Anak Berkebutuhan Khusus : Ciri – Ciri dan Klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Tuna Grahita

Anak Berkebutuhan Khusus : Ciri – Ciri dan Klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Tuna Grahita

Blog

Banyak terminologi yang digunakan menyebut mereka yang kondisi kecerdasannya dibawah rata-rata. Dalam Bahasa Indonesia, istilah yang pernah digunakan, misalnya lemah otak, lemah ingatan, lemah pikiran, retardasi mental, terbelakang mental, cacat grahita, dan tunagrahita.

Jadi tunagrahita adalah anak yang mengalami hambatan atau kelainan dalam hal kemampuan intelengensi yang berada dibawah rata-rata normal.

  1. Klasifikasi Tunagrahita

Pengklasifikasian anak tunagrahita penting dilakukan untuk mempermudah guru dalam menyusun program dan melaksanakan layanan pendidikan. Penting untuk memahami bahwa pada anak tunagrahita terdapat perbedaan individual yang variasinya sangat besar.

Pengklasifikasian ini pun bermacam-macam sesuai dengan disiplin ilmu maupun perubahan pandangan terhadap keberadaan anak tunagrahita. Klasifikasi anak tunagrahita yang telah lama dikenal adalah debil ( IQ 50-75), imbecile( IQ 25-50), dan idiot (IQ 0-25). Sedangkan klasifikasi yang dilakukan oleh kaum pendidik di Amerika adalah educable mentally retarded (mampu didik), trainable mentally retarded (mampu latih) dan totally/custodial dependent (mampu rawat).

Selain klasifikasi diatas ada pula pengelompokan berdasarkan kelainan jasmani yang disebut tipe klinik. Tipe-tipe klinik yang dimaksud adalah sebagai berikut:

a) Down syndrome (Mongoloid)

Anak Tunagrahita jenis ini disebut demikian karena memiliki raut muka menyerupai orang mongol dengan mata sipit dan miring, lidah tebal suka menjulur keluar, telinga kecil, kulit kasar, susunan gigi kurang baik

b) Kretin (Cebol)

Anak ini memperlihatkan ciri-ciri, seperti badan gemuk dan pendek, kaki dan tangan pendek dan bengkok, kulit kering, tebal, dan keriput, rambut kering, lidah dan bibir, kelopak mata, telapak tangan dan kaki tebal, pertumbuhan gigi terlambat

c) Hydroceptal

Anak ini memiliki cirri-ciri kepala besar, raut muka kecil, pandangan dan pendengaran tidak sempurna, mata kadang-kadang juling.

d) Microcepal

Anak ini memiliki ukuran kepala yang kecil

  1. Karakteristik anak tunagrahita

Karakteristik anak tunagrahita dapat dibagi secara umum dan khusus. Secara umum karakteristik anak tunagrahita dapat ditinjau dari segi akademik, sosial emosional, fisik/kesehatan.

a.Akademik

Kapasitas belajar anak tunagrahita sangat terbatas, lebih-lebih kapasitasnya mengenai hal-hal yang abstrak. Mereka lebih banyak belajar dengan membeo (rote learning) dari pada dengan pengertian. Dari hari kehari mereka membuat kesalahan yang sama. Mereka cenderung menghindar dari perbuatan berpikir. Mereka mengalami kesukaran memusatkan perhatian, dan lapangan minatnya sedikit. Mereka juga cenderung cepat lupa, sukar membuat kreasi baru, serta rentang perhatiannya pendek.

b.Sosial/emosional

Dalam pergaulan anak tunagrahita tidak dapat mengurus diri, memelihara dan memimpin diri. Ketika masih muda mereka harus dibantu terus karena mereka mudah terperosok kedalam tingkah laku yang kurang baik. Mereka cenderung bergaul atau bermain bersama dengan anak yang lebih muda darinya.

Kehidupan penghayatanya terbatas. Mereka juga tidak mampu tidak mampu menyatakan rasa bangga dan kagum. Mereka mempunyai kepribadian yang kurang dinamis, mudah goyah, kurang menawan, dan tidak berpandangan luas. Mereka juga mudah disugesti atau dipengaruhi sehingga tidak jarang dari mereka mudah terperosok kehal-hal yang tidak baik, seperti mencuri, merusak, dan pelanggaran seksual.

Namun dibalik itu semua mereka menunjukkan ketekunan dan rasa empati yang baik asalkan mereka mendapatkan layanan atau perlakuan yang kondusif.

c.Fisik/kesehatan

Baik struktur maupun fungsi tubuh pada umumnya anak tunagrahita kurang dari anak normal. Mereka baru dapat berjalan dan berbicara pada usia yang lebih tua dari anak normal. Bagi anak tunagrahita yang berat dan sangat berat kurang merasakan sakit, bau badan tidak enak, badannya tidak segar tenaganya kurang mempunyai daya tahan dan banyak yang meninggal pada usia muda . Mereka mudah terserang penyakit keterbatasan memelihara diri serta tidak memahami cara hidup sehat.

