Cara Mengendalikan Emosi

Cara Mengendalikan Emosi

Pada artikel sebelumnya sudah dibahas mengenai baik buruknya emosional. Pada artikel ini saya akan membahas mengenai cara mengendalikan emosi yang berlebihan.

Sebelumnya perlu diketahui, bahwa seorang manusia tidak akan pernah terlepas dari yang namanya emosi. Emosi sudah dimiliki saat seorang manusia dilahirkan. Contohnya seorang bayi yang berusia 6 bulan sudah mulai dapat merasakan ketakutan apabila ditinggal oleh orang tua. Atau dia uga dapat merasa takut saat digendong oleh orang lain, dan dia menangis. Emosi-emosi tersebut terbentuk intuisi dan  juga respon terhadap kejadian yang terjadi di di dalam hidup setiap orang. Emosi-emosi yang dirasakan tersebut kemudian disimpan dalam pikiran bawah sadar, dan secara dominan berpengaruh terhadap tindakan seseorang.

Apabila ada pemicu yang dikenal oleh pikiran bawah sadar, maka pikiran bawah sadar mengeluarkan respon emosi yang sama seperti yang dahulu pernah dialami. Contohnya apabila waktu masih kecil seorang anak pernah dimarahi oleh gurunya dan merasa sangat takut, dan begitu dia dewasa dapat terjadi hal yang sama, dia dapat menjadi sangat takut begitu dimarahi oleh atasannya. Atau mungkin dia menjadi trauma untuk bertemu dengan gurunya tersebut.  Atau dalam contoh kasus lainnya, misalnya fobia (ketakutan yang luar biasa), keadan ini dapat terbentuk karena adanya trauma pikiran di masa lampau. Contoh,  seseorang yang mengalami ketakutan terhadap kecoa, kemungkinan besar di masa lampau dia mengalami ketakutan yang sangat kuat yang berhubungan dengan kecoa.

Beberapa contoh di atas menjelaskan bahwa emosi yang tidak dapat dipisahkan dengan manusia. Ini yang perlu dipahami lebih mendalam apabila seseorang ingin tetap bahagia dan damai di dalam hidupnya. Perlu dipahami bahwa emosi itu wajar dialami oleh setiap orang, wajar apabila seseorang bisa mengalami kesedihan, wajar apabila seseorang bisa mengalami rasa gembira, dan wajar pula apabila seseorang mengalami berbagai emosi lainnya. Namun perlu diketahui juga bahwa emosi bisa menjadi  tidak wajar apabila emosi itu sudah dirasakan secara berlebihan. Seorang yang mengalami emosi sangat sedih bisa menjadi tertekan dan depresi, seorang yang mengalami emosi sangat gembira bisa menjadi euforia dan lupa daratan. Emosi berlebihan inilah yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan dan ketidakseimbangan emosi yang berakibat terjadinya ketidakbahagiaan.

Jadi sebenarnya yang penting untuk dipelajari setiap orang adalah cara mengendalikan emosi supaya tetap stabil. Bagaimana caranya ? Ini beberapa tips yang dapat Anda lakukan di rumah untuk mengendalikan emosi Anda :

1.Sadar

Kesadaran merupakan tahap awal yang paling penting yang dibutuhkan orang untuk mengendalikan emosinya. Semua dimulai dari kesadaran. Seseorang yang mengalami emosi yang berlebihan perlu tahu emosi yang sedang dirasakannya. Cotoh, misalkan Anda entah kenapa merasa tidak semangat, lesu, dan selalu ingin menangis. Mungkin Anda perlu menyadari bahwa ada sebuah emosi sedih di dalam diri Anda. Saat Anda  merasakan sebuah emosi yang berlebihan, Anda perlu secara jujur menyadarinya dan mengakuinya. Memang tidak mudah untuk mengakui secara jujur emosi yang kita rasakan. Namun ini tahap yang paling awal yang harus Anda lalui. Dengan berlatih, maka akan menjadi terbiasa.

