Bagaimana Cara Membuat Anak Fokus di Sekolah

Cara membuat anak fokus tanpa paksaan sering kali susah dilakukan oleh orang tua. Saat ini apakah Anda pernah merasa anak Anda kurang fokus di sekolah? Atau mungkin guru anak Anda pernah memberi tahu Anda bahwa dia mulai kehilangan konsentrasi pada akhir pelajaran. Dan seiring berlalunya hari, fokus anak Anda semakin memburuk.

Mungkin Anda pernah mencoba menghukumnya dengan cara tidak memperbolehkan anak Anda bermain, pergi bersama temannya atau cara sanki lainnya.  Atau mungkin Anda pernah mengiming-imingi dengan imbalan dibelikan mainan supaya anak Anda mau mencoba untuk fokus. Apakah tindakan-tindakan tersebut di atas berhasil ?

Jika tidak berhasil dan tampak sia-sia, mungkin Anda perlu mencoba cara lain unutk membuat anak Anda fokus. Berikut ini cara membuat anak fokus tanpa paksaan :

Istirahat yang Cukup

Perlu Anda ketahui, anak Anda memiliki waktu fokus yang berbeda-beda sesuai dengan umurnya. Fakta menyebutkan, terutama anak-anak, tidak dapat berkonsentrasi untuk jangka waktu yang lama. Sebagai contoh, anak 5 tahun misalnya, waktu maksimum konsentrasi mereka hanyalah sekitar 15 menit. Kalau anak Anda sudah dapat berkonsentrasi dengan jangka waktu  sesuai umurnya. Berarti anak Anda baik-baik saja, dan Anda tidak perlu khawatir berlebihan.

Cara untuk membuat anak Anda fokus tanpa paksaan antara lain adalah istirahat. Kegiatan yang harus dilakukan setelah anak Anda selesai berkonsentrasi, adalah biarkan Anak Anda beristirahat. Boleh tidur, ataupun istirahat dengan beralih pada kegiatan  yang lain seperti jalan-jalan, makan, atau hanya sekedar berbicara dengan Anda.

Istirahat teratur adalah jawaban untuk menangani masalah yang umum ini. Membagi waktu untuk mempelajari sebuah pelajaran akan membuat kehidupan jauh lebih mudah bagi anak Anda. Jika seorang anak diperbolehkan untuk beristirahat dengan tenang tanpa terganggu apapun, Anda mungkin menemukan bahwa setelah mereka beristirahat, mereka kembali mendapat energi dan dapat fokus pada tugas yang ada.

 

Jagalah Ketenangan Saat Anak Anda Beristirahat

Cara yang kedua untuk membuat anak fokus tanpa paksaan masih berhubungan dengan istirahat atau tidur. Istirahat merupakan faktor penting untuk menambah fokus anak. Dan saat istirahat, haruslah benar-benar beristirahat tanpa gangguan apapun. Gangguan dari luar seperti suara orang yang sedang menelpon, suara TV, suara kendaran ataupun suara berisik lain sebaiknya disingkirkan. Hal ini penting untuk memastikan anak Anda benar-benar beristirahat dan tidur dengan nyenyak tanpa gangguan.

Saat anak berada di dalam ketenangan, otak dan pikirannya didorong untuk berkembang. Sel-sel saraf otak berkembang saat anak Anda tidur. Sel-sel otak ini akan menyimpan segala ingatan baru yang didapat dari seharian beraktivitas. Penyimpanan ini akan bekerja dengan baik saat anak tidur dengan tenang.

Tidur dengan tenang pula akan mengaktifkan hormon-hormon pengurang lelah, hormon-hormon yang membuat tubuh dan pikiran menjadi rileks. Hormon-hormon ini akan bekerja saat anak Anda tidur lelap. Dengan adanya hormon-hormon pembuat rileks ini, anak Anda akan merasa segar ketika dia bangun. Rasa lelah menghilang dan pikirannya siap untuk memulai aktivitas dan foku.

 

Jeda Istirahat Saat Melakukan Tugas atau Aktivitas

Ada sebuah penelitian  yang diakukan untuk menguji tes fokus. Setiap peserta diberikan tugas di depan komputer selama kurang lebih dua jam. Tugas tersebut dilakukan dengan berbagai kondisi, namun peserta diminta untuk tetap fokus dari awal sampai akhir. Dan hasil, ditemukan justru fokus sebagian besar peserta menurun secara signifikan.

Dengan tugas yang sama, dilakukan pada kelompok yang kedua. Namun kelompok yang kedua ini diberikan dua kali waktu istirahat singkat dari tugas mereka. Setelah diperhatikan, ternyata kelompok kedua ini bisa tetap fokus sepanjang keseluruhan tugas.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perhatian yang dilakukan berkepanjangan dan terus menerus tanpa istirahat justru sebenarnya malah menghambat kinerja anak Anda. Dengan melakukan jeda istirahat saat melakukan sebuah pekerjaan yang menuntut perhatian dan fokus justru akan meningkatkan fokus dari orang tersebut.

Hal ini juga perlu dilakukan pada anak Anda, menuntut anak Anda untuk terus fokus selama beberapa jam untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya justru mungkin malah membuat anak Anda tidak fokus. Namun apabila Anda bisa mengatakan bahwa dalam setiap mengerjakan tugas rumah akan ada selingan istirahat, mungkin anak Anda akan lebih fokus dibanding biasanya.

 

Kesimpulan

Seringkali kita sebagai orang tua menuntut anak untuk mengerjakan tugas dengan cepat, fokus, penuh perhatian selama beberapa jam dengan jadwal dan tugas yang begitu banyak. Apakah Anda sendiri mau diperlakukan seperti itu ? Perlu kita sadari bahwa anak kita masihlah anak-anak yang memang memiliki waktu fokus yang lebih rendah dibandingkan orang dewasa. Daripada menuntut fokus yang terlalu panjang, ada baiknya Anda justru mengatur jadwal anak Anda supaya mereka mempunyai jadwal yang diselingi dengan istirahat cukup untuk pemulihan otak mereka. Otak yang segar karena beristirahat yang cukup akan sangat membantu fokus anak Anda.

Blog

Leave a Reply

Leave a Reply