Adapun secara khusus karakteristik anak tunagrahita dapat digolongkan menurut tingkat ketunagrahitaanya.

d.Karakteristik tunagrahita ringan

Tunagrahita ringan disebut juga moron atau debil. Kelompok ini memiliki IQ antara 68-52 menurut skala Binet, sedangakan menurut skala Weschler (WISC) memiliki IQ 69-55. Mereka masih mampu dididik dan dikembangkan dalam hal: membaca, menulis, mengeja, dan berhitung, menyesuaikan diri dan tidak menggantungkan diri kepada orang lain.

Meskipun tidak dapat menyamai anak normal seusia dengannya, mereka masih dapat belajar membaca, menulis dan berhitung sederhana. Pada usia 16 tahun atau lebih mereka dapat mempelajari bahan yang tingkat kesukarannya sama dengan kelas 3 dan kelas 5 SD. Kematangan belajar membaca baru dicapai pada umur 9 tahun dan 12 tahun sesuai dengan kecepatan berat dan ringannya kelainan. Mereka dapat bergaul dan mempelajari pekerjaan yang hanya memerlukan semi skilled. Sesudah dewasa banyak diantara mereka yang mampu berdiri sendiri. Pada usia dewasa kecerdasannya mencapai tingkat usia anak normal 9 dan 12 tahun.

e.Karakteristik anak Tunagrahita sedang

Anak tunagrahita sedang atau (imbesil). Kelompok ini memiliki IQ 51-36 pada skala Binet dan 54-40 menurut skala Weschler (WISC), hampir tidak bisa mempelajari pelajaran-pelajaran akademik. Perkembangan bahasanya lebih terbatas dari pada anak tunagrahita ringan. Mereka dapat berkomunikasi dengan beberapa kata. Mereka dapat membaca dan menulis, seperti namanya sendiri, alamatnya, nama orang tuanya, dan lain-lain. Mereka mengenal angka-angka tanpa pengertian. Namun demikian, mereka masih memiliki potensi untuk mengurus diri sendiri. Mereka dapat dilatih untuk mengerjakan sesuatu secara rutin, dapat dilatih berkawan, mengikuti dan menghargai hak milik orang lain.

f.Karakteristik anak tunagrahita berat dan sangat berat

Anak tunagrahita berat dan sangat berat (idiot) kelompok ini menurut skala Binet memiliki IQ antara 32-20 dan menurut skala weschler (WISC) adalah 39-25, hidupnya akan selalu tergantung pada pertolongan dan bantuan orang lain. Mereka tidak dapat memelihara diri sendiri (makanan, berpakaian, ke WC, dan sebagainya harus dibantu). Mereka tidak dapat membedakan bahaya dan bukan bahaya. Ia juga tidak dapat bicara kalaupun bicara hanya mampu mengucapkan kata-kata atau tanda sederhana saja. Kecerdasannya walaupun mencapai usisa dewasa berkisar seperti anak normal usia paling tinggi 4 tahun. Untuk menjaga kestabilan fisik dan kesehatannya mereka perlu diberikan kegiatan yang bermanfaatnya, seperti mengampelas memindahkan benda, mengisi karung dengan beras sampai penuh.

Disadur dari : http://paudanakcerdas.blogspot.co.id – Suhardi bae

Cara Mengatasi Susah Tidur : 6 tips singkirkan insomnia

Cara Mengatasi Susah Tidur : 6 tips singkirkan insomnia

Blog

Dalam kehidupan manusia sehari-hari, kesehatan merupakan salah satu hal yang penting. Namun, sering kali saat kita membahas tentang masalah kesehatan secara keseluruhan, bahasan tentang pentingnya tidur sangat diremehkan. Orang-orang masih sedikit yang mengerti tentang pentingnya tidur yang cukup, padahal tidur dan
relaksasi merupakan saat-saat berharga untuk memulihkan diri sambil menstabilkan hormon tubuh. Tindakan yang merampas waktu untuk tidur Anda dapat menguras kemampuan fisik dan mental Anda. Lebih parah lagi, kebiasaan tidur yang buruk dapat memicu terjadinya obesitas .

Apabila anda penderita insomnia, penting bagi Anda untuk mengetahui dengan baik, bukan hanya cara untuk mendapatkan tidur lebih awal, namun juga Anda perlu mengetahui  gaya hidup modern yang dapat mengganggu jam dan tidur alami siklus tubuh Anda.  Untungnya, ada sejumlah cara sederhana untuk membantu menyingkirkan insomnia.

