serta dipanaskan). Kemudian hasilnya disimpan dalam tong kecil dari kayu.
Dari catatan yang ada, whisky tertua berasal dari tahun 1405 di Irlandia. Sejarawan sendiri memperkirakan minuman keras hasil destilasi pertama kali dibuat sekitar abda ke 8 dan ke
4. Vodka
Vodka berasal dari bahasa Polandia (wodka) yaitu sejenis minuman beralkohol berkadar tinggi, bening, dan tidak berwarna. Vodka biasanya disuling dari gandum yang difermentasi. Vodka biasanya memiliki kandungan alkohol 35-60%. Vodka Rusia klasik mengandung kadar alkohol 40%. Vodka sendiri merupakan bahan dasar dari sejumlah minuman populer lainnya, seperti Bloody Mary, Bullshot, dan Vodka Martini,
5. Champagne
Champagne atau dibaca dalam bahasa Indonesia Sampanye adalah minuman anggur putih bergelembung yang dihasilkan dari kawasan Champagne, Perancis. Umumnya sampanye terbuat dari anggur pinot noir. Sampanye yang berkualitas bagus mempunyai warna kekuningan. Sampanye biasanya hanya diminum pada acara-acara khusus seperti perayaan kemenangan olahraga Formula 1, atau perayaan-perayaan lainnya seperti tahun baru.
6. Sake
Sake (dibaca sa- ke) adalah sebuah minuman beralkohol yang berasal dari Jepang, yang merupakan hasil fermentasi beras. Sake sering juga disebut dengan istilah anggur beras. Sake memiliki aroma yang mirip dengan tape beras.
7. Rum
Rum adalah minuman beralkohol hasil fermentasi dan destilasi dari molase (tetes tebu) yang merupakan produk sampingan dari industri gula. Rum berupa cairan berwarna bening, biasanya disimpan untuk pematangan di dalam tong yang dibuat dari kayu.
Rum putih biasanya digunakan sebagai pencampurkoktail. Rum berwarna coklat keemasan biasanya dipakai untuk membuat kue.
Masih banyak jenis-jenis minuman keras yang tersebar di berbagai belahan dunia. Di beberapa daerah di Indonesia sendiri ada minuman-minuman keras yang dibuat oleh penduduk lokalnya sendiri.
Dampak Minuman Keras
Tentunya selain mengetahui jenis-jenis minuman, keras, yang lebih penting adalah mengetahui dampak yang dapat terjadi apabila seseorang kecanduan miras.Beberapa dampak negatif orang yang kecanduan miras :

1. Dampak Kesehatan Jiwa

Seseorang yang kecanduan minuman keras (miras) akan merasakan pengaruh pada pikiran dan kejiwaannya. Awalnya mulanya mungkin merasa enak, nyaman, dan bisa menjadikan minuman keras sebagai pelaria dari masalah yang ada. Namun lama kelamaan pikiran akan mulai merasa membutuhkan minuman keras. Apabila melewatkan minum, minuman keras, pikiran akan merasa butuh dan akan terganggu jika tetap tidak mendapatkannya (efek ketagihan)
Efek lainnya, apabila saat ini seseorang mengkonsumsi minuman keras, dan merasakan gembira atau senang. Kemudian orang tersebut minum kembali minuman keras, semakin sering, maka untuk merasakan efek gembira yang sama dibutuhkan minuman keras dengan jumlah yang lebih banyak. Semakin sering minuman keras diminum, tubuh akan terbiasa sehingga efek yang dirasa akan berkurang, jadi para peminum minuman keras semakin lama membutuhkan jumlah yang lebih banyak lagi (efek toleransi).
Setelah semakin banyak mengonsumsi minuman keras, mulailah muncul masalah lain dalam pikiran, seperti daya ingat menurun, tidak mampu fokus, motivasi belajar dan bekerja kurang, menjadi malas untuk melakukan apa-apa yang akhirnya membawa dampak hilangnya produktivitas.

2. Dampak Kesehatan Fisik

Orang yang kecanduan minuman keras memiliki resiko gangguan kesehatan tubuh, antara lain :
· Menimbulkan gangguan fungsi hati : miras menurunkan kemampuan hati dalam metabolisme lemak dan lipoprotein sehingga menimbulkan resiko menumpuk racun di hati.
· Menimbulkan gangguan pada struktur dan fungsi pankreas, dapat menjadi pencetus terjadi penyakit gula (diabetes melitus).
· Menimbulkan gangguan pada fungsi pencernaan : merusak selaput lambung, kerongkongan, memperburuk fungsi usus dalam mencerna makanan
· Menimbulkan kelemahan otot
· Merusak sumsum tulang belakang,
· Menghambat pembentukan trombosit, menyebabkan anemia dan faktor resiko leukemia
· Menimbulkan gangguan fungsi endokrin yang berperan dalam pengaturan hormonal
· Menyebabkan denyut jantung bertambah, meningkatkan resiko tekanan darah tinggi dan gagal jantung.
· Meningkatkan gangguan koordinasi motorik, berbicara, berdiri, dan berjalan.

3. Dampak Sosial

Orang yang kecanduan minuman keras memiliki perasaan mudah tersinggung, kurang perhatian terhadap lingkunga, kurangnya kemampuan pengendalian diri sehingga yang bersangkutan menjadi berani, agresif dan bila tidak terkontrol akan menimbulkan tindakan-tindakan yang melanggar norma-norma. Sikap moral yang lebih parah lagi dapat menimbulkan tindakan pidana atau kriminal.
Kesimpulan :
Kecanduan Miras atau Minuman Keras memilki dampak yang sangat berbahaya, baik bagi diri sendiri dan orang lain. Sebisa mungkin mari kita hindarkan dan cegah diri kita beserta keluarga yang kita sayangi terjerat oleh minuman keras.
Apabila Anda ingin menghentikan Kecanduan Minuman Keras (MIRAS) silakan Konsultasikan pada kami.