2.Kalibrasi

Setelah Anda menyadari emosi berlebihan yang Anda rasakan, tahap kedua yang perlu Anda lakukan adalah Kalibrasi. Kalibrasi secara sederhana berarti memberikan nilai pada emosi Anda. Misalkan, apabila Anda merasa biasa saja, netral tanpa emosi bernilai 0, dan perasaaan yang sangat sedih, sampai benar-benar tidak mampu menahan air mata memiliki nilai 10, Anda dapat mengkalibrasi berapa nilai emosi Anda saat ini. Semakin dekat dengan nilai 10 berarti intensitas emosi Anda semakin tinggi / berat, namun semakin dekat dengan 0, maka intensitas emosi Anda rendah / ringan. Kalibrasi penting untuk menentukan seberapa jauh pemulihan emosi Anda. Apabila tingkat emosi Anda awalnya tinggi (mendekati 10) dan seiring dengan perjalanan waktu, tingkat emosi Anda menjadi 2 berarti Anda mengalami kemajuan dalam mengendalikan diri.

3.Melepas emosi

Setelah Anda mengetahui nila emosi Anda dengan kalibrasi, sekaranglah baru masuk pada tahapan mengendalikan emosi, caranya adalah melepas emosi yang berlebihan. Cara untuk melepas emosi yang berlebihan banyak sekali, namun say a berikan dua cara yang menurut saya dapat membantu melepas berbagai emosi.

Cara yang pertama, yaitu melepas emosi dengan menangis. Menangis adalah suatu tindakan pelepasan emosi yang sederhana namun besar efeknya. Mengapa demikian ? Karena menangis adalah suatu tindakan di mana kita belajar jujur terhadap diri sendiri. Menangis punya arti besar, berani mengakui kelemahan, berani mengakui kekurangan, berani mengakui ketidakbisaan. Memang pada dasarnya orang susah untuk mengakui kekurangannya, orang gengsi dan malu, namun justru itulah yang menjadi beban emosinya. Itulah yang membuat emosi tidak dapat dikendalikan, emosi negatif tetap bertahan di dalam diri seseorang. Padahal, sewaktu Anda menangis, Anda menunjukkan bahwa Anda mengakui beban Anda, dan Anda mau melepasnya dengan pasrah dan ikhlas.  Apabila anda memiliki beban, silakan Anda coba, silakan menangis selama yang Anda butuhkan, dan rasakan setelah menangis Anda menjadi lega, dan emosi berlebihan Anda terlepas.

Cara yang kedua, yaitu memaafkan (forgiveness). Mungkin terlihat sederhana, namun memaafkan belum tentu semudah itu dan efeknya pun ternyata sangat besar. Memaafkan sebenarnya memiliki arti melepaskan emosi berlebihan atau emosi buruk yang terjadi di masa lalu. Dengan memaafkan berarti kita berani untuk meninggalkan emosi masa lalu yang buruk dan fokus pada masa depan kita yang penting. Memaafkan membuat seseorang bisa move on dan bergerak maju karena emosi masa lalu yang negatif sudah dilepaskan. Silakan coba untuk memaafkan secara tulus dan ikhlas dan rasakan kelegaan di dala, perasaan Anda.

4.Sugesti positif

Sebagai penutup dari pelepasan emosi, Anda berikan sugesti positif pada diri Anda. sugesti positif ini mempunyai fungsi penting sebagai program baru yang positif di dalam pikiran bawah sadar Anda menggantikan program negatif di masa lalu. Contoh dari sugesti positif seperti : “ Mulai sekarang saya mampu bangkit, saya pantas bahagia, dan saya bisa semakin maju dan sukses”. Sugesti positif ini dapat Anda pakai sehari-hari di dalam hidup Anda, Anda tinggal mengatakannya secara berulang-ulang, dan rasakan perubahannya.

Silakan  coba untuk melakukan cara-cara mengendalikan emosi di atas, dan rasakan perubahannya dalam hidup Anda.Jika Anda ingin berkonsultasi mengenai gangguan emosi yang Anda rasakan, silakan Konsultasikan pada kami

Blog

Leave a Reply

One comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.