Inilah 6 cara mengatasi insomnia ini yang perlu Anda ketahui untuk menikmati istirahat malam yang berkualitas :

1.Teknik Bernafas 4-7-8

Bila diterapkan dengan benar, teknik ini akan membuat Anda tertidur kurang dari 5 menit. Dipelopori oleh Harvard-lulusan Dr. Andrew Weil, teknik sederhana bernafas 4-7-8  ini sebenarnya berasal dari meditasi.

Pola pernapasan yang khusus pada teknik ini membantu untuk menenangkan pikiran, merilekskan tubuh dan secara bertahap mengisi paru-paru Anda dengan oksigen. Teknik ini sangat efektif dalam mengurangi stres secara keseluruhan. Dengan mengatur pernapasan Anda, detak jantung akan berkurang dan hormon untuk rileks dilepaskan di otak.

Caranya sangat mudah dilakukan, yaitu:

  1. Tarik napas melalui hidung selama empat detik
  2. Tahan selama tujuh detik
  3. Buang napas melalui mulut selama delapan detik
  4. Ulangi pola selama diperlukan

2.Membuat Ritual Yang Mendukung Tidur

Ritual memiliki efek mendalam pada pikiran bawah sadar, dan bahkan memicu reaksi kimia dalam tubuh. Membuat kebiasaan ritual yang baik sebelum tidur membantu untuk memicu pelepasan alami hormon melatonin , yang berguna secara alami membuat Anda hanyut tertidur.

Anda harus mencari dan melakukan ritual-ritual yang baik ini sebelum tidur untuk jangka waktu tertentu sehingga menjadi kebiasaan. Pada saat sudah menjadi kebiasaan, saat Anda melakukan ritual ini, Anda dapat langusng terhipnosis dan tertidur. Contoh salah satu ritual yang baik yang mendukung Anda untuk tidur adalah membaca buku di tempat tidur. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa begitu banyak orang membaca buku di tempat tidur? Ternyata, segera setelah mata mereka lelah dan meletakkan buku, tubuh mereka langsung mengirimkan mereka ke dunia tidur. Anda dapat mencobanya sendiri, atau membuat ritual Anda sendiri, seperti berdoa, menonton tv dan lain sebagainya.

3.Ingatlah Apa dan Kapan Anda Makan ?

Apa yang kita makan, khususnya terhadap jam malam, dapat memiliki dampak yang luar biasa pada kualitas tidur. Kopi dan sumber kafein lainnya harus dibuang sebelum pertengahan sore. Hal yang sama juga berlaku untuk cokelat dan makanan ringan sarat gula tidak boleh Anda makan saat Anda hendak tidur. Apabila
Anda melakukan ini, hampir pasti Anda lebih susah untuk tidur pada hari itu karena dapat menyingkirkan hormon untuk tidur. Pastikan juga Anda tidak makan makanan berat dan hidangan pedas di malam hari, karena makanan-makanan tersebut dapat mengganggu pencernaan Anda saat Anda tertidur, dan tentunya dapat membuat kualitas tidur Anda buruk.

4.Hindari Menggunakan Perangkat Elektronik Sebelum Tidur

Ini adalah satu tips yang mungkin sulit dilakukan, tetapi juga diperlukan. Menggunakan perangkat elektronik yang memancarkan cahaya atau memiliki Backlight selama satu jam sebelum tidur akan membawa malapetaka dengan pola tidur alami Anda. Alat elektronik yang merupakan penjahat terburuk bagi pola tidur Anda adalah TV, laptop atau komputer dan juga mobile phone Anda.  Ini merupakan pernyataan yang benar karena konsentrasi  pada cahaya yang tinggi dapat mempengaruhi dan mengurangi pengeluaran melatonin pada tubuh yang berfungsi menginduksi tidur. Segera usir perangkat ini dari kamar tidur dan Anda akan merasa jauh lebih mudah untuk tidur!

5.Atur Kamar Tidur Anda Untuk Tidur

Terapi kognitif-perilaku dapat digunakan untuk membantu Anda tertidur lebih cepat dan bahkan meningkatkan kualitas tidur. Hal ini termasuk bagaimana Anda berperilaku di sekitar kamar tidur Anda dan tidur. Jika Anda ingin menyingkirkan insomnia, cobalah untuk membuat kamar tidur Anda untuk tidur saja. Tidak untuk menonton TV, makan dan terutama tidak ada kerja!! Cobalah untuk membatasi jumlah waktu non-tidur dihabiskan di tempat tidur, dan nikmati suasana kamar Anda yang memang Anda peruntukan untuk tidur.

Saat Anda mulai mengatur pikiran Anda dan menghubungkan kamar tidur dan tempat tidur dengan tidur saja, Anda akan merasa jauh lebih mudah untuk tertidur.

6.Lakukan Teknik Relaksasi otot

Stres pada pikiran Anda juga dapat sangat mempengaruhi pola tidur Anda. Stres yang berlebihan dapat menimbulkan ketegangan sehingga pikiran Anda susah untuk rileks. Jika stres dan ketegangan sering mempengaruhi tidur Anda, mungkin teknik relaksasi otot ini dapat membantu Anda untuk  menyingkirkan insomnia.

Teknik relaksasi otot secara progresif ini pertama kali dikembangkan lebih dari 100 tahun yang lalu. Teknik ini dilakukan dengan menegangkan dan merelaksasikan otot-otot sehingga bekerja di sseluruh tubuh. Penelitian telah menunjukkan bahwa mereka yang melakukan teknik ini dapat meningkatkan kualitas tidur.

Coba lakukan sendiri teknik relaksasi otot progresif  ini dengan cara menegangkan dan melepaskan setiap kelompok otot dengan perlahan. Otot-otot yang dilakukan relaksasi secara progresif secara bertahap, yaitu :

  • Wajah
  • Bahu dan lengan
  • Dada dan abs
  • Kembali
  • Pinggul dan pantat
  • Kaki dan kaki

Kesimpulan :

Insomnia atau susah tidur merupakan salah satu gangguan yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan diri Anda secara keseluruhan. Penting untuk dapat tidur secara alami dengan kualitas dan kuantitas yang cukup. Dengan demikian Anda perlu untuk mengetahui dan rutin melaksanakan cara-cara yang sebenarnya sederhana dapat mendukung kecukupan tidur Anda.

 

Arti kebahagiaan

Arti kebahagiaan

Blog

Seekor anak kelinci yang masih labil pergi keluar sarangnya untuk mengetahui arti dari
kebahagiaan yang sebenarnya. Dia pergi ke tengah hutan dan bertanya pada singa

“Kebahagiaan adalah semua anggota keluarga selalu berada disisi kita”

kata sang raja hutan.
Lalu dia masih belum mengerti dan bertanya kepada seekor macan tutul

“Kebahagiaan adalah orang yang kamu cintai juga mencintaimu”

kata si macan tutul. Dengan sangat girang
namun masih belum paham, anak kelinci itu kembali ke sarangnya. Dia memberitahu
jawaban arti kebahagiaan pada ibunya.

“Tapi aku masih belum mengerti arti kebahagiaan bu”

kata anak kelinci itu pada ibunya. Lalu ibu kelinci tersebut berkata

“Padahal hari ini itu kamu sedang bahagia nak. Kamu masih beruntung tidak diterkam oleh mereka dan masih
bisa kembali pulang dengan selamat”.
Jadi hikmah yang dapat kita ambil dari cerita diatas adalah : Sesungguhnya kebahagiaan
itu hadir tanpa kita ketahui, maka dari itu kebahagiaan yang sesungguhnya adalah
BERSYUKUR.
Bolehkah bayi dipijit?

Bolehkah bayi dipijit?

Tanya Terapis

JAWABAN :
Sejak dulu, pijat pada bayi dipercaya memiliki banyak manfaat. Terlebih lagi pada bayi prematur atau
yang lahir via operasi caesar, yang bisa mengalami shock ketika lahir. Yang pasti, pijat memberi
sentuhan yang menenangkan, serta mengingatkan bayi akan rasa nyaman saat berada dalam
kandungan mama. Manfaat lain dari pijit bagi bayi :

  • Membuatnya jadi jarang sakit, tidur lebih nyenyak dan makan lebih baik. Juga pencernaan
    bayi akan lebih lancar.
  • Mempererat kedekatan (bonding) antara anak dan orang tua serta membuat bayi merasa
    lebih nyaman.
  • Memperlancar peredaran darah serta membuat kulit bayi terlihat lebih sehat.
  • Bayi yang sering dipijat jarang mengalami kolik, sembelit, dan diare.
  • Membuat otot-otot bayi lebih kuat dan koordinasi tubuhnya lebih baik.
  • Bertumbuh menjadi anak yang lebih riang dan bahagia. Selain itu, ia akan jarang rewel dan
    tantrum.

Anda bisa memijat sendiri si kecil setelah belajar dari pakarnya. Kini sejumlah rumah sakit,
khususnya rumah sakit ibu dan anak. ~berbagaisumber

Apakah penyebab rasa seperti terjatuh saat baru tertidur?

Apakah penyebab rasa seperti terjatuh saat baru tertidur?

Tanya Terapis

PERTANYAAN :

Apakah penyebab rasa seperti terjatuh saat baru tertidur?

JAWABAN :

Saat tubuh sudah lelah dan ingin segera tertidur nyenyak, terkadang sesaat sebelum terlelap
mendadak anda merasa kaget karena merasakan sensasi terjatuh. Sentakan atau kejang semacam
itu mungkin pernah anda alami. Para pakar menyebutkan fenomena itu sebagai awal tidur atau
hypnic jerk. Tidak perlu panik karena sentakan seperti itu adalah hal yang umum. Sekitar 70% orang
pernah mengalaminya. Ada yang langsung tertidur lagi, tapi ada yang justru kembali segar karena
rasa kantuk hilang akibat kaget. Seorang pakar tidur mengatakan bahwa rasa ingin jatuh itu terjadi
karena sistem saraf kita sedang berubah menjadi mode tidur. “karena tubuh sudah mulai rileks,
detak jantung melambat, suhu tubuh juga turun, dan tekanan otot berubah, sehingga mudah
mengalami kejutan”. Penjelasan lainnya, otak kita sering kali sudah lebih dulu tertidur sebelum
tubuh kita, dan hal ini menyebabkan otak salah mengartikan otot-otot yang rileks sebagai tanda kita
sedang terjatuh. Untuk menghindarinya, tidurlah secara rutin 7-8 jam setiap malam.
~berbagaisumber

Mengenal Tantrum pada Balita

Mengenal Tantrum pada Balita

Blog

Mengenal Tantrum pada Balita

Apakah si kecil Anda saat ini mudah sekali marah? Tenang, itu hanyalah kemarahan sesaat. Perkembangan emosionalnya sedang memasuki babak baru dalam kehidupannya. Bimbinglah mereka dan berikanlah kasih sayang Anda secara tulus.

Dari beberapa sumber yang saya baca, tantrum ternyata hanyalah suatu kondisi emosional yang umum dialami oleh anak-anak usia 1-4 tahun, terjadi pada anak-anak yang belum mampu menggunakan kata-kata untuk mengekspresikan rasa frustrasi mereka akibat tidak terpenuhinya keinginan mereka, atau hanya sekedar ingin untuk mendapatkan perhatian dari orang tuanya saja.

Untuk lebih jelasnya simak pembahasan berikutnya…

Pengertian Tantrum

Tantrum adalah masalah perilaku yang umum dialami oleh anak-anak prasekolah

yang mengekspresikan kemarahan mereka dengan tidur di lantai, meronta-ronta, berteriak

dan biasanya menahan napas. Tantrum adalah bersifat alamiah, terutama pada anak yang belum

bisa menggunakan kata dalam mengungkapkan rasa frustrasi mereka (Fetsch & Jacobson, 1988).

Suatu ledakan emosi kuat sekali, disertai rasa marah, serangan agresif, menangis, menjeritjerit,

menghentak-hentakkan kedua kaki dan tangan ke lantai atau tanah (Chaplin, 1981).

Tantrum biasanya terjadi pada anak yang aktif dengan energi berlimpah. Tantrum juga lebih mudah  terjadi pada anak-anak yang dianggap “sulit”, dengan ciri-ciri memiliki kebiasaan tidur, makan dan buang air besar tidak teratur, sulit menyesuaikan diri dengan situasi, makanan dan orang-orang baru, lambat beradaptasi terhadap perubahan, suasana hati (moodnya) lebih sering negatif, mudah terprovokasi, gampang merasa marah atau kesal dan sulit dialihkan perhatiannya (Tasmin,2001). Kebanyakan tantrum terjadi di tempat dan waktu tertentu. Biasanya di tempat-tempat publik setelah mendapatkan kata “tidak” untuk sesuatu yang mereka inginkan. Tantrum biasanya berhenti saat anak mendapatkan apayang diinginkan (Tavris, 1989).

Tantrum Sebagai Sesuatu yang Alamiah

Secara tipikal tantrum mulai terjadi pada saat anak mulai membentuk sense of self.

Pada usia ini anak sudah cukup untuk memiliki perasaan “me” dan “my wants”, tetapi mereka

belum memiliki keterampilan yang memadai bagaimana cara memuaskan keinginan mereka

secara tepat. Tantrum puncaknya pada usia 2-4 tahun yakni sekitar 23-80 % (Fetsch & Jacobson, 1998). Potegal dan Davidson (2003) menggambarkan usia dan prosentase anak yang mengalami tantrum. Anak yang berusia 18 -24 bulan sebanyak 87 %, usia 30 -36 bulan sebanyak 91% dan usia 42–48 bulan sebanyak 59%. Durasi rata-rata tantrum berdasarkan usia adalah 2 menit untuk anak yang berusia 1 tahun, 4 menit untuk anak yang berusia 2 -3 tahun dan 5 menit pada anak yang berusia 4 tahun. Dalam seminggu terjadi 8 kali mengalami tantrum untuk anak yang berusia 1 tahun, 9 kali pada anak yang berusia 2 tahun, 6 kali pada anak yang berusia 3 tahun dan 5 kali pada anak yang berusia 4 tahun. Data ini diperkuat oleh Mireault dan Trahan (2007) dalam sebuah penelitiannya yang menemukan bahwa dari 33 orangtua yang menjadi objek penelitiaan terdapat 26 orang (79 %) melaporkan anaknya sering mengalami tantrum dengan durasi berkisar antara 2 sampai 75 menit.

Data ini menunjukkan bahwa perilaku tantrum adalah sebuah persitiwa yang umum dialami oleh anak, sehingga orangtua tidak perlu terlalu risau jika menghadapi anak yang seperti ini. Terpenting adalah bagaimana orangtua atau pengasuh untuk dapat mengontrol emosi dan mengambil tindakan yang tepat.

Penyebab Terjadinya Tantrum

Tasmin (2002) mengemukakan bahwa beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya tantrum pada anak. Seperti,terhalangnya keinginan anak mendapatkan sesuatu, adanya kebutuhan yang tidak terpenuhi. Misalnya sedang lapar, ketidakmampuan anak mengungkapkan atau mengkomunikasikan diri dan keinginannya sehingga orangtua meresponnya tidak sesuai dengan keinginan anak. Pola asuh orangtua yang tidak konsisten juga salah satu penyebab tantrum; termasuk jika orangtua terlalu memanjakan atau terlalu menelantarkan anak. Saat anak mengalami stres, perasaan tidak aman (unsecure) dan ketidaknyaman (uncomfortable) juga dapat memicu terjadinya tantrum. Penyebab tantrum erat kaitannya dengan kondisi keluarga, seperti anak terlalu banyak mendapatkan kritikan dari anggota keluarga, masalah perkawinan pada orangtua, gangguan atau campur tangan ketika anak sedang bermain oleh saudara yang lain, masalah emosional dengan salah satu orangtua, persaingan dengan saudara dan masalah komunikasi serta kurangnya pemahaman orangtua mengenai tantrum yang meresponnya sebagai sesuatu yang menganggu dan distress (Fetsch & Jacobson, 1998).

Bentuk-bentuk Perilaku Tantrum

Tavris (1989) melihat bentuk tantrum berdasarkan proses pembentukannya yang dapat dibedakan dalam 3 tahapan, yakni tahap pemicu (trigger), tahap respon dan tahap pembentukan.

Tahap pemicu tampak pada saat anak diserang, dikritik atau diteriaki oleh orangtua atau saudara dengan sesuatu yang menyakitkan atau menjengkelkan. Kemudian, anak merespon kritikan tersebut secara agresif dan destruktif. Jika perilaku agresi yang dimunculkan oleh anak tersebut mendapatkan reward dari penyerang (attacker) dengan menjadi diam atau berhenti mengkritik, maka taktik ini dianggap berhasil. Disinilah anak akan mulai belajar membentuk perilaku tantrum sebagai senjata untuk melawan segala bentuk serangan dari lingkungannya.

Dryden (2007) melihat perilaku tantrum berdasarkan arah agresivitasnya, yakni diarahkan keluar dan agresivitas yang diarahkan ke dalam dirinya. Perilaku agresivitas yang diarahkan keluar, misalnya anak menampilkan agresi dengan merusak objek disekitarnya seperti mainan, perabot rumah tangga, bendabenda elektronik dan lain-lain. Selain pada benda, agresivitas juga ditunjukan dalam bentuk kekerasan kepada orangtua, saudara, kawan maupun orang lain dengan cara mengumpat, meludahi, memukul, mencakar, menendang serta tindakan lainnya yang bermaksud menyakiti orang lain. Perilaku agresif yang diarahkan kedalam diri, misalnya menggaruk kulit sampai berdarah, membenturkan kepala ke tembok atau ke lantai, membantingkan badan ke lantai, mencakar muka   memaksa diri untuk muntah atau batuk dan sebagainya.

Sementara itu, Tasmin (2002) membedakan bentuk perilaku tantrum berdasarkan kecenderungan bentuk perilaku yang dimunculkan anak berdasarkan usia,yakni usia kurang dari tiga tahun, usia tiga sampai empat tahun dan usia di atas lima tahun. Adapun bentuk perilaku tersebut dapat kita lihat sbb :

  • < 3 TAHUN (A)
  • Menangis
  • Menggigit
  • Menendang
  • Menjerit
  • Memekik-mekik
  • Melengkungkan punggung
  • Melempar badan ke lantai
  • Memukul-mukulkan tangan
  • Menahan nafas
  • Membentur-benturkan kepala
  • Melempar-lempar barang
  • 3– 4 TAHUN (B)
  • Selain perilaku A
  • Perilaku-perilaku tersebut diatas
  • Menghentak-hentakan kaki
  • Berteriak-teriak
  • Meninju
  • Membanting pintu
  • Mengkritik
  • >5 TAHUN

Selain Perilaku A dan B Juga:

  • Memaki
  • Menyumpah
  • Memukul kakak/adik atau temannya
  • Mengkritik diri sendiri
  • Memecahkan barang

Dikutip dari Children’s Hospital of Philadelphia, berikut ini adalah petunjuk yang paling tepat dan bermanfaat tentang cara mengatasi temper tantrum:

  • Tetap tenang.
  • Terus lakukan kegiatan anda. Abaikan anak sampai dia lebih tenang dan tunjukkan aturan yang sudah disepakati bersama.
  • Jangan memukul anak Anda. Lebih baik mendekapnya dalam pelukan sampai ia tenang.
  • Cobalah untuk menemukan alasan kemarahan anak Anda.
  • Jangan menyerah pada kemarahan anak. Ketika orang tua menyerah, anak-anak belajar untuk menggunakan perilaku yang sama ketika mereka menginginkan sesuatu.
  • Jangan membujuk anak Anda dengan imbalan yang lain untuk menghentikan kemarahannya. Anak akan belajar untuk mendapatkan imbalan.
  • Arahkan perhatian anak pada sesuatu yang lain.
  • Singkirkan benda-benda yang berpotensi berbahaya dari anak Anda.
  • Berikan pujian dan penghargaan perilaku bila tantrum telah selesai.
  • Tetap jaga komunikasi terbuka dengan anak Anda.

Kesimpulannya, temper tantrum bukanlah suatu penyakit berbahaya, namun jika orang tua membiarkannya berlarut-larut dan tidak pernah memberikan solusi yang benar kepada anak, maka perkembangan emosional anak dapat terganggu. Ketika anak Anda sedang menunjukkan gejala-gejala tantrum, tetaplah tenang karena keahlian Anda dalam mengatasi tantrumnya sedang diuji. Bahagia serta berbangga hatilah menjalani profesi Anda sebagai orang tua, bantulah putra-putri Anda agar dapat tumbuh menjadi orang-orang yang mampu mengendalikan emosinya dengan baik suatu hari nanti.

#dikutipdaribeberapasumber

Efek Negatif Mengeluh

Efek Negatif Mengeluh

Blog

Efek Negatif Mengeluh

Seorang manusia pasti tidak luput dari sebuah masalah, mungkin masalah pekerjaan, masalah pendidikan, masalah keluarga, ataupun masalah-masalah lainnya. Saat menghadapi masalah tentunya, respon yang dikeluarkan setiap orang berbeda. Ada yang bisa menerima dengan lapang dada, ada yang menerimanya sebagai sebuah tantangan, atau bahkan ada yang tertekan dan mengeluh.

Mengeluh adalah sebuah reaksi negatif yang keluar karena adanya suatu permasalahan. Ketika seseorang mendapat sebuah masalah dan merasa kesusahan, merasa  sedih atau merasa masalah yang dihadapi  tidak sesuai dengan keinginan keluarlah reaksi mengeluh. Mengeluh adalah salah satu refleks dari diri untuk menolak permasalahan yang ada di depan. Mengeluh dilakukan seseorang secara tanpa sadar. Bisa secara spontan atau lewat perbincangan bersama teman yang biasa disebut curhat.

Mengapa seseorang mengeluh ?

Seseoang akan mulai mengeluh ketika menghadapi suatu permasalahan atau situasi yang rumit. Kadangkala kita ingin meluapkan rasa marah atau rasa ketidakpuasan. Tapi bisa juga seseorang mengeluh untuk mengharapkan simpati atau mendapatkan pengakuan dari sekitarnya dengan cara mengeluh.

Sebenarnya seseorang boleh saja mengeluh  terhadap dirinya sendiri ataupun orang lain.  Asalkan tidak terlalu sering dan tidak mengeluhkan setiap hal kecil yang terjadi di hidup. Dengan kemajuan jaman dan perkembangan media sossial belakangan ini memudahkan seseorang untuk melakukan curhat dan langsung membaginya tanpa memikirkan dampak yang dapat timbul.

Perlu Anda ketahui bahwa mengeluh terlalu banyak ternyata bisa berdampak negatif pada diri sendiri dan juga orang lain. Berikut ini efek negatif dari terlalu banyak mengeluh :

1.Mengeluh Memperpendek Usiamu

Seseorang yang terlalu sering mengeluh bahkan hanya karena hal sepele selalu tidak merasa puas kalau belum mengeluh. Mengeluh inilah, mengeluh itulah, mengeluh pada siapa saja dan dimana saja. Terkadang orang berpikir mengeluh itu akan meringankan beban hidupnya padahal pada kenyataannya tidak, dan bahkan justru memperberat hidupnya sendiri.  Dan yang paling penting Anda ketahui, ternyata mengeluh dapat  berdampak buruk bagi kesehatan Anda.. Orang yang gemar mengeluh biasanya berusia tiga kali lebih pendek dari orang yang bisa menikmati hidupnya. Dari sebuah survei, orang yang jarang mengeluh memiliki masa hidup  9-10 tahun lebih lama dibanding mereka sering mengeluh.

2.Mengeluh Hanya Memperburuk Keadaan

Orang yang sering mengeluh biasanya lupa untuk bertindak. Mereka yang senang mengeluh hanya fokus pada keluhannya saja tanpa mau mencari solusi terhadap permasalahannya.  Padahal hanya mengeluh saja tanpa berbuat apa-apa tidak akan menyelesaikan masalahmu. Mengeluh justru akan membuatmu semakin frustasi. Mengeluh hanya akan menjadikanmu sebagai manusia sinis dan pesimis terhadap semua permasalahan dan pengalaman hidup. Penderitaan yang dirasakan akan menimbulkan stress dan depresi berkepanjangan. Hasilnya justru hanya akan memperburuk keadaan diri sendiri saja.

3.Mengeluh Itu Menular

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Kent di Inggris menemukan bahwa mengeluh kepada orang lain hanya akan membuat suasana hati orang yang mendengar atau melihatnya menjadi sama buruknya atau justru lebih buruk dari orang yang mengeluh. Seseorang yang mendengar atau melihat keluhan  orang lain secara tanpa sadar ikut memasukkan keluhan-keluhannya ke dalam percakapan sebagai upaya untuk merespon keluhan yang dibicarakan padanya. Pada akhirnya pembicaraan yang terjadi hanyalah pembicaraan mengeluh satu sama lain. Meskipun mengeluh mungkin dipikir dapat mengurangi beban namun berhati-hatilah mungkin justru dapat keluhanmu menularkan hal negatif kepada orang disekitarmu dan meperburuk keadaan.

4.Mengeluh Dapat Menambah Masalah Baru

Kemajuan teknologi terutama media sosial menjadi sarana atau tempat mengeluh paling mudah. Setiap orang dapat menulis apapun yang ada di dalam pikirannya tanpa memikirkan dampaknya terlebih dahulu. Menyebut nama seseorang yang membuatmu kesal atau menyertakan merk dan nama sebuah instansi dalam sebuah keluhan yang  ditulis dalam status facebookmu dapat membuat masalah baru bagi dirimu sendiri. Kelihatannya memang sepele namun hal ini bisa memicu masalah besar. Kamu bisa terjerat kasus hukum apabila seseorang, merk atau instansi tidak terima dan menuntutmu dengan tuduhan pencemaran nama baik.

5.Mengeluh Membuat Diri Sendiri Terlihat Buruk

Mengeluh di media sosial juga akan membuat orang-orang di sekitarmu tahu keburukanmu dan kekuranganmu. Orang akan tahu bahwa kamu tidak mampu menyelesaikan masalahmu sendiri malah curhat pada orang lain. Kamu akan terlihat kurang bersyukur dan mudah putus asa. Hal ini dapat membuat orang lain meremehkanmu, menganggapmu lemah dan mungkin menjadi malas berteman denganmu.

Itulah beberapa efek negatif mengeluh yang dapat terjadi apabila seseorang  terlalu sering mengeluh tanpa mencarai solusi penyelesaian masalah. Tentu sebagai manusia biasa kadangkala kesusahan menghadapi sebuah masalah yang memang berat, dan secara refleks mengeluarkan keluhan. Namun harus juga diingat, terlalu sering mengeluh pun hanya akan memperburuk keadaan tanpa solusi. Pertanyaan sekaligus jawaban yang dapat Anda pakai untuk mengatasi keluhan Anda adalah “Kenapa tidak mulai bersyukur?” Bersyukur terhadap segala sesuatu yang sudah Anda punyai mungkin adalah sebuah solusi daripada mengeluh terhadap segala sesuatu yang belum Anda punyai. Mulailah bersyukur dan berhenti mengeluh. Lebih baik mencari cara dan solusi untuk menyelesaikan masalah daripada hanya mengeluh.